GEMACENDEKIAGEMACENDEKIA

Global Journal of Social LearningGlobal Journal of Social Learning

Rekonstruksi tari Tiongkok kuno, khususnya dari Dinasti Han, menghadapi tantangan epistemologis, material, dan budaya karena keterbatasan arsip dan fragmentasi sumber visual dan teks. Studi ini menganalisis tiga karya rekonstruksi kontemporer—Tonque Ji (Sun Ying), Han Painting Dance Experimental Performance (Liu Jian), dan Yong Dance Series (Tian Tian)—dengan menggunakan pendekatan teori dasar untuk memetakan pola konseptual dalam praktik rekonstruksi tari. Temuan penelitian mengusulkan model konseptual Ritual Embodied Historiography (REH), yang memandang rekonstruksi sebagai proses historiografi yang diwujudkan, di mana tubuh berfungsi sebagai arsip hidup, medium afektif, dan situs reaktivasi simbolis melalui interaksi dengan artefak material dan konteks sociocultural kontemporer. Studi ini menunjukkan bahwa rekonstruksi tari Han tidak dapat sepenuhnya dipahami melalui kerangka kerja Barat konvensional, tetapi memerlukan pendekatan yang berakar pada kosmologi, ritualisme Konfusian, dan epistemologi Timur. Model ini memperluas literatur rekonstruksi tari global dengan menekankan peran tubuh sebagai agen produksi pengetahuan historis dalam praktik pertunjukan.

Studi ini menunjukkan bahwa rekonstruksi tari Dinasti Han merupakan praktik multidimensional yang menggabungkan bahan-bahan historis, eksperimen tubuh, dan konteks sociocultural untuk menghasilkan interpretasi baru tentang ekspresi budaya kuno.Analisis teori dasar dari tiga karya representatif—Tonque Ji, Han Painting Dance Experimental Performance, dan Yong Dance Series—mengungkapkan bahwa rekonstruksi bukan hanya pemulihan kosakata gerakan yang hilang, tetapi proses historiografi yang dibentuk oleh interaksi antara artefak yang terfragmentasi, penyelidikan tubuh, resonansi afektif, dan imajinasi budaya.Dikonsepkan sebagai Ritual Embodied Historiography, kerangka kerja ini menekankan bagaimana koreografer kontemporer menciptakan dunia interpretif, mengaktifkan memori budaya melalui pertunjukan daripada hanya meniru bentuk historis.Sumber historis—relic visual, fragmen teks, dan sisa-sisa arkeologi—berfungsi sebagai dorongan generatif daripada dokumen instruksional yang tetap.Koreografer membacanya untuk petunjuk struktural dan makna simbolis, emosional, dan filosofis, dengan tubuh sebagai medium utama untuk mengeksplorasi dan mentransformasikan makna tersebut.Melalui improvisasi, penyesuaian sensorik, dan inkarnasi afektif, penari mengevokasi atmosfer emosional dan energi ritual era Han, menunjukkan bahwa rekonstruksi tergantung lebih pada kohesi afektif dan resonansi budaya daripada akurasi teknis.

Berdasarkan temuan dan kesimpulan penelitian, saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: 1. Mempelajari peran teknologi digital dalam rekonstruksi tari Dinasti Han. Bagaimana teknologi digital dapat digunakan untuk memvisualisasikan dan merekonstruksi gerakan tari kuno? Apakah teknologi dapat membantu dalam menginterpretasikan dan mereplikasi gerakan tari yang hilang? 2. Menganalisis kolaborasi antarkultur dalam rekonstruksi tari Dinasti Han. Bagaimana koreografer dari latar belakang budaya yang berbeda dapat bekerja sama dalam merekonstruksi tari Han? Apakah ada perbedaan dalam pendekatan dan interpretasi mereka? 3. Menjelajahi teori inkarnasi dalam rekonstruksi tari Dinasti Han. Bagaimana tubuh dan materialitas saling berinteraksi dalam proses rekonstruksi tari? Apakah ada perbedaan antara rekonstruksi tari yang didasarkan pada teori inkarnasi dan pendekatan rekonstruksi tari tradisional?.

  1. Ritual Embodied Historiography: Foundational Theory on the Reconstruction of Classical Han Dynasty Chinese... ejournal.gemacendekia.org/index.php/gjsl/article/view/247Ritual Embodied Historiography Foundational Theory on the Reconstruction of Classical Han Dynasty Chinese ejournal gemacendekia index php gjsl article view 247
  2. Traditional Dance Heritage of Southeast Shanxi Province China | Jurai Sembah. traditional dance heritage... doi.org/10.37134/juraisembah.vol6.1.5.202Traditional Dance Heritage of Southeast Shanxi Province China Jurai Sembah traditional dance heritage doi 10 37134 juraisembah vol6 1 5 202
  3. Posthumanist Performativity: Toward an Understanding of How Matter Comes to Matter | Signs: Journal of... journals.uchicago.edu/doi/10.1086/345321Posthumanist Performativity Toward an Understanding of How Matter Comes to Matter Signs Journal of journals uchicago edu doi 10 1086 345321
Read online
File size429.95 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test