UBTUBT

Borneo Engineering: Jurnal Teknik SipilBorneo Engineering: Jurnal Teknik Sipil

Tanah Clay shale mempunyai sifat yang sangat mudah lapuk atau melemah dalam waktu yang relatif singkat apabila bereaksi dengan udara maupun air. Oleh karena itu, perlu di stabilisasi untuk meningkatkan sifat teknis dan daya dukungnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase penambahan fly ash dan kapur yang optimal sebagai bahan stabilizer. Penambahan stabilizer pada sampel tanah dilakukan dengan memvariasikan presentase penambahan sebesar 15%, 20% dan 25% dengan variasi lama waktu pemeraman selama 14, 21 dan 28 hari. Selanjutnya dilakukan pengujian sifat fisik dan mekanik berupa uji CBR dan UCT. Dari hasil pengujian menunjukkan terjadinya perubahan ukuran butiran tanah dimana terjadi peningkatan kadar pasir dan penurunan kadar lempung pada semua sampel. Hal ini terjadi karena adanya proses pozzolan. Penambahan stabilizer juga berpengaruh terhadap peningkatan nilai uji CBR dan UCT, dimana peningkatan paling optimal terjadi pada penambahan stabilizer 15% dengan masa pemeraman 28 hari. Nilai CBR meningkat sebesar 110% sedangkan nilai UCT sebesar 38,25 kg/cm2 dari kondisi awal.

Dari hasil pengujian sifat fisis tanah clay shale yang di tambahkan kapur dan fly ash sebagai bahan stabilizer dengan memvariasikan persentase penambahan dan masa pemeraman menunjukkan terjadinya penurunan kadar air tanah clay shale.Penurunan tertinggi terjadi pada penambahan stabilizer 25% dan masa peram 28 hari, dimana kadar air tanah clay shale kondisi initial sebesar 22,7% menjadi 7,15%, sedangkan berat jenis tanah mengalami peningkatan dari 2,719 menjadi 3,183.Adapun batas cair dan batas plastis tanah mengalami peningkatan dan indeks plastisitas mengalami penurunan.Pada hasil uji saringan, kandungan lempung pada tanah clay shale yang pada kondisi awal mengandung 14,02% lempung, setelah di tambahkan stabilizer menjadi 6,12%.Penambahan kapur dan fly ash pada tanah clay shale memicu reaksi pozzolanic.Kapur menyediakan kalsium yang diperlukan untuk reaksi pozzolanic.Fly ash, sebagai bahan pozzolanic, mengandung silika dan alumina reaktif yang bereaksi dengan kapur.Sedangkan lempung mengandung silikat dan aluminat yang dapat bereaksi dengan kapur dan fly ash.Reaksi ini menghasilkan senyawa yang mengikat partikel tanah bersama-sama, meningkatkan kekuatan dan stabilitas tanah.Penguian sifat mekanis tanah clay shale berupa uji pemadatan dengan Proctor Standar, uji CBR dan uji UCT.Dari hasil uji pemadatan, pada awalnya setelah tanah clay shale di tambahkan bahan stabilizer lalu diperam, kondisi kadar air optimum dan kepadatannya meningkat dari kondisi inisial.Setelah diperam dan persentase bahan stabilizernya di tingkatkan, kondisi kadar air optimum dan kepadatannya justru menurun.Hal yang sama juga terjadi pada pengujian CBR dan UCT dimana hasil uji CBR dan UCT menunjukkan bahwa pemeraman (curing) pada tanah berpengaruh signifikan terhadap nilai CBR dan UCT.Pemeraman umumnya meningkatkan nilai CBR dan UCT karena proses ini membantu tanah menjadi lebih padat dan merata, sehingga meningkatkan kekuatan dan kekakuan.Pemeraman dapat mengurangi kadar air dan menurunkan batas cair tanah, yang berakibat pada penurunan indeks plastisitas sehingga nilai CBR dan UCT meningkat.Pada penambahan stabilizer, berdasarkan data yang diperoleh peningkatan paling maksimum terjadi pada penambahan jumlah stabilizer 15 % dan akan mengalami penurunan pada penambahan stabilizer lebih dari 15%.

Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: 1. Mengembangkan metode stabilisasi tanah clay shale dengan menggunakan kombinasi bahan stabilizer yang berbeda, seperti semen, fly ash, dan kapur, untuk meningkatkan daya dukung tanah secara optimal. 2. Melakukan studi lebih mendalam tentang pengaruh proses pelapukan clay shale terhadap sifat-sifat geoteknik tanah, termasuk perubahan indeks disintegritas dan kekuatan tekan. 3. Meneliti efek jangka panjang dari stabilisasi tanah clay shale dengan kapur dan fly ash, terutama dalam hal perubahan sifat fisik dan mekanik tanah setelah beberapa tahun pemakaian. Dengan demikian, penelitian lanjutan ini dapat memberikan wawasan lebih komprehensif tentang cara meningkatkan daya dukung tanah clay shale yang telah mengalami pelapukan dan menyediakan solusi yang lebih efektif untuk permasalahan konstruksi sipil di wilayah tersebut.

  1. Pengaruh Proses Pelapukan Clay Shale terhadap Perubahan Parameter Rasio Disintegritas (DR) | Jurnal Teknik... Doi.Org/10.5614/Jts.2017.24.1.9Pengaruh Proses Pelapukan Clay Shale terhadap Perubahan Parameter Rasio Disintegritas DR Jurnal Teknik Doi Org 10 5614 Jts 2017 24 1 9
  2. Durability and strength improvement of clayshale using various stabilized materials - IOPscience. durability... iopscience.iop.org/article/10.1088/1755-1315/426/1/012028Durability and strength improvement of clayshale using various stabilized materials IOPscience durability iopscience iop article 10 1088 1755 1315 426 1 012028
  3. STABILITAS TANAH LEMPUNG MENGGUNAKAN KAPUR DAN FLY ASH DENGAN PENGUJIAN CBR | Jurnal Teknik Sipil LATERAL.... doi.org/10.52333/lateral.v1i2.411STABILITAS TANAH LEMPUNG MENGGUNAKAN KAPUR DAN FLY ASH DENGAN PENGUJIAN CBR Jurnal Teknik Sipil LATERAL doi 10 52333 lateral v1i2 411
Read online
File size1.32 MB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test