ISI PADANGPANJANGISI PADANGPANJANG
V-art: Journal of Fine ArtV-art: Journal of Fine ArtSulapa Eppa adalah fondasi filosofis dari orang Bugis yang mencerminkan nilai-nilai macca (kebijaksanaan dan kecerdasan), malempu (jujur), warani (berani), dan getteng (teguh) sebagai pedoman untuk kehidupan sosial dan budaya. Proses modernisasi dan globalisasi telah menciptakan arena sosial baru yang mempengaruhi cara nilai-nilai ini ditafsirkan dan direproduksi dalam masyarakat kontemporer. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi Sulapa Eppa dalam dinamika sosial modern melalui teori habitus Pierre Bourdieu dan mengidentifikasi peran modal budaya, sosial, ekonomi, dan simbolik dalam mempertahankan identitas budaya Bugis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian pustaka untuk memeriksa sumber primer dan sekunder yang terkait dengan budaya Bugis dan teori praktik Pierre Bourdieu. Data dianalisis menggunakan analisis konten interpretatif dengan memeriksa hubungan antara habitus, lapangan, modal, dan praktik sosial. Temuan menunjukkan bahwa Sulapa Eppa berfungsi sebagai habitus kolektif yang membentuk pandangan dunia dan tindakan sosial orang Bugis. Modernisasi tidak menghilangkan nilai-nilai ini; sebaliknya, hal itu telah mendorong proses penafsiran ulang dan negosiasi di berbagai bidang kehidupan, termasuk pendidikan, aktivitas ekonomi, dan budaya digital. Kontinuitas Sulapa Eppa didukung oleh modal budaya, sosial, ekonomi, dan simbolik, yang memungkinkan reproduksi berkelanjutan identitas kolektif Bugis. Penelitian ini menunjukkan bahwa hikmat lokal bukan statis tetapi adaptif dan terus berubah tanpa kehilangan legitimasi simboliknya di tengah perubahan sosial kontemporer.
Penelitian ini menunjukkan bahwa Sulapa Eppa bukan hanya simbol kosmologis atau warisan budaya orang Bugis, tetapi juga berfungsi sebagai habitus kolektif yang membentuk cara berpikir, bertindak, dan menafsirkan kehidupan sosial.Nilai-nilai macca, malempu, warani, dan getteng telah diinternalisasi melalui proses sosialisasi dan reproduksi budaya yang terbentuk secara historis, sehingga menjadi fondasi moral untuk konstruksi identitas Bugis.Dari perspektif Pierre Bourdieu, kontinuitas Sulapa Eppa ditentukan oleh hubungan dialektis antara habitus, lapangan, dan berbagai bentuk modal yang dimiliki masyarakat.Modernisasi dan globalisasi telah menghasilkan lapangan sosial baru, seperti pendidikan formal, ekonomi pasar, dan budaya digital, yang mendorong penafsiran ulang nilai-nilai tradisional.Namun, transformasi ini tidak menghilangkan esensi Sulapa Eppa.sebaliknya, mereka telah menghasilkan bentuk praktik sosial baru yang tetap berakar pada prinsip-prinsip dasar budaya Bugis.Penelitian ini juga mengungkapkan bahwa modal budaya, sosial, ekonomi, dan simbolik memainkan peran penting dalam mempertahankan hikmat lokal.Pengetahuan adat, jaringan komunitas, dukungan materi, dan legitimasi simbolik yang dipertahankan oleh pemimpin adat, keluarga, institusi pendidikan, dan komunitas budaya memungkinkan nilai-nilai Sulapa Eppa terus direproduksi dan ditransmisikan ke generasi mendatang.Dengan demikian, kekuatan simbolik yang tertanam dalam Sulapa Eppa terus berfungsi sebagai sumber untuk konstruksi identitas kolektif Bugis di tengah transformasi struktur sosial modern.
Saran penelitian lanjutan dapat mencakup: 1. Menganalisis peran teknologi digital dalam memfasilitasi reproduksi dan transformasi Sulapa Eppa, terutama dalam konteks komunitas Bugis yang tersebar luas. 2. Meneliti strategi pendidikan budaya lokal yang efektif untuk generasi muda, dengan mempertimbangkan tantangan dan peluang yang ditawarkan oleh modernisasi dan globalisasi. 3. Memeriksa bagaimana Sulapa Eppa dapat menjadi jembatan antara tradisi dan modernitas dalam konteks ekonomi kreatif dan pariwisata budaya, serta bagaimana hal itu dapat memperkuat identitas kolektif Bugis.
| File size | 541.39 KB |
| Pages | 16 |
| DMCA | Report |
Related /
JURNALFAMILIAJURNALFAMILIA Untuk mengatasi hal ini, diperlukan edukasi mengenai hakikat mahar dalam Islam. Pemahaman yang lebih baik dapat mengurangi tekanan sosial dan ekonomi,Untuk mengatasi hal ini, diperlukan edukasi mengenai hakikat mahar dalam Islam. Pemahaman yang lebih baik dapat mengurangi tekanan sosial dan ekonomi,
UTPUTP Variasi bahasa berkembang melalui paparan terhadap berbagai latar belakang linguistik, teknologi, dan interaksi dengan teman sebaya. Komunitas kampus menciptakanVariasi bahasa berkembang melalui paparan terhadap berbagai latar belakang linguistik, teknologi, dan interaksi dengan teman sebaya. Komunitas kampus menciptakan
FKIP UWGMFKIP UWGM 5 % orang tua menyatakan puas dan 25 % menyatakan sangat puas terhadap penilaian perkembangan anak, 4) 56. 3 % menyatakan puas dan 31. 3 % menyatakan sangat5 % orang tua menyatakan puas dan 25 % menyatakan sangat puas terhadap penilaian perkembangan anak, 4) 56. 3 % menyatakan puas dan 31. 3 % menyatakan sangat
UTBUTB Keterbatasan ini mencakup kurangnya perhatian pada faktor eksternal yang dapat mempengaruhi hubungan antara inovasi dan keberlanjutan, serta tantanganKeterbatasan ini mencakup kurangnya perhatian pada faktor eksternal yang dapat mempengaruhi hubungan antara inovasi dan keberlanjutan, serta tantangan
UNYUNY Alat edukasi yang digunakan adalah buku ilustrasi budaya Suku Asmat. Desain buku ilustrasi tentang Suku Asmat bertujuan untuk melestarikan budaya SukuAlat edukasi yang digunakan adalah buku ilustrasi budaya Suku Asmat. Desain buku ilustrasi tentang Suku Asmat bertujuan untuk melestarikan budaya Suku
UNYUNY Representasi nilai kebudayaan tradisi ini dapat divisualkan dalam desain karakter dengan memperhatikan prinsip perancangan desain karakter dan selera targetRepresentasi nilai kebudayaan tradisi ini dapat divisualkan dalam desain karakter dengan memperhatikan prinsip perancangan desain karakter dan selera target
UNYUNY Dengan demikian, buku cerita bergambar Rempah Kita mendapat kategori sangat layak (SL) baik dari segi materi maupun media. Hasil penelitian ini menunjukkanDengan demikian, buku cerita bergambar Rempah Kita mendapat kategori sangat layak (SL) baik dari segi materi maupun media. Hasil penelitian ini menunjukkan
ITSKHATULISTIWAITSKHATULISTIWA Dokumen tertulis tentang Kawasan Wisata Mandeh, baik dalam bentuk berita media, tulisan ilmiah, dan lainnya, menjadi sumber data dalam penelitian. HasilDokumen tertulis tentang Kawasan Wisata Mandeh, baik dalam bentuk berita media, tulisan ilmiah, dan lainnya, menjadi sumber data dalam penelitian. Hasil
Useful /
UBHUBH Selain itu, menciptakan lingkungan kerja yang mendukung pengembangan efikasi diri kreatif dan berbagi pengetahuan dapat mempercepat inovasi di tingkatSelain itu, menciptakan lingkungan kerja yang mendukung pengembangan efikasi diri kreatif dan berbagi pengetahuan dapat mempercepat inovasi di tingkat
POLTEKTRANSSDP PALEMBANGPOLTEKTRANSSDP PALEMBANG Hal ini menyebabkan ruang tunggu yang ada tidak memadai untuk menampung jumlah penumpang dengan nyaman. Kekurangan kapasitas ruang tunggu berdampak padaHal ini menyebabkan ruang tunggu yang ada tidak memadai untuk menampung jumlah penumpang dengan nyaman. Kekurangan kapasitas ruang tunggu berdampak pada
UNYUNY Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Dampak broken home, seperti pertikaian, trauma, rasa malu, depresi, dan kebencian, menjadi inspirasi ilustrasiHasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Dampak broken home, seperti pertikaian, trauma, rasa malu, depresi, dan kebencian, menjadi inspirasi ilustrasi
UNYUNY Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) proses kreatif Dessy Rachma dalam berkarya menggunakan media dan teknik digital serta karakteristik karya yang ditonjolkanHasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) proses kreatif Dessy Rachma dalam berkarya menggunakan media dan teknik digital serta karakteristik karya yang ditonjolkan