WASTUKANCANAWASTUKANCANA

Jurnal TeknologikaJurnal Teknologika

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengatasi hambatan (bottleneck) dalam proses produksi di PT. XYZ Indonesia, khususnya di Departemen Ekspor HA pada Jalur Volume Besar SMC. Hambatan terdeteksi pada proses Visual Acc dan Housing, yang mengakibatkan penurunan efisiensi dan produktivitas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penyeimbangan lini (line balancing) dengan pendekatan simulasi ProModel, yang memungkinkan analisis skenario perbaikan tanpa mengganggu operasional yang sedang berjalan. Data yang dikumpulkan meliputi waktu proses dan kapasitas mesin. Hasil simulasi awal menunjukkan waktu menganggur (idle time) yang signifikan sebesar 15,4%, dengan akumulasi pada stasiun kerja Bahan Baku (12,30%), stasiun kerja Housing (1,20%), dan Visual Acc (1,90%). Setelah perbaikan dilakukan, termasuk peningkatan kapasitas Bahan Baku menjadi 20 unit, proses Housing menjadi 3 unit, dan Visual Acc menjadi 3 unit, hambatan berhasil dihilangkan dari 15,4% menjadi 0% dan aliran produksi menjadi lebih stabil. Penelitian ini memberikan solusi praktis untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi waktu siklus, serta dapat menjadi referensi bagi perusahaan dalam menerapkan metode penyeimbangan lini dan simulasi untuk meningkatkan produktivitas di industri manufaktur.

Simulasi akhir yang dirancang menggunakan ProModel berhasil mengatasi hambatan yang terjadi pada proses produksi di PT XYZ Indonesia, khususnya pada jalur SMC Big Volume di Departemen Ekspor HA, yang sebelumnya terdeteksi pada stasiun kerja Bahan Baku, proses Housing, dan Visual Acc, menyebabkan penurunan efisiensi dan produktivitas.Dengan pendekatan simulasi ProModel, penelitian ini mampu memodelkan proses produksi secara virtual, dan penambahan kapasitas serta tenaga kerja terbukti efektif dalam menghilangkan hambatan, menghasilkan aliran produksi yang lebih stabil dan efisien.Hasil simulasi menunjukkan peningkatan output produksi signifikan dari 35 unit/jam menjadi 78 unit/jam setelah implementasi alternatif kedua, serta merekomendasikan pemantauan berkala, penambahan kapasitas lebih lanjut, dan pelatihan tenaga kerja untuk menghadapi peningkatan permintaan produk.

Untuk pengembangan penelitian lebih lanjut dari studi ini, terdapat beberapa arah yang menarik untuk dieksplorasi. Pertama, akan sangat bermanfaat jika dilakukan studi komparatif untuk mengevaluasi efektivitas dan efisiensi berbagai perangkat lunak simulasi diskrit (selain ProModel, misalnya Arena atau FlexSim) dalam menangani masalah penyeimbangan lini pada proses perakitan kabel di industri yang serupa. Penelitian ini dapat membandingkan kemudahan penggunaan, waktu pengembangan model, dan akurasi hasil dari setiap perangkat lunak, sehingga memberikan panduan yang lebih komprehensif bagi perusahaan dalam memilih alat simulasi yang paling sesuai untuk kebutuhan mereka. Kedua, disarankan untuk mengintegrasikan metrik kinerja ekonomi yang lebih mendalam ke dalam model simulasi. Meskipun penelitian ini telah mengidentifikasi peningkatan biaya operasional setelah penambahan kapasitas dan tenaga kerja, belum ada analisis optimalisasi biaya-manfaat secara menyeluruh yang disertakan. Penelitian lanjutan dapat berfokus pada pengembangan model simulasi yang tidak hanya menyeimbangkan lini produksi dan meningkatkan output, tetapi juga mengoptimalkan profitabilitas jangka panjang dan mengukur pengembalian investasi (ROI) dari berbagai skenario perbaikan. Ini akan membantu manajemen membuat keputusan investasi yang lebih strategis. Ketiga, penting untuk mengembangkan model simulasi yang lebih adaptif terhadap dinamika lingkungan manufaktur. Studi ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam output produksi, namun bagaimana model ini akan bertahan menghadapi fluktuasi permintaan pasar yang tidak terduga, gangguan pada rantai pasok, atau masalah operasional seperti kerusakan mesin dan absensi karyawan? Penelitian selanjutnya bisa menyertakan variabel-variabel stokastik ini ke dalam simulasi untuk menciptakan solusi penyeimbangan lini yang lebih tangguh dan fleksibel, memastikan efisiensi dan produktivitas tetap terjaga dalam kondisi yang tidak ideal sekalipun.

  1. Vol 15 No 1 (2025): Jurnal Teknologika | Jurnal Teknologika. vol jurnal teknologika skip main content... doi.org/10.51132/teknologika.v15i1Vol 15 No 1 2025 Jurnal Teknologika Jurnal Teknologika vol jurnal teknologika skip main content doi 10 51132 teknologika v15i1
  2. APEM | Vol. 17 | No. 2. apem vol home events sponsorship advances production engineering management journal... doi.org/10.14743/apem2022.2.434APEM Vol 17 No 2 apem vol home events sponsorship advances production engineering management journal doi 10 14743 apem2022 2 434
Read online
File size546.77 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test