UNBARIUNBARI

One moment, please...One moment, please...

Penyakit busuk pangkal batang yang disebabkan oleh jamur Ganoderma sp merupakan tantangan besar dalam pertanian kelapa sawit. Jamur ini menginfeksi pohon kelapa sawit pada setiap tahap pertumbuhan. Perkembangan penyakit ini bertahap, gejala muncul pada tahap akhir serangan, sehingga disebut sebagai pembunuh diam-diam pohon kelapa sawit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui intensitas serangan jamur Ganoderma sp yang terdapat pada kelapa sawit lahan mineral dan lahan pasang surut. Penelitian ini dilaksanakan di lahan mineral Desa Suko Awin Jaya Kabupaten Muaro Jambi dan lahan pasang surut perkebunan kelapa sawit Desa Petanang Kumpeh. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei – Juli 2024, menggunakan rancangan percobaan tidak terformat (unformated trials). Lokasi penelitian dipilih secara sengaja (purposive) karena pada lokasi tersebut terdapat tanaman yang relatif seragam, dan ditemukan serangan Ganoderma sp yaitu: 1. lahan mineral, 2. lahan pasang surut. Pada setiap lokasi lahan ada 2 tempat pengambilan sampel masing-masing seluas 1 Ha yang dipilih secara acak dari 5 hektar tanaman yang ada. Pada lokasi penelitian dilakukan dengan metode sensus yang berjumlah 135 batang. Pengamatan yang dilakukan adalah persentase serangan dan intensitas serangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada lahan mineral persentase serangan sebesar 2,61% dan intensitas serangan sebesar 1,99% lebih tinggi dari pada lahan pasang surut dengan persentase serangan sebesar 1,50% dan intensitas serangan sebesar 1,13%.

Intensitas serangan jamur Ganoderma sp pada perkebunan kelapa sawit lahan mineral lebih tinggi dibandingkan dengan lahan pasang surut, meskipun kedua lahan menunjukkan tingkat serangan yang masih termasuk ringan (1-20%).Persentase serangan pada lahan mineral mencapai 2,61% dengan intensitas 1,99%, sedangkan pada lahan pasang surut masing‑masing hanya 1,50% dan 1,13%.Oleh karena itu, diperlukan upaya antisipatif khususnya pada lahan mineral untuk mengurangi risiko penyebaran penyakit di masa mendatang.

Penelitian lanjutan dapat meneliti pengaruh sifat fisik‑kimia tanah, seperti pH, kandungan organik, dan tingkat kelembaban, terhadap dinamika infeksi Ganoderma sp pada lahan mineral dan lahan pasang surut dalam studi longitudinal untuk memahami faktor lingkungan yang mempercepat atau memperlambat penyebaran penyakit. Selanjutnya, diperlukan evaluasi efektivitas agen biokontrol seperti Trichoderma spp. di kedua tipe lahan dengan memperhatikan variasi kelembaban dan kondisi drainase, guna menentukan strategi pengendalian yang optimal dan berkelanjutan. Akhirnya, pengembangan model prediktif berbasis citra satelit dan sistem informasi geografis (GIS) dapat membantu memetakan zona risiko tinggi penyebaran Ganoderma di perkebunan marginal, sehingga manajemen wilayah dapat dilakukan secara proaktif dan terintegrasi.

Read online
File size684.07 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test