UNBARIUNBARI

One moment, please...One moment, please...

Keterbatasan ketersediaan top soil untuk media tumbuh yang subur mendorong alternative untuk menggunakan tanah lapisan bawah (subsoil) yang kurang subur namun lebih banyak tersedia. Penelitian bertujuan untuk menguji substitusi top soil menggunakan kombinasi pemberian TKKS dan pupuk nitrogen terhadap pertumbuhan bibit kakao (Theobroma cacao L.) dipolibag.

Kombinasi pemberian kompos TKKS dan pupuk nitrogen pada media tanam sub soil menghasilkan interaksi nyata terhadap tinggi tanaman, diameter batang bibit, berat kering tajuk, berat kering akar, dan jumlah klorofil daun bibit kakao umur 21 MST, tetapi berinteraksi tidak nyata terhadap kadar air media tanam.Tinggi bibit kakao umur 21 MST tertinggi terdapat pada perlakuan k5n2 sebesar 40,43 cm.Diameter batang bibit terbesar diperoleh dari k5n2 sebesar 13,17 mm.Berat kering tajuk bibit tertinggi diperoleh pada perlakuan k5n2 sebesar 39,97 g.Berat kering akar tertinggi diperoleh pada perlakuan k5n2 sebesar 28,37 g.Jumlah klorofil daun tertinggi dihasilkan dari perlakuan k5n1 sebesar 36,90 μmol m-2.Kadar air media tanam tertinggi dihasilkan dari perlakuan k5n0 sebesar 41,77 %.Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dapat disimpulkan bahwa kombinasi pemberian kompos TKKS dan pupuk nitrogen pada media tanam sub soil menghasilkan interaksi nyata terhadap tinggi tanaman, diameter batang bibit, berat kering tajuk, berat kering akar, dan jumlah klorofil daun bibit kakao umur 21 MST, tetapi berinteraksi tidak nyata terhadap kadar air media tanam.

Berdasarkan hasil penelitian, pembibitan kakao dapat menggunakan media tanam sub soil tanah Ultisol yang diberi kombinasi perlakuan kompos TKKS sub soil (250 g : 3 kg tanah) dan pupuk nitrogen 4 g polibag-1. Namun, penelitian ini hanya dilakukan pada satu jenis media tanam, yaitu sub soil Ultisol. Untuk penelitian selanjutnya, dapat dilakukan pengujian pada berbagai jenis media tanam yang berbeda, seperti top soil, sub soil dengan jenis tanah yang berbeda, atau media tanam buatan. Selain itu, penelitian ini hanya fokus pada satu jenis pupuk, yaitu pupuk nitrogen. Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi penggunaan pupuk organik atau pupuk hayati yang berbeda, serta kombinasi antara pupuk organik dan pupuk anorganik. Dengan demikian, dapat diperoleh data yang lebih komprehensif mengenai respons pertumbuhan bibit kakao terhadap berbagai jenis media tanam dan pupuk.

Read online
File size404.8 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test