POLINELAPOLINELA

J-PlantasimbiosaJ-Plantasimbiosa

Kedelai edamame dapat tumbuh dengan baik di daerah dengan iklim tropis serta subtropis. Kondisi iklim Indonesia dengan suhu berkisar antara 22 – 32oC serta curah hujan berkisar antara 1.000 – 5.000 mm/tahun sesuai untuk pertumbuhan tanaman ini. Edamame juga mampu beradaptasi pada kondisi bahan organik yang tinggi seperti pada tanah gambut. Salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk memperbaiki produktivitas tanah gambut dengan pemberian pupuk hayati mengandung mikroba untuk meningkatkan kesuburan tanah. Waktu aplikasi pupuk hayati berkaitan dengan efektivitas penyerapan unsur hara oleh tanaman. Tujuan utama dari penelitian ini adalah mengevaluasi pengaruh interaksi antar dosis yang diberikan dan waktu aplikasi pupuk hayati terhadap karakter morfofisiologi dan hasil kedelai edamame pada tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei – September 2024 di Kelurahan Bansir Darat, Kecamatan Pontianak Tenggara. Penelitian ini dirancang menggunakan metode RAK faktorial dengan tiga ulangan, yang mencakup dua faktor sebagai variabel perlakuan dosis pupuk hayati (D) yaitu d1 = 50 kg/ha, d2 = 75 kg/ha dan d3 = 100 kg/ha; faktor kedua adalah waktu aplikasi pupuk hayati (W) yaitu w1 = 2 dan 4 MST (Minggu Setelah Tanam) dan w2 = 2, 4 dan 6 MST. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pupuk hayati sebanyak 75 kg/ha yang diberikan pada minggu ke-2 dan ke-4 menunjukkan pertumbuhan tanaman serta komponen hasil edamame terbaik di tanah gambut. Aplikasi pupuk hayati juga berpengaruh dalam meningkatkan pH, kandungan C-Organik, N-Total dan C/N rasio pada tanah gambut.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat interaksi antara dosis dan waktu aplikasi pupuk hayati terhadap analisis pertumbuhan dan komponen hasil kedelai edamame pada tanah gambut.Penerapan pupuk hayati dengan dosis 75 kg/ha dan aplikasi pada 2 dan 4 MST menunjukkan respons pertumbuhan yang paling baik.Selain itu, aplikasi pupuk hayati juga berpengaruh dalam meningkatkan pH, kandungan C-Organik, N-Total dan C/N rasio pada tanah gambut.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh berbagai jenis pupuk hayati terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai edamame pada tanah gambut, dengan mempertimbangkan efektivitas mikroorganisme yang terkandung di dalamnya. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada interaksi antara pupuk hayati dengan varietas kedelai edamame yang berbeda, untuk mengidentifikasi kombinasi yang paling optimal dalam meningkatkan produktivitas. Ketiga, studi lebih mendalam mengenai pengaruh aplikasi pupuk hayati terhadap sifat fisik, kimia, dan biologi tanah gambut, termasuk perubahan struktur tanah, ketersediaan unsur hara, dan aktivitas mikroorganisme tanah, perlu dilakukan untuk memahami mekanisme peningkatan kesuburan tanah secara lebih komprehensif. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih detail dan bermanfaat bagi pengembangan teknologi budidaya kedelai edamame yang berkelanjutan di lahan gambut, serta meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk hayati untuk mencapai hasil panen yang optimal dan ramah lingkungan.

Read online
File size451.43 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test