UNIPASUNIPAS

Agro Bali : Agricultural JournalAgro Bali : Agricultural Journal

IAA adalah produk paling umum dari metabolisme L-triptofan yang dapat diproduksi oleh beberapa mikroorganisme. Beberapa mikroorganisme yang memiliki potensi menghasilkan IAA adalah bakteri rhizosfer pada tanaman Leguminosae, salah satunya adalah akasia. Acacia mangium, juga dikenal sebagai akasia, adalah pohon yang tumbuh cepat. Namun, akasia adalah tanaman invasif. Tanaman akasia memiliki bintil yang merupakan hasil simbiosis akar tanaman dan bakteri. Simbiosis ini dapat mempengaruhi kesuburan tanah. Banyak potensi yang dapat digali dari bakteri tanah, khususnya di rhizosfer. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengisolasi dan mengidentifikasi bakteri pada rizosfer tanaman akasia yang mampu menghasilkan IAA sebagai salah satu potensi untuk kandidat PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria). Metode yang digunakan meliputi pengambilan sampel, isolasi bakteri penghasil IAA, pemurnian bakteri, identifikasi bakteri dan uji biokimia, pembuatan kurva tumbuh bakteri, dan uji isolat bakteri pelarut fosfat. Hasil isolasi bakteri rhizosfer diperoleh sebanyak 10 isolat bakteri yang memiliki karakteristik berbeda secara morfologi. Berdasarkan hasil identifikasi bakteri berdasarkan pewarnaan Gram, bakteri tersebut masuk ke dalam genus Bacillus dan terdapat 5 isolat bakteri yang memiliki kemampuan menghasilkan IAA dan melarutkan fosfat sehingga bakteri tersebut memiliki potensi sebagai pupuk hayati.

Penelitian ini berhasil mengisolasi sepuluh bakteri dari rizosfer akar akasia, di mana tujuh di antaranya menghasilkan IAA, dengan isolat AM2.4c menghasilkan konsentrasi tertinggi pada hari keempat fase stasioner.Lima isolat menunjukkan kemampuan melarutkan fosfat meskipun indeks pelarutannya rendah, dan hasil ini menunjukkan potensi sebagai PGPR yang memerlukan identifikasi molekuler lebih lanjut dan uji in planta.

Penelitian selanjutnya dapat mengidentifikasi profil genetik lengkap bakteri yang menghasilkan IAA dan melarutkan fosfat melalui teknik sequencing untuk menentukan spesies dan gen terkait, sehingga memudahkan pemilihan strain yang paling efektif. Selain itu, penting untuk menguji apakah kombinasi bakteri penghasil IAA dengan bakteri pelarut fosfat pada tanaman akasia di lapangan dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman dan kandungan fosfor secara signifikan dibandingkan aplikasi tunggal, dengan melakukan percobaan desain faktorial yang melibatkan variasi konsentrasi inoculant. Selanjutnya, studi tentang interaksi antara bakteri PGPR yang diisolasi dengan mikrobioma tanah native dapat memberikan wawasan tentang bagaimana keberlanjutan dan efektivitas biofertilizer dipengaruhi pada lahan marginal, seperti bekas pertambangan, sehingga dapat mengoptimalkan strategi rehabilitasi tanah secara ekologis.

  1. Acacia mangium Willd.: ekologi, silvikultur dan produktivitas - CIFOR-ICRAF Knowledge: Publication. acacia... doi.org/10.17528/cifor/003479Acacia mangium Willd ekologi silvikultur dan produktivitas CIFOR ICRAF Knowledge Publication acacia doi 10 17528 cifor 003479
  2. Login | Jurnal Solum. jurnal solum required fields marked asterisk doi.org/10.25077/js.7.1.49-60.2010Login Jurnal Solum jurnal solum required fields marked asterisk doi 10 25077 js 7 1 49 60 2010
  1. #rantai pasok#rantai pasok
  2. #ubi jalar#ubi jalar
Read online
File size412.15 KB
Pages10
Short Linkhttps://juris.id/p-2ve
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test