PROSPECTPUBLISHINGPROSPECTPUBLISHING

Prospect: Jurnal Pemberdayaan MasyarakatProspect: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat

Bali adalah sepuluh besar provinsi penghasil sampah terbesar di Indonesia, terutama sampah plastik yang tidak terurai dan membahayakan makhluk hidup terutama satwa laut. Upaya untuk mengurangi sampah ini adalah dengan melakukan sosialisasi mengenai pentingnya pemilahan sampah melalui partisipasi masyarakat (bank sampah). Sebagian besar pengelola bank sampah di Provinsi Bali adalah perempuan yang tergabung juga dalam organisasi masyarakat dan adat. Permasalahan yang ada adalah tidak teridentifikasinya potensi dan kondisi bank sampah dengan baik sehingga banyak yang tidak mendapat perhatian pemerintah, sehingga terancam keberlanjutannya. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memetakan (mapping) kondisi dan potensi bank sampah yang ada di dua lokasi yakni Kota Denpasar dan Kabupaten Gianyar. Metode pengabdian dalam bentuk FGD dengan para perempuan pengelola bank sampah. Berdasarkan hasil FGD dirumuskan kondisi, kendala dan harapan para pengelola bank sampah. Simpulan selanjutnya adalah perempuan pengelola bank sampah masih belum seluruhnya mengenal dan memiliki akses pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan keberlanjutan bank sampah. Strategi yang bisa dilakukan adalah dengan meningkatkan sosialisasi dan pendampingan terhadap perempuan pengelola bank sampah.

Perempuan pengelola bank sampah di Kota Denpasar dan Kabupaten Gianyar belum sepenuhnya memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung keberlanjutan usaha mereka.Fokus pada perubahan perilaku pemilahan sampah, khususnya di kalangan generasi muda, perlu didukung dengan media digital seperti video pendek yang melibatkan influencer.Kegiatan pengabdian ini berhasil membuka wawasan dan jejaring kerja antar pengelola, meskipun masih terbatas pada dua lokasi.

Pertama, perlu dilakukan penelitian tentang efektivitas video dokumenter bertema kearifan lokal Bali dalam mengubah perilaku pemilahan sampah pada remaja di sekolah-sekolah Kota Denpasar. Kedua, perlu dikaji lebih lanjut bagaimana aplikasi digital seperti Sidarling bisa dimodifikasi agar lebih mudah digunakan oleh pengelola bank sampah yang memiliki keterbatasan literasi digital, terutama perempuan lanjut usia di Kabupaten Gianyar. Ketiga, sebaiknya dikembangkan studi mengenai sistem insentif berbasis poin digital yang terintegrasi dengan layanan publik daerah, untuk mengevaluasi dampaknya terhadap tingkat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah di wilayah lain di Provinsi Bali. Penelitian-penelitian ini penting untuk memastikan bahwa teknologi tidak hanya tersedia, tetapi juga dapat diakses dan dimanfaatkan secara adil dan berkelanjutan oleh seluruh lapisan masyarakat, khususnya perempuan pengelola bank sampah yang menjadi ujung tombak dalam upaya pengurangan sampah. Dengan pendekatan yang inklusif dan berbasis komunitas, hasil penelitian dapat menjadi dasar bagi kebijakan daerah yang lebih responsif dan efektif dalam mendukung ekonomi sirkular berbasis masyarakat.

  1. #pemanfaatan teknologi#pemanfaatan teknologi
  2. #layanan publik#layanan publik
Read online
File size649.34 KB
Pages12
Short Linkhttps://juris.id/p-1dS
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test