PTDISTTDPTDISTTD

Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi DaratJurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat

Kabupaten Pangandaran merupakan daerah unggulan di Provinsi Jawa Barat yang terkenal akan keindahan alam pesisirnya. Destinasi favorit wisatawan yaitu berada di pantai barat dan timur Pangandaran. Wisatawan yang berkunjung dominasi oleh kendaraan pribadi yang dapat menimbulkan kemacetan lalu-lintas. Oleh karena itu, sistem bike-sharing dapat menjadikan pilihan alternatif mobilitas baru. Namun yang terpenting dalam pengelolaan sistem bike-sharing adalah lokasi stasiun bike-sharing yang optimal dan penentuan rute jaringan jalur sepeda bike-sharing. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan data primer yaitu kuesioner AHP dan survei inventarisasi jalan, sedangkan data sekunder yang digunakan yaitu peta jaringan jalan, peta tata guna lahan, peta sebaran terminal, dan peta halte bus stop. Teknik analisis yang digunakan yaitu analisis data SMCA (Spatial Multi Criteria Analysis) untuk penentuan titik lokasi potensial stasiun bike-sharing dan analisis penentuan rute jaringan jalur sepeda dengan mempertimbangkan ketentuan pedoman teknis dalam perencanaan jalur sepeda, kondisi jalan dari survei inventarisasi jalan, dan titik lokasi potensial stasiun bike-sharing. Tujuan penelitian ini menentukan titik-titik potensial lokasi stasiun sepeda bike-sharing dan merencanakan rute jaringan jalur sepeda. Berdasarkan hasil analisis SMCA terdapat tujuh titik potensial lokasi stasiun bike-sharing dalam setiap radius 400 m di kawasan pantai barat dan timur Pangandaran. Sedangkan pada rute jaringan jalur sepeda, terdapat 8 (delapan) ruas jalan yang terpilih dengan berbagai pertimbangan di atas, namun sebagian ruas jalan yang ada perlu dilakukan perbaikan dengan rekomendasi terhadap kondisi geometrik jalan dan rekayasa lalu lintas agar memenuhi persyaratan teknis minimal lebar jalan bagi lalu lintas sepeda dan kendaraan bermotor sebagaimana pedoman teknis perencanaan jalur sepeda.

Penelitian ini menemukan tujuh titik potensial stasiun bike‑sharing yang tersebar di kawasan Pantai Barat‑Timur Pangandaran dengan radius layanan 500 m, yang berdekatan dengan hotel, pertokoan, kuliner, RTH, halte bus, dan terminal bus.Sebanyak delapan ruas jalan diusulkan sebagai jalur sepeda, namun empat di antaranya belum memenuhi standar lebar minimal untuk tipe lajur A maupun C.Rekomendasi meliputi pelebaran ruas jalan, penempatan lajur sepeda pada satu sisi, serta pengurangan lajur kendaraan melalui rekayasa lalu lintas satu arah.

Penelitian lanjutan dapat mengevaluasi efektivitas penempatan stasiun bike‑sharing yang diusulkan dengan mengukur tingkat penggunaan aktual oleh wisatawan serta dampaknya terhadap kemacetan selama musim puncak, sehingga dapat menjawab pertanyaan: seberapa besar kontribusi sistem bike‑sharing dalam mengurangi kepadatan lalu lintas di kawasan wisata? Selanjutnya, studi dapat mengkaji kebutuhan rekayasa lalu lintas dan desain geometrik jalan untuk mengakomodasi lajur sepeda pada tipe A dan C, khususnya pada ruas yang belum memenuhi standar lebar minimal, dengan fokus pada pengaruh perubahan desain terhadap keselamatan dan kenyamanan pengguna sepeda. Akhirnya, penelitian interdisipliner dapat mengeksplorasi integrasi sistem bike‑sharing dengan moda transportasi publik lokal, seperti terminal bus dan layanan ojek online, untuk mengidentifikasi skenario optimal yang meningkatkan aksesibilitas wisatawan sekaligus meminimalkan emisi karbon, melalui analisis jaringan multimodal berbasis data real‑time.

  1. Penentuan Titik Lokasi Stasiun Dan Rute Jaringan Jalur Sepeda Bike-sharing dalam Mendukung Mobilitas... jurnal.ptdisttd.ac.id/index.php/jpsttd/article/view/677Penentuan Titik Lokasi Stasiun Dan Rute Jaringan Jalur Sepeda Bike sharing dalam Mendukung Mobilitas jurnal ptdisttd ac index php jpsttd article view 677
Read online
File size1.05 MB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test