RADEN WIJAYARADEN WIJAYA

Sabbhata Yatra: Jurnal Pariwisata dan BudayaSabbhata Yatra: Jurnal Pariwisata dan Budaya

Sebagai salah satu destinasi wisata di Kabupaten Bogor, Pura Parahyangan Agung Jagatkarta merupakan pura terbesar di Jawa Barat dan terbesar kedua di Indonesia setelah Pura Besakih di Bali. Kekurangan atraksi wisata dan promosi dianggap menjadi faktor yang menyebabkan aktivitas pariwisata di daerah tersebut tidak optimal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif untuk menilai daya tarik wisata berdasarkan tiga aspek, yaitu sesuatu yang dapat dilihat, sesuatu yang dapat dilakukan, dan sesuatu yang dapat dibeli. Aspek sesuatu yang dapat dilihat memperoleh respons wisatawan sebesar 81,6 %. Aspek sesuatu yang dapat dilakukan memperoleh respons sebesar 79,9 % dan aspek sesuatu yang dapat dibeli memperoleh respons sebesar 47,8 %. Ketiga aspek memperoleh nilai yang baik sehingga dapat disimpulkan bahwa daya tarik wisata Pura Parahyangan Agung Jagatkarta tidak bermasalah pada aspek atraksi wisata.

Demografi wisatawan yang berkunjung ke Pura Parahyangan Agung Jagatkarta didominasi oleh kelompok usia 31‑40 tahun dengan proporsi laki‑laki lebih tinggi dibandingkan perempuan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya tarik wisata Pura Parahyangan Agung Jagatkarta tergolong baik pada aspek sesuatu yang dapat dilihat dan sesuatu yang dapat dilakukan, sementara aspek something to buy masih perlu ditingkatkan.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi bagaimana strategi pemasaran digital, termasuk media sosial dan kampanye daring, memengaruhi tingkat kunjungan wisatawan muda ke Pura Parahyangan Agung Jagatkarta, sehingga dapat mengidentifikasi saluran komunikasi yang paling efektif. Selain itu, penting untuk meneliti peran partisipasi komunitas lokal dalam pengembangan produk cinderamata, dengan fokus pada desain, kualitas, dan nilai budaya, guna meningkatkan aspek something to buy dan memberikan manfaat ekonomi bagi penduduk sekitar. Selanjutnya, studi longitudinal yang memantau perubahan kepuasan pengunjung setelah perbaikan infrastruktur seperti akses jalan, fasilitas parkir, dan area istirahat dapat memberikan gambaran tentang dampak jangka panjang terhadap retensi wisatawan. Penelitian juga dapat menilai pengaruh program edukasi budaya pada pengunjung, untuk melihat apakah peningkatan pengetahuan meningkatkan persepsi nilai wisata. Akhirnya, analisis komparatif antara Pura Parahyangan Jagatkarta dan situs warisan budaya lain di Jawa Barat dapat mengungkap faktor kompetitif yang memperkuat posisi sebagai destinasi unggulan. Dengan mengintegrasikan temuan tersebut, kebijakan pariwisata daerah dapat dirumuskan secara lebih berkelanjutan, mendukung pelestarian nilai budaya sekaligus meningkatkan kontribusi ekonomi lokal.

Read online
File size506.63 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test