DINASTIRESDINASTIRES
Journal of Law, Politic and HumanitiesJournal of Law, Politic and HumanitiesSistem hukum administrasi Indonesia terus berusaha untuk mendirikan kerangka pemerintahan yang efektif, transparan, dan bertanggung jawab. Salah satu isu kunci yang muncul adalah penerapan Keputusan Tata Usaha Negara Fiktif Positif (KTUN Fiktif Positif) sebagaimana diatur dalam Pasal 53 ayat (1) Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan. Dalam konteks perizinan lingkungan, konsep ini menimbulkan tantangan baru, khususnya mengenai pertanggungjawaban pejabat administrasi atas keputusan yang dianggap sah secara hukum karena kelalaian atau kelalaian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk pertanggungjawaban pejabat administrasi dalam kerangka Keputusan Tata Usaha Negara Fiktif Positif dan memeriksa mekanisme hukum yang tersedia untuk melindungi hak pemohon dan memastikan pelaksanaan efektif keputusan tersebut. Studi ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan statuta dan konsep. Temuan menunjukkan bahwa pejabat administrasi tetap bertanggung jawab secara administratif dan perdata untuk penerbitan keputusan fiktif positif, bahkan ketika keputusan tersebut diakui secara hukum. Selain itu, pengawasan oleh Ombudsman dan litigasi administratif melalui Pengadilan Tata Usaha Negara berfungsi sebagai instrumen penting untuk menegakkan pertanggungjawaban dan perlindungan hukum bagi publik. Oleh karena itu, reformasi penalaran yudisial dan penerapan konsisten prinsip pencegahan diperlukan untuk memastikan bahwa percepatan layanan publik tidak mengorbankan perlindungan lingkungan.
Analisis menunjukkan bahwa setelah penerapan Undang-Undang Cipta Kerja, mekanisme keputusan fiktif positif dalam perizinan telah mengalami transformasi mendalam.Di satu sisi, percepatan batas waktu keputusan, penyederhanaan prosedur melalui OSS, dan adopsi pendekatan berbasis risiko telah memfasilitasi efisiensi dan kemudahan bagi pemohon dan pelaku bisnis.Di sisi lain, reformasi ini juga menciptakan tantangan baru seperti risiko maladministrasi, melemahnya perlindungan hukum akibat pengurangan pengawasan yudisial, dan dominasi cabang eksekutif yang dapat mengganggu keseimbangan kekuasaan.Dalam konteks ini, Pengadilan Tata Usaha Negara melalui gugatan tindakan pemerintah, bersama dengan fungsi pengawasan Ombudsman Republik Indonesia, berfungsi sebagai instrumen penting untuk menegakkan pertanggungjawaban, transparansi, dan perlindungan hak warga dalam pelaksanaan pemerintahan administratif.
Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk menyelidiki dampak penerapan keputusan fiktif positif terhadap lingkungan dan bagaimana hal itu dapat mempengaruhi keseimbangan antara efisiensi administratif dan perlindungan lingkungan. Selain itu, studi komparatif tentang pendekatan yang berbeda dalam menangani keputusan fiktif positif di negara-negara lain dapat memberikan wawasan tentang praktik terbaik dan strategi untuk mengatasi tantangan yang muncul. Akhirnya, penelitian tentang peran Ombudsman dalam mengawasi dan memastikan pertanggungjawaban dalam keputusan fiktif positif dapat memberikan saran praktis untuk meningkatkan efektivitas mekanisme pengawasan.
- GUGATAN PERDATA BIDANG LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN DI INDONESIA | Aminah | Jurnal Hukum Progresif.... doi.org/10.14710/hp.7.2.142-152GUGATAN PERDATA BIDANG LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN DI INDONESIA Aminah Jurnal Hukum Progresif doi 10 14710 hp 7 2 142 152
- Jurnal Hukum dan Peradilan. perkara fiktif positif permasalahan hukumnya jurnal peradilan article home... doi.org/10.25216/jhp.6.3.2017.379-398Jurnal Hukum dan Peradilan perkara fiktif positif permasalahan hukumnya jurnal peradilan article home doi 10 25216 jhp 6 3 2017 379 398
- PRECAUTIONARY PRINCIPLE SEBAGAI LANDASAN DALAM MERUMUSKAN KEBIJAKAN PUBLIK | Latifah | Yustisia. principle... jurnal.uns.ac.id/yustisia/article/view/8742PRECAUTIONARY PRINCIPLE SEBAGAI LANDASAN DALAM MERUMUSKAN KEBIJAKAN PUBLIK Latifah Yustisia principle jurnal uns ac yustisia article view 8742
- Implikasi Kebijakan Izin Lingkungan Terhadap Lingkungan Hidup Di Indonesia | JURNAL USM LAW REVIEW. implikasi... doi.org/10.26623/julr.v5i2.5773Implikasi Kebijakan Izin Lingkungan Terhadap Lingkungan Hidup Di Indonesia JURNAL USM LAW REVIEW implikasi doi 10 26623 julr v5i2 5773
| File size | 339.52 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
ULBULB Perkembangan teknologi informasi telah mendorong pesatnya pertumbuhan electronic commerce (e-commerce) sebagai sarana transaksi perdagangan yang memberikanPerkembangan teknologi informasi telah mendorong pesatnya pertumbuhan electronic commerce (e-commerce) sebagai sarana transaksi perdagangan yang memberikan
ULBULB Di sisi lain, kelompok tani mengaku belum dilibatkan secara optimal dalam proses penetapan maupun penyelesaian status hukum tanah sehingga masih beradaDi sisi lain, kelompok tani mengaku belum dilibatkan secara optimal dalam proses penetapan maupun penyelesaian status hukum tanah sehingga masih berada
ULBULB Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan disparitas putusan, mengurangi kepastian hukum, dan menyebabkan perlindungan hukum terhadap anak sangat bergantungKondisi tersebut berpotensi menimbulkan disparitas putusan, mengurangi kepastian hukum, dan menyebabkan perlindungan hukum terhadap anak sangat bergantung
STIHALBANNASTIHALBANNA Pembuktian unsur rencana terlebih dahulu tetap mengikuti standar pembuktian perkara pidana, sehingga hakim wajib menguraikan secara argumentatif indikatorPembuktian unsur rencana terlebih dahulu tetap mengikuti standar pembuktian perkara pidana, sehingga hakim wajib menguraikan secara argumentatif indikator
E SIBERE SIBER Peran Bukti Elektronik dalam Membuktikan Tindak Pidana di Era Digital, Peraturan alat pembuktian elektronik dalam Hukum Acara Pidana secara khusus belumPeran Bukti Elektronik dalam Membuktikan Tindak Pidana di Era Digital, Peraturan alat pembuktian elektronik dalam Hukum Acara Pidana secara khusus belum
MEJAILMIAHMEJAILMIAH Pasal 473 mengatur bahwa pelaku tindak pidana kekerasan seksual terhadap anak dan penyandang disabilitas akan diancam dengan hukuman penjara paling singkatPasal 473 mengatur bahwa pelaku tindak pidana kekerasan seksual terhadap anak dan penyandang disabilitas akan diancam dengan hukuman penjara paling singkat
UMRAHUMRAH Metode penelitan dalam tulisan ini adalah bersifat normatif. Bersifat normatif karena menggunakan data sekunder untuk meneliti kaidah atau norma. PenelitianMetode penelitan dalam tulisan ini adalah bersifat normatif. Bersifat normatif karena menggunakan data sekunder untuk meneliti kaidah atau norma. Penelitian
UMRAHUMRAH Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian hukum normatif dengan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka. Hasil penelitian yang didapatkanMetode penelitian yang digunakan yaitu penelitian hukum normatif dengan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka. Hasil penelitian yang didapatkan
Useful /
UNPADUNPAD Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasikan dan mendeskripsikan peran pekerja sosial sebagai community development workers dalam menangani anak-anakArtikel ini bertujuan untuk mengidentifikasikan dan mendeskripsikan peran pekerja sosial sebagai community development workers dalam menangani anak-anak
UNIVAL CILEGONUNIVAL CILEGON Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab kerusakan paving block di UMKM XZY serta memberikan rekomendasi perbaikan dari sisiPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab kerusakan paving block di UMKM XZY serta memberikan rekomendasi perbaikan dari sisi
MEJAILMIAHMEJAILMIAH memperoleh tatacara memperoleh Izin Mendirikan Bangunan di Yogyakarta yang benar. 2. Apartemen Royal tidak memenuhi syarat mendirikan Bangunan di kawasanmemperoleh tatacara memperoleh Izin Mendirikan Bangunan di Yogyakarta yang benar. 2. Apartemen Royal tidak memenuhi syarat mendirikan Bangunan di kawasan
UMSUMS Penelitian ini menerapkan Information Value Model (IVM) berbasis bukti dengan menggunakan delapan parameter yaitu kemiringan lereng, arah hadap lereng,Penelitian ini menerapkan Information Value Model (IVM) berbasis bukti dengan menggunakan delapan parameter yaitu kemiringan lereng, arah hadap lereng,