POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR

Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery)Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery)

Kemampuan bahasa merupakan aspek penting dalam perkembangan anak, namun keterlambatan bahasa tetap menjadi masalah umum secara global dan nasional, termasuk di wilayah Pusat Kesehatan Primer Tanon. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara stimulasi verbal orang tua dan perkembangan bahasa pada bayi berusia 6-12 bulan. Penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional dilakukan pada Mei-Juni 2025, melibatkan 41 orang tua dan bayi mereka yang dipilih melalui sampling acak proporsional. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner stimulasi verbal yang telah divalidasi (α = 0,767) dan lembar observasi perkembangan bahasa yang divalidasi oleh ahli (skor validitas = 0,8295). Hasil menunjukkan bahwa stimulasi verbal orang tua dikategorikan sebagai baik (48,78%), cukup (43,9%), dan buruk (7,32%). Hasil perkembangan bahasa bayi adalah sangat baik berkembang (36,59%), sesuai harapan (26,83%), muncul (21,95%), dan belum berkembang (14,63%). Korelasi Rank Spearman menunjukkan hubungan signifikan antara stimulasi verbal orang tua dan perkembangan bahasa bayi (p = 0,02). Temuan ini menekankan pentingnya stimulasi verbal awal yang konsisten didukung oleh pekerja kesehatan melalui pendidikan dan konseling di posyandu untuk mencegah keterlambatan bahasa.

Penelitian di wilayah kerja Pusat Kesehatan Tanon menunjukkan bahwa sebagian besar orang tua memberikan stimulasi verbal dalam kategori baik hingga cukup, sementara sebagian kecil masih dalam kategori buruk.Bayi menunjukkan hasil perkembangan bahasa yang bervariasi, mulai dari belum berkembang hingga sangat baik berkembang.Analisis korelasi mengonfirmasi hubungan signifikan antara stimulasi verbal orang tua dan perkembangan bahasa pada bayi berusia 6-12 bulan.Namun, keterbatasan seperti ukuran sampel kecil, variabel konfounding yang tidak terkontrol, dan bias laporan diri harus dipertimbangkan dalam menafsirkan hasil.Keunikan penelitian ini terletak pada fokusnya pada wilayah Pusat Kesehatan Tanon, yang memiliki prevalensi tinggi penyimpangan perkembangan bahasa, menjadikannya dasar yang berharga untuk intervensi promotif pada tingkat perawatan primer.Stimulasi verbal harus diberikan secara konsisten oleh orang tua, didukung oleh pekerja kesehatan melalui pendidikan, konseling, dan program stimulasi bahasa di posyandu, untuk mencegah keterlambatan bahasa awal.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi longitudinal yang lebih besar untuk mengonfirmasi hubungan antara stimulasi verbal orang tua dan perkembangan bahasa pada bayi. Selain itu, penting untuk menyelidiki faktor-faktor konfounding yang dapat mempengaruhi hasil, seperti tingkat pendidikan orang tua, status sosial ekonomi, dan kondisi biologis bayi. Penelitian juga dapat mengeksplorasi strategi intervensi yang efektif untuk meningkatkan stimulasi verbal orang tua dan memantau dampak jangka panjangnya pada perkembangan bahasa bayi. Selain itu, penelitian dapat fokus pada pengembangan program pendidikan dan konseling yang komprehensif untuk orang tua, yang mencakup strategi stimulasi verbal yang efektif dan cara-cara untuk meningkatkan interaksi bahasa dengan bayi mereka. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi pada upaya pencegahan dan intervensi untuk mendukung perkembangan bahasa awal pada bayi.

  1. Parental Verbal Stimulation as a Key Factor Influencing Early Language Development in Infants | Jurnal... doi.org/10.33992/jik.v13i2.4766Parental Verbal Stimulation as a Key Factor Influencing Early Language Development in Infants Jurnal doi 10 33992 jik v13i2 4766
Read online
File size362.06 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test