STTBEREASTTBEREA

LOGIA: Jurnal Teologi PentakostaLOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta

Penelitian ini membahas peran Pendidikan agama Kristen dalam mengatasi tantangan Kesehatan mental pada lansia. Tujuan dari penelitian ini adalah Kesehatan mental pada lansia dapat ditingkatkan melalui pendeketan Pendidikan agama Kristen sebagai fondasi yang kokoh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode analisis deskriptif. Perhatian terhadap lansia perlu dilakukan agar terjadi peningkatan kualitas hidup para lansia, mengingat pada usia lansia banyak terjadi persoalan yang dapat menyebabkan lansia menjadi depresi, hingga mengalami keputusasaan karena jarang mendapat perhatian khusus. Kesehatan mental perlu menjadi perhatian dalam keluarga agar para lansia dapat mengalami kualitas hidup yang bahagia diakhir hidupnya. Pada usia lansia, pemikiran setelah usia pensiun memiliki dampak yang signifikan dari usia produktif yang biasa disibukkan dengan pekerjaan dan aktivitas yang relatif banyak berubah menjadi saat berkurangnya jenis kegiatan yang dapat dilakukan. Penurunan kegiatan ini didukung oleh berkurangnya penghasilan yang diperoleh sehingga tidak leluasa dalam melakukan hal yang diinginkan. Pendidikan Agama Kristen bagi lansia harus terus dilakukan dalam pendekatan Pembangunan karakter lansia sehingga dapat mengatasi segala gangguan kesehatan mental baik secara jasmani maupun rohani.

Kesehatan mental lansia memerlukan perhatian serius karena melibatkan aspek sosial, psikologis, fisik, dan spiritual, serta memerlukan peran gereja yang terukur dalam pelayanan pastoral.Pendidikan Agama Kristen terbukti memberikan dampak positif signifikan terhadap kesehatan mental lansia dan harus terus dilaksanakan.Dengan melibatkan lansia dalam aktivitas pelayanan gereja, mereka tetap memiliki tujuan, motivasi, dan rasa berguna yang meningkatkan kualitas hidup.

Penelitian selanjutnya dapat menguji efektivitas intervensi gabungan antara pendidikan agama Kristen dan terapi psikologis dalam meningkatkan kesejahteraan mental lansia, dengan mengukur perubahan tingkat depresi, kecemasan, dan rasa kebersamaan setelah program berlangsung. Selanjutnya, penelitian dapat mengeksplorasi penerapan konseling pastoral secara digital, seperti tele‑counseling atau aplikasi mobile, untuk menilai sejauh mana metode tersebut dapat mengurangi rasa kesepian dan meningkatkan dukungan rohani pada lansia yang tinggal terpisah dari komunitas gereja. Selain itu, studi longitudinal dapat menyelidiki dampak program pelayanan intergenerasi di gereja, di mana lansia berpartisipasi sebagai mentor dalam kegiatan ibadah atau sosial, terhadap persepsi makna hidup, motivasi, dan kesehatan mental mereka selama beberapa tahun. Ketiga arah penelitian ini diharapkan dapat memberikan bukti empiris yang lebih kuat bagi gereja dalam merancang kebijakan pelayanan pastoral yang holistik dan berkelanjutan bagi para lansia.

Read online
File size1.19 MB
Pages19
DMCAReport

Related /

ads-block-test