FIKES UMWFIKES UMW

Miracle Journal of Public HealthMiracle Journal of Public Health

Puskesmas Kemaraya mendapatkan data bahwa di tahun 2018 hipertensi tidak hanya diderita oleh lansia, tetapi juga diderita oleh usia muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah NA, SI dan stress merupakan faktor risiko terhadap penyakit hipertensi pada usia 15-44 di Puskesmas Kemaraya Kota Kendari. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan desain Case Control Study. Populasi dalam penelitian ini adalah 908 orang, dengan teknik penerikan sampel secara accidental sampling, dengan jumlah sampel 55 orang. Metode analisis menggunakan uji Statistik Odds Ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa NA, SI, dan Stres merupakan faktor risiko hipertensi. Hal tersebut dapat dilihat dari nilai uji statistik NA (OR= 4,235), SI (OR= 3,353) dan Stres (OR= 4,266) dimana p < α yang menunjukkan perbedaan yang signifikan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Negative affectifity, Social inhibition, dan Stres merupakan faktor risiko hipertensi. Diharapkan perlu diadakan pengecekan tekanan darah oleh pihak puskesmas secara rutin minimal sekali setahun untuk mendeteksi kasus hipertensi pada usia muda terutama di sekolah menengah atas dan penderita hipertensi agar selalu mengontrol tekanan darahnya.

Dapat disimpulkan bahwa Negative affectivity, Social Inhibition, dan Stres merupakan faktor risiko kejadian hipertensi pada usia 15 - 44 di Puskesmas Kemaraya Kota Kendari.

Penelitian selanjutnya dapat menggunakan desain kohort prospektif yang melibatkan beberapa puskesmas di wilayah Sulawesi Tenggara untuk menilai hubungan kausal antara Negative Affectivity, Social Inhibition, dan stres dengan kejadian hipertensi pada populasi usia 15-44 tahun, sehingga dapat mengatasi keterbatasan sampel kecil dan teknik sampling accidental pada studi ini. Selanjutnya, diperlukan uji intervensi yang menilai efektivitas program manajemen stres dan konseling psikologis dalam menurunkan skor Negative Affectivity dan Social Inhibition serta mempengaruhi perubahan tekanan darah pada kelompok risiko tinggi, sehingga dapat memberikan bukti praktis bagi kebijakan puskesmas. Selain itu, kajian mekanistik yang mengukur biomarker fisiologis seperti kortisol, interleukin-6, atau aktivitas sistem saraf otonom pada subjek dengan tipe kepribadian tipe D dapat mengungkap jalur biologis yang menghubungkan faktor psikologis dengan hipertensi, memperluas pemahaman tentang patofisiologi penyakit ini.

Read online
File size240.39 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test