UEUUEU

Health PublicaHealth Publica

Penyelenggaraan makanan sangat erat kaitannya dengan sumber daya manusia, khususnya dalam meningkatkan kesehatan dan produktivitas kerja. Tenaga kerja yang terlibat dalam proses penyelenggaraan makanan memiliki peran yang sangat penting, mulai dari perencanaan, pengadaan bahan, hingga penyajian. Kesesuaian tenaga pengolah makanan dengan pekerjaannya akan menghasilkan kinerja tenaga pengolah makanan yang produktif. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui kesesuaian tenaga pekerja di Instalasi Catering PT. Binar Grafana Indonesia serta menganalisa karakteristik penyelenggaraan makanan di Instalasi Catering PT. Binar Grafana Indonesia. Jenis penelitian ini yaitu penelitian observasional analitik dengan metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan wawancara. Hasil analisa tenaga kerja yang diamati dengan uraian tugas per kategori SDM khususnya untuk tenaga pengolah makanan kebutuhan ideal untuk (quality control, persiapan BM, pelaksana pemasak) adalah 7 orang. Kebutuhan ideal untuk (PJ gudang, pelaksana pengolah nasi, persiapan sayur) sekitar 4 orang. Sedangkan, pada catering ini hanya 2 orang yang merangkap semua tugas ini. Karena hal tersebut mereka sering melakukan double job dan bekerja lebih dari 10 jam sehari. Beban kerja mereka jauh melampaui kapasitas normal sehingga menyebabkan kelelahan dan potensi penurunan kualitas. Oleh sebab itu, pihak Catering dapat meningkatkan daya tarik posisi pekerjaan, memperluas skala usaha, dan menciptakan lingkungan kerja yang mendukung, sehingga dapat menambah tenaga kerja yang diperlukan untuk mencapai efisiensi operasional yang optimal.

Analisis menunjukkan perbedaan signifikan antara jumlah tenaga kerja ideal (12) dan yang tersedia (5) di PT Binar Grafana Indonesia.Kekurangan tenaga menyebabkan beban kerja berlebih, berisiko menurunkan kualitas layanan serta meningkatkan kelelahan dan stres karyawan.Manajemen perlu segera mengevaluasi dan merencanakan pengelolaan SDM yang lebih efektif, termasuk merekrut tambahan tenaga untuk memenuhi kebutuhan operasional.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji dampak penerapan sistem shift kerja dan redistribusi beban kerja terhadap tingkat kelelahan serta kualitas layanan pada instalasi catering, sehingga dapat memberikan rekomendasi praktis untuk mengurangi beban kerja berlebih. Selanjutnya, evaluasi efektivitas penggunaan perangkat lunak penjadwalan berbasis metode WISN dalam mengoptimalkan penentuan jumlah staf yang diperlukan dapat menjadi fokus, dengan mengukur peningkatan efisiensi operasional dan kepuasan karyawan. Akhirnya, studi eksploratif mengenai integrasi ahli gizi dalam proses operasional catering dapat menilai kontribusinya terhadap peningkatan kualitas menu serta dampak kesehatan konsumen, yang sekaligus membuka peluang pengembangan model layanan catering berbasis gizi terstandarisasi.

  1. ANALYSIS OF COOKING STAFF NEEDS USING THE INDEX STAFFING NEEDS (ISN) AND WORKLOAD INDICATORS OF STAFFING... doi.org/10.47522/jmk.v7i1.349ANALYSIS OF COOKING STAFF NEEDS USING THE INDEX STAFFING NEEDS ISN AND WORKLOAD INDICATORS OF STAFFING doi 10 47522 jmk v7i1 349
Read online
File size554.53 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test