IIESECOREIIESECORE

EDUCATIONEEDUCATIONE

Pengembangan infrastruktur transportasi yang cepat memerlukan desain jembatan yang aman, efisien, dan ekonomis. Jembatan rangka baja banyak digunakan untuk aplikasi jangka menengah hingga panjang karena rasio kekuatan terhadap berat yang tinggi. Studi ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan kinerja struktural jembatan rangka baja tipe Warren, Pratt, dan Howe dengan bentang 60 m serta menentukan konfigurasi rangka yang paling optimal berdasarkan parameter kinerja struktural. Kontribusi utama studi ini adalah integrasi perbandingan tipe rangka dengan dua skenario beban gempa, yaitu parameter gempa lokal yang dikembangkan dari data bahaya gempa dan kondisi tanah spesifik serta parameter gempa yang ditentukan dalam SNI 2833:2016. Pendekatan kuantitatif digunakan melalui analisis struktural numerik menggunakan perangkat lunak MIDAS Civil berdasarkan metode Load and Resistance Factor Design (LRFD). Setiap model jembatan dianalisis dengan kondisi geometri, material, dan beban yang identik. Kinerja struktural dinilai berdasarkan Rasio Kebutuhan Kapasitas (DCR), lendutan maksimum, berat struktural, dan reaksi tumpuan. Dua skenario gempa dipertimbangkan, yaitu parameter gempa lokal yang dihasilkan menggunakan EZ-FRISK dan parameter gempa berdasarkan SNI 2833:2016. Hasil menunjukkan bahwa semua konfigurasi rangka memenuhi persyaratan keselamatan struktural dengan nilai DCR tidak melebihi 1,0. Rangka Warren menunjukkan kinerja terbaik secara keseluruhan, dengan nilai DCR maksimum 0,989 di bawah beban gempa lokal dan 0,970 di bawah beban gempa SNI, lendutan maksimum 66,14 mm, dan berat struktural teringan 3000,8 kN. Rangka Pratt dan Howe memiliki berat struktural sekitar 2,31% dan 7,94% lebih besar daripada Rangka Warren. Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa parameter gempa lokal menghasilkan gaya internal yang lebih tinggi, nilai DCR, dan reaksi tumpuan dibandingkan dengan parameter gempa SNI 2833:2016, meskipun pengaruhnya terhadap lendutan struktural relatif tidak signifikan. Berdasarkan evaluasi DCR, lendutan, berat struktural, dan reaksi tumpuan, Rangka Warren diidentifikasi sebagai konfigurasi paling optimal untuk jembatan rangka baja dengan bentang 60 m. Tipe rangka ini memberikan keseimbangan terbaik antara keselamatan struktural, kekakuan, stabilitas, dan efisiensi material. Temuan studi ini dapat menjadi referensi dalam memilih konfigurasi rangka baja dan menekankan pentingnya mengintegrasikan karakteristik gempa spesifik lokasi ke dalam desain jembatan.

Berdasarkan analisis dan diskusi tiga jenis jembatan rangka baja, yaitu Rangka Warren, Pratt, dan Howe dengan bentang 60 m, dapat disimpulkan bahwa semua struktur memenuhi persyaratan kekuatan setelah optimisasi, dengan nilai DCR ≤ 1,0, sementara nilai lendutan tetap dalam batas yang diperbolehkan.Perbedaan kinerja struktural dipengaruhi oleh konfigurasi rangka, yang memengaruhi distribusi gaya internal, efisiensi material, dan reaksi tumpuan.Perbedaan antara data gempa lokal dan SNI 2833.2016 juga menunjukkan perbedaan respons struktural, di mana input gempa lokal menghasilkan kondisi yang lebih representatif dari perilaku aktual lokasi.Diantara tiga konfigurasi, Rangka Warren menunjukkan kinerja terbaik secara keseluruhan, ditandai dengan penggunaan material paling efisien (berat struktural teringan), nilai DCR paling menguntungkan, lendutan relatif kecil, dan distribusi reaksi yang lebih stabil.Oleh karena itu, Rangka Warren diidentifikasi sebagai alternatif paling optimal dan efisien untuk desain jembatan rangka baja dengan bentang 60 m.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada evaluasi kinerja jembatan rangka baja dengan bentang yang lebih panjang, seperti 80 m atau lebih, untuk melihat apakah konfigurasi Rangka Warren tetap optimal dalam skala yang berbeda. Selain itu, studi tentang pengaruh variasi material konstruksi, seperti penggunaan baja tahan karat atau komposit, terhadap efisiensi struktural dan respons gempa juga layak dijelajahi. Terakhir, penelitian dapat menggabungkan analisis lingkungan lain seperti dampak perubahan suhu ekstrem atau korosi pada jembatan rangka baja, terutama di daerah dengan kondisi iklim yang ekstrem.

  1. Literature Review: The Influence of Truss Configuration and Height on Steel Truss Bridges Based on Deflection... Doi.Org/10.26418/Jts.V25i2.91399Literature Review The Influence of Truss Configuration and Height on Steel Truss Bridges Based on Deflection Doi Org 10 26418 Jts V25i2 91399
  2. ANALISIS PENGARUH TIPE RANGKA WARREN, PRATT, HOWE, DAN K-TRUSS TERHADAP EFISIENSI JEMBATAN RANGKA BAJA... journal3.um.ac.id/index.php/ft/article/view/6031ANALISIS PENGARUH TIPE RANGKA WARREN PRATT HOWE DAN K TRUSS TERHADAP EFISIENSI JEMBATAN RANGKA BAJA journal3 um ac index php ft article view 6031
Read online
File size737.98 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test