ANTISPUBLISHERANTISPUBLISHER

Journal of Learning on History and Social SciencesJournal of Learning on History and Social Sciences

Tujuan: Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak ekonomi dan sosial-kultural dari pariwisata agama di kota multi-kepercayaan Palangka Raya, dengan fokus pada dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat lokal, pelestarian identitas sosial, serta perlindungan warisan suci dari komersialisasi. Metode: Desain studi kasus kualitatif digunakan, dengan wawancara mendalam terhadap pemimpin agama, pejabat pariwisata, pelaku usaha, dan anggota masyarakat, ditambah observasi partisipan dan tinjauan dokumen. Hasil: Temuan menunjukkan bahwa pariwisata agama berdampak positif pada perekonomian lokal melalui penciptaan peluang penghidupan, penguatan perdagangan kecil, dan peningkatan industri kerajinan budaya. Secara sosial, hal ini mendorong revitalisasi budaya dan solidaritas antar-agama, meskipun tantangan terkait pengembangan infrastruktur, kolaborasi pemangku kepentingan, dan sensitivitas budaya tetap ada. Novelty: Artikel ini memberikan perspektif unik tentang pariwisata agama dalam konteks Borneo multi-kepercayaan, menyoroti potensinya untuk pengembangan holistik ketika didukung oleh perencanaan komprehensif dan partisipasi lokal. Ini berkontribusi pada pemahaman akademik tentang pariwisata agama di destinasi baru, menawarkan wawasan bernuansa tentang dinamika pariwisata di lingkungan keagamaan beragam.

Pariwisata agama berkontribusi signifikan terhadap perekonomian dan konservasi budaya di Palangka Raya, tetapi tantangan infrastruktur dan koordinasi pemangku kepentingan masih menghambat keberlanjutan.Partisipasi masyarakat dan keberagaman keagamaan menjadi dasar kuat untuk pengembangan yang berkelanjutan.Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengkaji dampak jangka panjang pariwisata agama terhadap identitas budaya dan strategi pengelolaan yang berkelanjutan.

Penelitian pertama dapat mengkaji dampak jangka panjang pariwisata agama terhadap identitas budaya lokal melalui pendekatan longitudinal. Kedua, studi tentang model kolaborasi antara pemangku kepentingan (pemerintah, komunitas, dan pelaku usaha) untuk mengoptimalkan manfaat ekonomi tanpa mengorbankan nilai budaya. Ketiga, eksplorasi strategi pengelolaan pariwisata berkelanjutan di wilayah multi-agama, dengan fokus pada penguatan kapasitas komunitas dan regulasi yang inklusif. Saran-saran ini bertujuan untuk memperluas pemahaman tentang dinamika pariwisata agama dan memberikan kerangka kerja praktis untuk pengembangan yang berkelanjutan.

Read online
File size273.75 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test