IAIN PONOROGOIAIN PONOROGO

Invest Journal of Sharia & Economic LawInvest Journal of Sharia & Economic Law

Penelitian ini mengkaji bagaimana kearifan lokal tercermin dalam praktik akuntansi modal pada penjual ilabulo di Gorontalo. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan bagaimana nilai budaya dan kekeluargaan membentuk cara pelaku usaha kecil memahami serta mengelola modal. Menggunakan pendekatan kualitatif berbasis paradigma Islam dan etnometodologi, data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dan tidak terstruktur. Analisis dilakukan melalui lima tahapan, amal, ilmu, iman, informasi wahyu, dan ihsan, untuk memahami bagaimana praktik akuntansi tertanam dalam interaksi sosial sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik akuntansi modal para penjual ilabulo sangat berakar pada nilai keharmonisan keluarga, yang tercermin dalam ungkapan delo tombowata lo tabu wau labiya (seperti campuran lemak dan sagu) sebagai simbol kesatuan dan saling ketergantungan dalam usaha berbasis rumah tangga. Temuan ini memperluas pemahaman teoritis tentang akuntansi modal dengan menunjukkan bagaimana kearifan lokal dan nilai-nilai Islam membentuk praktik keuangan pada usaha mikro. Secara praktis, penelitian ini memberikan panduan bagi usaha kecil untuk mengintegrasikan nilai budaya dan keagamaan dalam akuntansi, serta menjadi masukan bagi pembuat kebijakan dalam merancang program pendampingan usaha mikro. Penelitian ini bersifat kontekstual pada penjual ilabulo di Gorontalo sehingga penerapannya perlu disesuaikan di konteks lain.

Penelitian ini menunjukkan bahwa praktik akuntansi modal para penjual ilabulo di Gorontalo berakar pada nilai keharmonisan keluarga.Temuan ini menunjukkan bagaimana kearifan lokal dan nilai-nilai Islam membentuk praktik keuangan pada usaha mikro.Penelitian ini memberikan panduan untuk integrasi nilai budaya dan agama dalam akuntansi.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi bagaimana nilai budaya lokal lainnya memengaruhi praktik akuntansi di wilayah lain di Indonesia. Selain itu, studi lebih lanjut diperlukan untuk membandingkan pengaruh kearifan lokal terhadap akuntansi mikro usaha dengan konteks budaya yang berbeda. Terakhir, penelitian dapat mengembangkan metode digital untuk merekam dan mengelola data akuntansi yang sesuai dengan nilai-nilai tradisional, seperti penggunaan aplikasi berbasis komunitas untuk mendukung transparansi dan keberlanjutan bisnis.

  1. View of Tracing Accounting in Javanese Tradition. view tracing accounting javanese tradition doi.org/10.34199/ijracs.2019.4.003View of Tracing Accounting in Javanese Tradition view tracing accounting javanese tradition doi 10 34199 ijracs 2019 4 003
  2. "Delo Tombowata lo Tabu wau Labiya": Islamic Cultural Values Reflected in Capital Accounting... jurnal.iainponorogo.ac.id/index.php/invest/article/view/12723Delo Tombowata lo Tabu wau Labiya Islamic Cultural Values Reflected in Capital Accounting jurnal iainponorogo ac index php invest article view 12723
Read online
File size279.92 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test