IAIN PONOROGOIAIN PONOROGO
El-DusturieEl-DusturiePerlindungan lingkungan hidup di Indonesia masih bertumpu pada paradigma antroposentris yang memposisikan alam sebagai objek pemanfaatan, bukan sebagai entitas yang memiliki hak untuk eksis. Kondisi ini tercermin dalam berbagai instrumen hukum, mulai dari UUD NRI 1945, UU No. 32 Tahun 2009 tentang PPLH, UU No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, hingga UU No. 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja, serta dalam praktik peradilan yang senantiasa mensyaratkan kerugian langsung pada manusia sebagai dasar gugatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi penegakan hak-hak alam di Indonesia dan merumuskan model penegakannya melalui perspektif Deep Ecology dari Arne Naess dan gagasan Should Trees Have Standing? dari Christopher D. Stone. Hasil penelitian menunjukkan bahwa regulasi dan praktik peradilan di Indonesia belum mengakui alam sebagai subjek hukum, sehingga perlindungan lingkungan bersifat reaktif, bukan preventif. Penelitian ini mengidentifikasi empat aktor potensial sebagai guardian alam, yakni Masyarakat Hukum Adat, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Lembaga Swadaya Masyarakat Lingkungan, dan Ombudsman Lingkungan Hidup yang diusulkan, yang masing-masing memiliki keterbatasan, sehingga dirumuskan model guardian berjenjang dan kolaboratif sebagai mekanisme implementasi. Penelitian ini merekomendasikan reformasi hukum lingkungan melalui pengakuan legal standing bagi alam, penguatan kelembagaan guardian independen, serta reorientasi sistem AMDAL dan keadilan restoratif ekologis guna mewujudkan penegakan hukum lingkungan yang berkeadilan ekologis di Indonesia.
Penegakan hak-hak alam di Indonesia masih berfokus pada paradigma antroposentris, dengan regulasi yang memposisikan alam sebagai objek yang dikelola demi kepentingan manusia.Praktik peradilan mensyaratkan kerugian langsung pada manusia sebagai dasar gugatan, sehingga alam belum memiliki kedudukan hukum untuk mempertahankan keberadaannya sendiri.Penelitian ini menyarankan reformasi hukum lingkungan melalui pengakuan legal standing bagi alam, penguatan institusi guardian independen, dan perubahan sistem AMDAL serta keadilan ekologis untuk menciptakan pendekatan yang lebih preventif dan berkeadilan.
Penelitian lanjutan dapat mengkaji penerapan pengakuan legal standing bagi alam dalam kerangka hukum Indonesia, terutama melalui amandemen UU PPLH atau pembentukan UU khusus. Selain itu, perlu dilakukan analisis terhadap efektivitas model guardian berjenjang dan kolaboratif yang melibatkan Masyarakat Hukum Adat, LSM lingkungan, dan Ombudsman Lingkungan Hidup. Terakhir, penelitian dapat mengembangkan pendekatan restorative justice ekologis untuk memastikan sanksi hukum tidak hanya bersifat punitif tetapi juga mengharuskan pemulihan ekosistem secara mandatoris.
- Penetapan Alam Sebagai Subjek Hukum | Jurnal Mengkaji Indonesia. penetapan alam subjek jurnal mengkaji... doi.org/10.59066/jmi.v2i1.219Penetapan Alam Sebagai Subjek Hukum Jurnal Mengkaji Indonesia penetapan alam subjek jurnal mengkaji doi 10 59066 jmi v2i1 219
- Jurnal Hukum Legalita | Jurnal Hukum Legalita. jurnal legalita relasi hak asasi manusia kearifan lokal... jurnal.umko.ac.id/index.php/legalita/article/view/978Jurnal Hukum Legalita Jurnal Hukum Legalita jurnal legalita relasi hak asasi manusia kearifan lokal jurnal umko ac index php legalita article view 978
- LINGKUNGAN HIDUP SEBAGAI SUBJEK HUKUM: REDEFINISI RELASI HAK ASASI MANUSIA DAN HAK ASASI LINGKUNGAN HIDUP... doi.org/10.22219/jihl.v26i1.6610LINGKUNGAN HIDUP SEBAGAI SUBJEK HUKUM REDEFINISI RELASI HAK ASASI MANUSIA DAN HAK ASASI LINGKUNGAN HIDUP doi 10 22219 jihl v26i1 6610
| File size | 515.87 KB |
| Pages | 19 |
| DMCA | Report |
Related /
IAIN PONOROGOIAIN PONOROGO Penelitian ini bertujuan menganalisis ancaman cryptocurrency terhadap kedaulatan negara berdasarkan Pasal 1 ayat (3), Pasal 23, dan Pasal 33 UUD NRI 1945.Penelitian ini bertujuan menganalisis ancaman cryptocurrency terhadap kedaulatan negara berdasarkan Pasal 1 ayat (3), Pasal 23, dan Pasal 33 UUD NRI 1945.
IAIN PONOROGOIAIN PONOROGO Faktor dominan yang memengaruhi perilaku ini adalah faktor sosial, khususnya pengaruh media sosial. Dampaknya meliputi gaya hidup boros, kurangnya sikapFaktor dominan yang memengaruhi perilaku ini adalah faktor sosial, khususnya pengaruh media sosial. Dampaknya meliputi gaya hidup boros, kurangnya sikap
IAIN PONOROGOIAIN PONOROGO Perbedaan tersebut apabila tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan kesalahpahaman, menurunkan kerja sama, dan menghambat efektivitas organisasi secaraPerbedaan tersebut apabila tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan kesalahpahaman, menurunkan kerja sama, dan menghambat efektivitas organisasi secara
IAIN PONOROGOIAIN PONOROGO Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh utama, Emak, menggunakan berbagai strategi tindak tutur persuasif seperti ajakan, nasihat, teguran halus, hinggaHasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh utama, Emak, menggunakan berbagai strategi tindak tutur persuasif seperti ajakan, nasihat, teguran halus, hingga
IAIN PONOROGOIAIN PONOROGO Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sampel 40 responden. Hasil analisis menunjukkan bahwa keunggulan produk, digital marketing,Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sampel 40 responden. Hasil analisis menunjukkan bahwa keunggulan produk, digital marketing,
IAIN PONOROGOIAIN PONOROGO Temuan penelitian menunjukkan bahwa krisis ekologis direpresentasikan melalui dominasi makna konotatif dan metafora konseptual yang menggambarkan degradasiTemuan penelitian menunjukkan bahwa krisis ekologis direpresentasikan melalui dominasi makna konotatif dan metafora konseptual yang menggambarkan degradasi
IAIN PONOROGOIAIN PONOROGO Penelitian ini membuktikan bahwa trauma dalam karya sastra tidak hanya menjadi beban psikologis, tetapi juga katalis pembentukan identitas yang lebih matang.Penelitian ini membuktikan bahwa trauma dalam karya sastra tidak hanya menjadi beban psikologis, tetapi juga katalis pembentukan identitas yang lebih matang.
IAIN PONOROGOIAIN PONOROGO Temuan menunjukkan bahwa semua konstruk berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat menggunakan e-commerce Syariah. Perceived Ease of Use (PEOU) memilikiTemuan menunjukkan bahwa semua konstruk berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat menggunakan e-commerce Syariah. Perceived Ease of Use (PEOU) memiliki
Useful /
IAIN PONOROGOIAIN PONOROGO Artikel menyimpulkan bahwa integrasi linguistik-maqāṣidī dalam at-Taḥrīr wa al-Tanwīr merupakan model produktif hermeneutika Islam yang normatifArtikel menyimpulkan bahwa integrasi linguistik-maqāṣidī dalam at-Taḥrīr wa al-Tanwīr merupakan model produktif hermeneutika Islam yang normatif
IAIN PONOROGOIAIN PONOROGO Tindak tutur ilokusi dalam podcast keagamaan Habib Husein Jafar Al Hadar berperan strategis dalam membangun dakwah moderasi yang sesuai dengan karakteristikTindak tutur ilokusi dalam podcast keagamaan Habib Husein Jafar Al Hadar berperan strategis dalam membangun dakwah moderasi yang sesuai dengan karakteristik
IAIN PONOROGOIAIN PONOROGO Dengan demikian, penerapan nilai-nilai Qurani dan Minimalisme Digital Islami menjadi strategi preventif untuk mengurangi dampak negatif digitalisasi, sepertiDengan demikian, penerapan nilai-nilai Qurani dan Minimalisme Digital Islami menjadi strategi preventif untuk mengurangi dampak negatif digitalisasi, seperti
IAIN PONOROGOIAIN PONOROGO Artikel ini mengeksplorasi hubungan antara postmodernisme, pluralitas agama, dan tafsir Al-Quran modern di Indonesia melalui studi tafsir QS. Al-Kāfirūn.Artikel ini mengeksplorasi hubungan antara postmodernisme, pluralitas agama, dan tafsir Al-Quran modern di Indonesia melalui studi tafsir QS. Al-Kāfirūn.