IAIN PONOROGOIAIN PONOROGO

Dialektika: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan PengajarannyaDialektika: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan yang berfokus pada makna konotatif, metafora, pergeseran makna, dan fungsi lirik sebagai wahana ekokritik. Penelitian ini dibatasi pada analisis unsur kebahasaan yang merepresentasikan relasi manusia dan lingkungan dalam lirik lagu tersebut. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan metode analisis isi. Data penelitian berupa kata, frasa, dan kalimat yang mengandung makna ekologis, sedangkan sumber data berasal dari lirik lagu Manusia Terakhir di Bumi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan note-taking, kemudian dianalisis melalui data reduction, classification, interpretation, dan conclusion drawing. Temuan penelitian menunjukkan bahwa krisis ekologis direpresentasikan melalui dominasi makna konotatif dan metafora konseptual yang menggambarkan degradasi lingkungan, kehancuran alam, penyesalan manusia, dan hilangnya harmoni ekologis. Pergeseran makna tampak pada simbol-simbol alam yang berubah dari makna positif menjadi representasi ancaman ekologis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa lirik lagu berfungsi sebagai medium ekokritik yang membangun kesadaran lingkungan melalui penggunaan bahasa simbolik dan reflektif. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkuat kajian semantik pada lirik lagu melalui analisis makna konotatif, metafora, dan pergeseran makna yang membangun representasi krisis ekologis secara simbolik dan kritis.

Lirik lagu Manusia Terakhir di Bumi karya Kunto Aji merepresentasikan krisis ekologis melalui konstruksi semantik yang dibangun dari makna konotatif, metafora konseptual, serta pergeseran makna pada unsur-unsur alam.Representasi tersebut tampak pada perubahan fungsi simbol alam yang pada mulanya berasosiasi dengan kehidupan, kesuburan, dan harmoni, tetapi dalam lirik mengalami transformasi menjadi penanda kerusakan dan ketidakseimbangan ekologis.Perubahan makna tersebut menunjukkan bahwa bahasa dalam lirik tidak hanya berfungsi sebagai medium estetik, melainkan juga sebagai sarana pembentukan pemaknaan mengenai relasi manusia dan lingkungan.Hasil penelitian memperlihatkan bahwa metafora ekologis dalam lirik lagu tidak sekadar menghadirkan citraan puitik, tetapi membangun cara pandang tertentu terhadap alam.Alam direpresentasikan sebagai entitas hidup yang mengalami degradasi akibat campur tangan manusia.Pergeseran makna dari simbol kehidupan menuju simbol kehancuran mengindikasikan adanya perubahan paradigma manusia dalam memandang lingkungan pada situasi krisis ekologis kontemporer.Lirik lagu berfungsi sebagai ruang diskursif yang menghadirkan kritik terhadap relasi eksploitatif manusia dan alam melalui penggunaan bahasa yang simbolik, ironis, dan reflektif.

Berdasarkan temuan penelitian ini, berikut adalah beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan:. . 1. Kajian semantik lirik lagu dapat diperluas dengan menganalisis representasi isu lingkungan dalam karya musik populer lainnya, seperti lagu-lagu yang mengkritik eksploitasi sumber daya alam atau mengadvokasi konservasi lingkungan. Penelitian ini dapat membantu memahami bagaimana lirik lagu berfungsi sebagai medium kritik sosial dan lingkungan dalam konteks budaya populer.. . 2. Penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis efek emosional dan psikologis dari lirik lagu yang merepresentasikan krisis ekologis. Bagaimana lirik lagu yang mengandung pesan ekologis dapat mempengaruhi persepsi, sikap, dan perilaku pendengar terhadap isu lingkungan? Kajian ini dapat membantu memahami peran musik populer dalam membentuk kesadaran dan tindakan ekologis.. . 3. Penelitian ekokritik dapat dilakukan untuk menganalisis representasi relasi manusia dan alam dalam lirik lagu dari berbagai genre dan budaya. Bagaimana lirik lagu dari budaya yang berbeda merepresentasikan hubungan manusia dengan alam? Apakah ada perbedaan atau kesamaan dalam cara lirik lagu merepresentasikan isu lingkungan di berbagai budaya? Kajian ini dapat memberikan perspektif yang lebih luas tentang peran musik dalam membentuk kesadaran ekologis global.

  1. Kajian Semantik Nama Julukan Persimpangan Se-Keresidenan Kediri | Dialektika: Jurnal Kependidikan, Kebahasaan,... doi.org/10.21154/dialektika.v2i2.11934Kajian Semantik Nama Julukan Persimpangan Se Keresidenan Kediri Dialektika Jurnal Kependidikan Kebahasaan doi 10 21154 dialektika v2i2 11934
  2. Bahasa Sarkas dalam Film Yowis Ben 2: Analisis Pragmatik pada Dialog Karakter | Dialektika: Jurnal Kependidikan,... jurnal.iainponorogo.ac.id/index.php/dialektika/article/view/10256Bahasa Sarkas dalam Film Yowis Ben 2 Analisis Pragmatik pada Dialog Karakter Dialektika Jurnal Kependidikan jurnal iainponorogo ac index php dialektika article view 10256
  3. Musical Language as Humanities Discourse: Ecological Criticism in Navicula’s Songs | Metafora:... journal.unesa.ac.id/index.php/metafora/article/view/39994Musical Language as Humanities Discourse Ecological Criticism in NaviculaAos Songs Metafora journal unesa ac index php metafora article view 39994
Read online
File size1.03 MB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test