LMULMU

Buletin Profesi InsinyurBuletin Profesi Insinyur

Tanah laterit atau tanah merah merupakan tanah yang mempunyai warna merah hingga warna kecoklatan yang terbentuk pada lingkungan yang lembab, dingin, dan juga karena genangan-genangan air. Tanah laterit di Kalimantan Selatan banyak dijumpai di daerah pegunungan. Tanah laterit memiliki daya dukung yang rendah sehingga kurang cocok digunakan sebagai bahan timbunan. Salah satu cara perkuatan tanah yang dapat digunakan adalah dengan mensolidifikasikan tanah menggunakan pasir. Perlu dilakukan penelitian tentang karakteristik sifat fisis dan mekanis tanah laterit sebelum dan sesudah distabilisasi menggunakan beberapa jenis pasir kalimantan.

Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan didapatkan tanah campuran optimal yaitu variasi tanah laterit dengan 10% pasir Sungai Barito.Tanah campuran dikategorikan kedalam golongan clay with high plasticity (CH) atau tanah lempung dengan plastisitas tinggi.Berdasarkan AASHTO, termasuk ke dalam golongan A-7-5.Nilai qu terbesar didapat untuk campuran tanah laterit dengan 10% pasir Palangka (peram 7 hari) yaitu 0,512 kg/cm2.Sedangkan, nilai qu terendah adalah tanah laterit ditambah 5% pasir Liang Anggang dengan masa peram 3 hari yaitu 0,179 kg/cm2.Sedangkan nilai su (vane shear) tertinggi yaitu tanah laterit dengan 10% pasir sungai Barito (peram 3 hari) yaitu 118 kPa.Dan, nilai su terendah yaitu tanah laterit dengan 10% pasir Palangka (peram 7 hari) sebesar 52 kPa.

Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan untuk melakukan studi lebih lanjut tentang pengaruh variasi jenis pasir dan persentase campuran terhadap karakteristik tanah laterit yang distabilisasi. Selain itu, penelitian lanjutan dapat fokus pada analisis biaya dan manfaat dari penggunaan pasir sebagai bahan stabilisasi tanah laterit, serta mengeksplorasi potensi penggunaan pasir lokal untuk meningkatkan daya dukung tanah laterit.

Read online
File size381.35 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test