IAIN PONOROGOIAIN PONOROGO

KASBUNA: Journal of Islamic Business ManagementKASBUNA: Journal of Islamic Business Management

Konflik merupakan fenomena yang tidak dapat dihindari dalam kehidupan organisasi, termasuk pada lembaga perbankan syariah. Dalam lingkungan kerja, konflik sering muncul akibat adanya perbedaan karakter, gaya komunikasi, sudut pandang, dan cara kerja antarkaryawan yang heterogen. Perbedaan tersebut apabila tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan kesalahpahaman, menurunkan kerja sama, dan menghambat efektivitas organisasi secara keseluruhan. Secara teoritis, konflik dalam organisasi dapat dikategorikan menjadi konflik fungsional dan konflik disfungsional. Konflik fungsional merupakan konflik konstruktif yang mendorong inovasi dan perbaikan kinerja, sedangkan konflik disfungsional bersifat destruktif dan dapat merusak hubungan kerja. Oleh karena itu, manajemen konflik merupakan upaya terstruktur yang penting untuk mengarahkan, mengendalikan, dan menyelesaikan pertentangan agar menghasilkan solusi bagi seluruh pihak yang terlibat, sekaligus menjaga stabilitas dan harmoni dalam organisasi.

Konflik di BSI KCP Surabaya Merr 1 sering terjadi karena mengingat cabang ini memiliki intensitas pelayanan dan tekanan target yang cukup tinggi sehingga konflik muncul.Manajemen konflik yang diterapkan oleh pimpinan BSI KCP Surabaya Merr 1 berupa musyawarah, diskusi terbuka, dan evaluasi.Bentuk konflik kerja yang terjadi pada karyawan di BSI KCP Surabaya Merr 1 yaitu.tekanan target kerja, stres, dilema, dan konflik batin dalam diri karyawan, sedangkan konflik interpersonal meliputi.perbedaan gaya kerja, karakter, perbedaan cara kerja dalam menyelesaikan masalah, kesalahpahaman komunikasi, dan perbedaan sudut pandang antarkaryawan.Di antara kedua bentuk tersebut, yang mendominasi adalah konflik interpersonal.Hal ini, disebabkan oleh perbedaan gaya kerja, karakter, kesalahpahaman komunikasi, dan perbedaan sudut pandang antarkaryawan.Konflik di BSI KCP Surabaya Merr 1 cenderung berdampak negatif apabila tidak dikelola dengan baik karena akan mengganggu hubungan kerja antarkaryawan.Pimpinan berperan sebagai penengah dengan mengutamakan musyawarah, komunikasi terbuka, dan diskusi guna menjaga harmoni dan kondusivitas lingkungan kerja.Dampak penerapan manajemen konflik terhadap kinerja karyawan mencakup dampak positif berupa meningkatnya kerja sama dan komunikasi antarkaryawan, serta dampak negatif berupa menurunnya fokus, kualitas kerja, inisiatif, dan munculnya stres kerja.Konflik di BSI KCP Surabaya Merr 1 cenderung berdampak negatif apabila tidak diselesaikan hingga ke akar permasalahan.

Untuk meningkatkan kinerja karyawan dan menciptakan lingkungan kerja yang harmonis, disarankan agar organisasi mengembangkan program pelatihan komunikasi efektif dan manajemen emosi bagi seluruh karyawan secara berkala. Pimpinan perlu menerapkan pendekatan kolaboratif secara lebih mendalam dengan melakukan identifikasi dan penyelesaian akar penyebab konflik. Selain itu, perlu dibentuk mekanisme umpan balik atau forum internal yang memungkinkan karyawan menyampaikan aspirasi secara aman dan terbuka. Manajemen BSI KCP Surabaya Merr 1 juga perlu merumuskan kebijakan organisasi yang secara eksplisit mengatur prosedur penanganan konflik agar penyelesaian bersifat sistematis dan tuntas. Dengan demikian, kinerja karyawan dapat dioptimalkan melalui budaya komunikasi terbuka yang dilembagakan dalam kebijakan organisasi.

Read online
File size215.86 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test