IAIN PONOROGOIAIN PONOROGO

At-Tafasir: Journal of Quranic Studies and Contextual TafsirAt-Tafasir: Journal of Quranic Studies and Contextual Tafsir

Artikel ini mengeksplorasi konstruksi epistemologis integrasi antara analisis linguistik dan maqāṣid al-syarīah dalam tafsir at-Taḥrīr wa al-Tanwīr karya Muḥammad al-Ṭāhir Ibn ʿĀsyūr, dengan fokus pada qiwāmah (kepemimpinan perempuan) dalam QS. al-Nisā/4:34. Penelitian menunjukkan bahwa Ibn ʿĀsyūr membaca bā dalam bi-mā faḍḍala sebagai bā sababiyyah (partikel sebab-akibat), menggeser qiwāmah dari klaim ontologis ke norma fungsional yang bergantung pada pemenuhan tanggung jawab ekonomi dan sosial. Pendekatan ini memberikan dasar teologis untuk menolak diskriminasi gender berbasis teks dan mendukung kebijakan seperti kuota 30% legislasi di Indonesia. Artikel menyimpulkan bahwa integrasi linguistik-maqāṣidī dalam at-Taḥrīr wa al-Tanwīr merupakan model produktif hermeneutika Islam yang normatif namun responsif secara sosial.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa tafsir Ibn ʿĀsyūr menawarkan model pembaruan hermeneutika Islam yang melampaui dikotomi antara tekstualisme klasik dan liberalisme modern.Integrasi epistemologis antara analisis linguistik dan maqāṣid asy-syarīah memungkinkan pemahaman teks Al-Quran secara presisi dan kontekstual.Pendekatan ini menggeser qiwāmah dari keunggulan kodrati menjadi mandat fungsional yang bergantung pada kemampuan menafkahi dan tanggung jawab sosial.Implikasinya mencakup penolakan diskriminasi gender berbasis teks, dukungan kebijakan afirmatif seperti kuota 30% legislasi, serta relevansi Al-Quran sebagai sumber transformasi sosial.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi penerapan maqāṣid asy-syarīah dalam konteks hukum keluarga modern, studi dampak qiwāmah terhadap kebijakan pemerintah dalam mendorong partisipasi perempuan di ranah publik, serta pengembangan metode integrasi antara ilmu pengetahuan kontemporer dan hermeneutika Islam untuk memperkaya pemahaman kontekstual Al-Quran. Selain itu, penelitian bisa fokus pada dinamika keseimbangan antara norma agama dan kebutuhan sosial dalam konteks globalisasi saat ini.

  1. Muslim Ummah and its Disintegration in the Past: A Critical Analysis of the Tablighi Jamaat Perspective... doi.org/10.32350/jitc.141.04Muslim Ummah and its Disintegration in the Past A Critical Analysis of the Tablighi Jamaat Perspective doi 10 32350 jitc 141 04
  2. CORAK TAFSIR MAQASIDI DALAM TAFSIR AL-TAHRIR WA AL-TANWIR | Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir (JIQTA).... doi.org/10.36769/jiqta.v2i2.440CORAK TAFSIR MAQASIDI DALAM TAFSIR AL TAHRIR WA AL TANWIR Jurnal Ilmu Al Quran dan Tafsir JIQTA doi 10 36769 jiqta v2i2 440
  3. Gender Equity-Based Educational Concept through Quranic Perspective-Based Children Education/Konsep Pendidikan... doi.org/10.32478/al-mudarris.v4i1.655Gender Equity Based Educational Concept through Quranic Perspective Based Children Education Konsep Pendidikan doi 10 32478 al mudarris v4i1 655
Read online
File size548.51 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test