IAIN PONOROGOIAIN PONOROGO

At-Tafasir: Journal of Quranic Studies and Contextual TafsirAt-Tafasir: Journal of Quranic Studies and Contextual Tafsir

Artikel ini mengeksplorasi hubungan antara postmodernisme, pluralitas agama, dan tafsir Al-Quran modern di Indonesia melalui studi tafsir QS. Al-Kāfirūn. Konteks sosial-religius Indonesia yang kaya akan keragaman agama sering menimbulkan ketegangan antara klaim kebenaran agama dan tuntutan toleransi. Kondisi ini membutuhkan kerangka interpretasi yang dapat mengakomodasi keragaman sosial tanpa menghilangkan batas normatif agama. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana tafsir Al-Quran modern di Indonesia tentang QS. Al-Kāfirūn membangun konsep toleransi agama dalam masyarakat pluralistik serta menjelaskan kontribusi perspektif postmodern dalam mengembangkan pendekatan dialogis terhadap perbedaan interpretasi. Metode penelitian kualitatif berbasis studi pustaka dengan pendekatan tematik dan kontekstual melalui analisis beberapa tafsir klasik dan modern Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tafsir modern Indonesia cenderung menginterpretasikan toleransi sebagai kehidupan damai antar pemeluk agama yang berbeda tanpa mengarah pada relativisme teologis. Selain itu, perspektif postmodern berkontribusi pada pengembangan model interpretasi yang mengakui keragaman interpretasi sekaligus menjaga komitmen pada prinsip doktrinal Islam. Studi ini berkontribusi pada tafsir kontemporer dengan menawarkan sintesis antara komitmen agama normatif dan pengakuan terhadap keragaman interpretasi dalam masyarakat pluralistik. Dengan demikian, QS. Al-Kāfirūn dapat dipahami sebagai fondasi Al-Quran untuk toleransi antar agama yang tetap mempertahankan identitas teologis Islam.

Tafsir modern Al-Quran di Indonesia menekankan toleransi sebagai kehidupan damai antar pemeluk agama yang berbeda.Perspektif postmodern memperkaya pendekatan interpretasi dengan mengakui keragaman tanpa mengabaikan prinsip Islam.Penelitian ini membuka peluang untuk pengembangan tafsir yang lebih inklusif dan relevan dengan dinamika sosial kontemporer.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak postmodernisme pada tafsir Al-Quran di wilayah lain di Indonesia untuk membandingkan perbedaan interpretasi. Selain itu, studi tentang peran tafsir modern dalam membangun dialog antar agama di masyarakat pluralistik dapat dikembangkan sebagai arah penelitian baru. Terakhir, penelitian yang mengkaji relevansi konsep toleransi dalam QS. Al-Kāfirūn dengan tantangan keberagaman agama di era digital juga menjadi ide penelitian yang menarik.

Read online
File size4.08 MB
Pages20
DMCAReport

Related /

ads-block-test