IAIN PONOROGOIAIN PONOROGO

At-Tafasir: Journal of Quranic Studies and Contextual TafsirAt-Tafasir: Journal of Quranic Studies and Contextual Tafsir

Kerusakan lingkungan yang semakin marak terjadi telah menjadi ancaman serius bagi keberlanjutan hidup manusia dan alam. Fenomena ini tidak hanya berdampak pada aspek ekologis, tetapi juga sosial dan ekonomi. Fenomena ini mendapat perhatian dari aktivis lingkungan dari berbagai kalangan dan gender. Dapat dilihat bahwa saat ini banyak perempuan yang turut berpartisipasi dalam gerakan pelestarian lingkungan. Berbagai partisipasi tersebut menunjukkan bahwa peran perempuan dalam pelestarian lingkungan berpotensi sebagai bagian dari strategi pembangunan berkelanjutan yang berkeadilan gender dan keberlanjutan ekologis.

Kajian mengenai peran perempuan dalam pelestarian lingkungan melalui titik temu antara konsep ekofeminisme Vandana Shiva dan ayat-ayat ekoteologi dalam Al-Quran melahirkan konsep Ekofeminisme Qurani yang menunjukkan bahwa keduanya memiliki landasan filosofis dan etis yang saling menguatkan.Ekofeminisme Vandana Shiva menekankan bahwa perempuan memiliki kedekatan epistemologis, ekologis, dan historis dengan alam karena peran sosial yang melekat dalam ranah pemeliharaan kehidupan, pengelolaan sumber daya, serta kearifan ekologis berbasis pengalaman.Pandangan ini selaras dengan ekoteologi Islam yang menempatkan manusia, termasuk perempuan sebagai khalifah di bumi yang diberi amanah untuk menjaga, memakmurkan, dan melestarikan alam berdasarkan prinsip keseimbangan mizan dan larangan berbuat kerusakan fasad.Integrasi kedua perspektif tersebut menunjukkan bahwa posisi perempuan bukan hanya sebagai korban kerusakan lingkungan akibat eksploitasi kapitalis dan patriarkal, tetapi juga aktor strategis dalam gerakan penyelamatan ekologis.Kemudian untuk mewujudkan keberlanjutan ekologi memerlukan penguatan peran perempuan sebagai pemimpin ekologis, agen transformasi sosial, dan penjaga nilai spiritual ekologis dalam kehidupan umat manusia.Oleh karena itu, pemberdayaan perempuan melalui pendidikan lingkungan, partisipasi dalam pengambilan keputusan, dan penguatan akses terhadap sumber daya menjadi faktor kunci untuk mengoptimalkan peran ekologis perempuan.

Penelitian selanjutnya dapat fokus pada implementasi konsep Ekofeminisme Qurani dalam praktik pelestarian lingkungan, dengan mengkaji bagaimana konsep ini dapat diterapkan dalam berbagai konteks sosial dan budaya yang berbeda. Selain itu, penelitian juga dapat mengeksplorasi peran perempuan dalam gerakan ekologis lokal dan cara-cara mereka dalam mempraktikkan konsep ekofeminisme Qurani dalam kehidupan sehari-hari. Terakhir, penelitian dapat menganalisis dampak dari penerapan konsep ini terhadap keberlanjutan ekologis dan sosial, serta bagaimana konsep ini dapat menjadi dasar untuk kebijakan dan strategi pelestarian lingkungan yang lebih inklusif dan adil.

Read online
File size397.86 KB
Pages23
DMCAReport

Related /

ads-block-test