UBUB

TEMATEMA

Riset selama ini dalam memprediksi kebangkrutan hanya melibatkan laba bersih, belum banyak yang melibatkan laba komprehensif, padahal Standar Akuntansi Keuangan (SAK) di Indonesia dan IFRS merubah tampilan penyajian laporan laba rugi dengan penambahan informasi laba komprehensif. Terutama pada sektor keuangan dengan kepemilikan aset keuangan dan liabilitas yang tinggi dan penerapan fair value accounting yang berdampak pada nilai laba komprehensif yang disajikan. Hasil penelitian di 41 perusahaan sektor keuangan yang terdaftar di BEI selama 2019 – 2022 menunjukkan bahwa laba komprehensif dapat digunakan untuk memprediksi kebangkrutan, hal ini dikarenakan semua variabel pembentuk formulasi Altman Z-Score, seperti modal kerja, laba sebelum bunga dan pajak, pendapatan operasional, saldo laba dan nilai pasar saham saling terkait dengan laba komprehensif. Penggunaan laba komprehensif dirasa lebih menyeluruh mengukur pendapatan dari unsur yang telah nyata terealisasi dan unsur yang berpotensi akan terealisasi dimasa mendatang. Originalitas penelitian ini adalah pengujian atas kemampuan laba komprehensif dalam memprediksi kebangkrutan, termasuk mendisagregasi laporan keuangan dalam komponen laba bersih, penghasilan komprehensif lainnya dan reklasifikasi.

Penelitian ini menunjukkan bahwa laba komprehensif berpengaruh positif signifikan terhadap Altman Z-Score, yang mengindikasikan bahwa laba komprehensif dapat digunakan untuk memprediksi kinerja keuangan perusahaan.Hal ini disebabkan karena komponen laba komprehensif saling terkait dengan formulasi Altman Z-Score.Dengan demikian, laba komprehensif dapat menjadi indikator yang berguna dalam mengevaluasi kesehatan keuangan perusahaan dan potensi kebangkrutan.

Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan menggunakan model prediksi kebangkrutan lain selain Altman Z-Score, seperti model Grove, Springate, atau Zmijewski, untuk membandingkan efektivitasnya dalam memprediksi kesulitan keuangan. Selain itu, penelitian dapat diperluas ke sektor perusahaan lain di luar sektor keuangan untuk menguji generalisasi temuan ini. Lebih lanjut, penelitian dapat menggabungkan analisis sentimen dari berita dan media sosial dengan data keuangan, termasuk laba komprehensif, untuk meningkatkan akurasi prediksi kebangkrutan, dengan mempertimbangkan faktor-faktor non-keuangan yang dapat mempengaruhi kinerja perusahaan. Penelitian ini juga dapat mengeksplorasi dampak dari perubahan regulasi akuntansi dan pelaporan keuangan terhadap hubungan antara laba komprehensif dan prediksi kebangkrutan, serta mengidentifikasi praktik manajemen laba yang mungkin mempengaruhi keandalan informasi laba komprehensif.

  1. "PREDICTIVE VALUE OF OTHER COMPREHENSIVE INCOME: EVIDENCE FROM ASEAN" by Puji Rahayu and Indra... scholarhub.ui.ac.id/jaki/vol17/iss2/3PREDICTIVE VALUE OF OTHER COMPREHENSIVE INCOME EVIDENCE FROM ASEAN by Puji Rahayu and Indra scholarhub ui ac jaki vol17 iss2 3
  2. Measurement of Return on Asset (ROA) based on Comprehensive Income and its Ability to Predict Investment... doi.org/10.24269/ekuilibrium.v16i1.3238Measurement of Return on Asset ROA based on Comprehensive Income and its Ability to Predict Investment doi 10 24269 ekuilibrium v16i1 3238
  3. Pengukuran Kinerja Keuangan: Return on Equity (ROE) Dengan Atribusi Ekuitas | Kusuma | Jurnal Ilmiah... jurnal.umsu.ac.id/index.php/mbisnis/article/view/7935Pengukuran Kinerja Keuangan Return on Equity ROE Dengan Atribusi Ekuitas Kusuma Jurnal Ilmiah jurnal umsu ac index php mbisnis article view 7935
Read online
File size612.31 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test