GUMPUBLISHERGUMPUBLISHER

Eduversity : Journal of Future Interdisciplinary EducationEduversity : Journal of Future Interdisciplinary Education

Perkembangan teknologi geospasial pada era digital menuntut mahasiswa pendidikan geografi memiliki kemampuan memahami dan memanfaatkan informasi keruangan secara tepat. Salah satu kompetensi penting adalah literasi geospasial yang diduga berpengaruh terhadap kemampuan orientasi spasial mahasiswa. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh literasi geospasial terhadap kemampuan orientasi spasial mahasiswa Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Hamzanwadi dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, desain eksplanatori, dan desain asosiatif kausal pada sampel 26 mahasiswa yang dipilih purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan tes literasi geospasial dan tes kemampuan orientasi spasial, kemudian dianalisis dengan statistik deskriptif, uji normalitas, uji linearitas, dan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi geospasial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan orientasi spasial (Sig = 0,000; R² = 0,636), yang berarti memberikan kontribusi sebesar 63,6%. Temuan ini menekankan pentingnya penguatan literasi geospasial melalui pembelajaran berbasis peta, SIG, penginderaan jauh, dan Web‑GIS untuk meningkatkan kemampuan orientasi spasial mahasiswa.

Penelitian ini menemukan bahwa literasi geospasial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan orientasi spasial mahasiswa, dengan koefisien regresi 0,954 dan R² 0,636 yang menjelaskan 63,6% variasi kemampuan spasial.Instrumen yang digunakan terbukti valid dan reliabel, serta data memenuhi asumsi normalitas dan linearitas, sehingga hasil regresi dapat dipertanggungjawabkan.Oleh karena itu, perlu terus menguatkan literasi geospasial melalui pembelajaran berbasis peta, SIG, penginderaan jauh, dan Web‑GIS untuk meningkatkan kompetensi spasial mahasiswa geografi di era digital.

Penelitian selanjutnya dapat menguji efektivitas intervensi kurikulum berbasis GIS dengan desain eksperimental berkelompok kontrol untuk mengetahui peningkatan kemampuan orientasi spasial secara langsung; selanjutnya, perlu dilakukan studi multivariat yang melibatkan variabel mediator dan moderator seperti kemampuan visual‑spasial, motivasi belajar, dan pengalaman penggunaan teknologi geospasial guna memahami mekanisme hubungan literasi geospasial dan orientasi spasial pada mahasiswa di beberapa universitas; terakhir, sebuah penelitian longitudinal dapat dirancang untuk memantau perkembangan literasi geospasial dan orientasi spasial selama periode studi akademik, sehingga dapat menilai dampak jangka panjang serta kontribusinya terhadap prestasi akademik dalam pendidikan geografi.

Read online
File size313.71 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test