IKHAFIIKHAFI

Jurnal Sistem Informasi dan E-BisnisJurnal Sistem Informasi dan E-Bisnis

Pemanfaatan sistem informasi kasir pada apotek berperan penting dalam mendukung transaksi penjualan, pengelolaan persediaan obat, dan penyediaan laporan keuangan. Namun, peningkatan penggunaan sistem tersebut juga diikuti oleh risiko keamanan informasi, khususnya pada apotek skala kecil yang belum menerapkan pengelolaan keamanan secara terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat pengelolaan keamanan sistem informasi kasir apotek dan menyusun rekomendasi perbaikan menggunakan kerangka kerja COBIT, khususnya domain DSS05 (Manage Security Services). Metode penelitian yang digunakan adalah audit sistem informasi dengan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Hasil audit menunjukkan bahwa tingkat kapabilitas pengelolaan keamanan sistem informasi kasir apotek berada pada Level 2 (Managed Process) dengan nilai rata-rata 1,9. Subproses DSS05.01 memperoleh nilai 2,0, DSS05.02 sebesar 1,8, DSS05.03 sebesar 2,1, dan DSS05.05 sebesar 1,7, yang menunjukkan bahwa pengelolaan keamanan telah dilakukan namun belum terstandarisasi dan terdokumentasi secara formal. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan peningkatan pengelolaan keamanan menuju Level 3 (Established Process) melalui penyusunan kebijakan, prosedur, dan pengendalian keamanan yang lebih terstruktur guna meningkatkan perlindungan data dan keandalan layanan sistem informasi kasir apotek.

Penelitian ini mengevaluasi pengelolaan keamanan sistem informasi kasir Apotek Yenni menggunakan COBIT 5 DSS05 dan menemukan level kapabilitas rata‑rata 1,84 (Level 2), yang menunjukkan proses keamanan sudah diterapkan namun belum standar sepenuhnya.Analisis kesenjangan menunjukkan kebutuhan peningkatan kontrol akses, keamanan fisik, dokumentasi kebijakan, dan mekanisme monitoring untuk mencapai target Level 3, terutama pada aspek pengamanan akses fisik aset TI.Rekomendasi mencakup penyusunan SOP keamanan, penerapan kontrol akses berbasis peran, peningkatan keamanan fisik, backup data rutin, dan pelatihan kesadaran keamanan, yang diharapkan dapat menaikkan capability level ke Level 3 dan memastikan operasi apotek yang aman dan handal.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji dampak penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) keamanan pada peningkatan capability level selama periode waktu tertentu, sehingga dapat mengidentifikasi efektivitas dan keberlanjutan perbaikan keamanan pada sistem informasi kasir apotek. Selain itu, diperlukan studi komparatif yang membandingkan pengelolaan keamanan informasi menggunakan framework COBIT pada apotek dengan skala usaha yang berbeda, untuk mengetahui variasi tantangan dan solusi yang relevan serta menguji apakah ukuran organisasi memengaruhi tingkat kapabilitas keamanan. Selanjutnya, penelitian dapat mengeksplorasi integrasi alat monitoring keamanan otomatis berbasis AI dalam sistem POS apotek, dengan tujuan menilai seberapa besar kontribusinya dalam mengurangi insiden keamanan, mempercepat deteksi ancaman, dan meningkatkan respons operasional secara real‑time.

Read online
File size402.16 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test