UNIVMEDUNIVMED
Universa MedicinaUniversa MedicinaMultiple myeloma (MM) adalah keganasan hematologis yang ditandai oleh proliferasi tanpa kontrol sel plasma, menyebabkan lesi tulang, disfungsi ginjal, dan penekanan sistem imun. Over the past three decades, incidence of MM has increased due to aging populations and improved diagnostic methods. Treatment strategies have evolved from alkylating agents and high-dose chemotherapy to targeted therapies, including proteasome inhibitors (PIs) and immunomodulatory drugs (IMiDs). Bortezomib, as the first-in-class PI, has revolutionized MM management by inhibiting proteasome activity, thereby inducing apoptosis in malignant plasma cells. This review evaluates the efficacy, safety, and clinical applications of bortezomib, both as monotherapy and in combination with dexamethasone, IMiDs, and conventional chemotherapies. Key clinical trials, such as VISTA and SUMMIT, demonstrate its superiority over traditional regimens, improving response rates and survival outcomes. However, its use is associated with adverse effects, including peripheral neuropathy, hematologic toxicities, and gastrointestinal disturbances, necessitating dose modifications and supportive care. Emerging combinations with monoclonal antibodies and novel agents further enhance therapeutic potential, though optimal sequencing remains under investigation. A systematic literature search was performed using PubMed and Cochrane to identify relevant studies on bortezomib. The search was inclusive of all publications up to May 2025. By synthesizing evidence from 77 studies, this review highlights bortezomibs pivotal role in MM treatment while addressing challenges in toxicity ومmanagement and emphasizes the need for further research to refine combination strategies and kõ minimize side effects for improved patient outcomes.
Bortezomib telah menjadi komponen penting dalam terapi multiple myeloma, baik pada pasien baru terdiagnosis maupun yang mengalami relaps.Terapi triplet yang menggabungkan bortezomib dengan obat immunomodulator menunjukkan peningkatan survival dibandingkan regimens dua komponen.Perbaikan signifikan pada progres‑free survival dan overall survival mendukung penerapan kombinasi ini ke dalam praktik klinis.
Penelitian selanjutnya dapat meneliti pengaruh polimorfisme genetik pada risiko neuropati perifer akibat bortezomib, dengan tujuan mempersonalisasi dosis dan pilihan terapi bagi pasien yang memiliki varian gen tertentu. Hasil analisis multivariat dapat menilai korelasi antara gen efek serotonin reuptake inhibitor dan respon neuropati, sehingga memungkinkan prediksi risiko sebelum terapi dimulai. Selain itu, perbandingan efektivitas serta tolerabilitas antara pemberian subkutan dan intravena bortezomib pada pasien dengan riwayat neuropati atau kondisi vaskular dapat dilaksanakan melalui uji klinis acak. Pengukuran skor neuropati menggunakan alat validemaking lokal dapat meningkatkan akurasi dalam menilai perbedaan klasifikasi dosis. Penelitian lain dapat mengeksplorasi kombinasi bortezomib dengan inhibitor HDAC pada pasien yang sudah touchdowns terhadap IMiDs dan proteasome inhibitor lain, untuk menilai apakah kombinasi tersebut dapat meningkatkan respon dan mengurangi dosis bortezomib. Uji fase II desain crossover dapat memantau respon netralitas dan toksisitas secara personal. Selanjutnya, studi longitudinal menggunakan model prediktif berbasis data big data dapat mengidentifikasi faktor risiko kombinasi terapi ketiga yang memicu toksisitas, sehingga memungkinkan penyesuaian regimens secara real‑time. Analisis data real world dapat menambahkan validitas eksternal pada temuan klinis. Akhirnya, uji coba inovatif yang menggabungkan terapi sel CAR‑T dengan bortezomib dapat dievaluasi untuk menilai sinergi antikanker dan potensi interaksi imunologis. Hasilnya dapat membuka jalan bagi pendekatan terapi multimodal yang lebih terintegrasi pada multiple myeloma.
- Universa Medicina. bortezomib multiple myeloma management universa medicina main navigation content sidebar... doi.org/10.18051/UnivMed.2025.v44.380-393Universa Medicina bortezomib multiple myeloma management universa medicina main navigation content sidebar doi 10 18051 UnivMed 2025 v44 380 393
- Retrospective matched-pairs analysis of bortezomib plus dexamethasone versus bortezomib monotherapy in... doi.org/10.3324/haematol.2014.112037Retrospective matched pairs analysis of bortezomib plus dexamethasone versus bortezomib monotherapy in doi 10 3324 haematol 2014 112037
| File size | 787.98 KB |
| Pages | 14 |
| DMCA | Report |
Related /
UnnasUnnas Pola ruang masjid yang hierarkis dan terbuka mengakomodasi kebutuhan spiritual sekaligus sosial, mempertegas fungsi masjid sebagai pusat ibadah dan interaksiPola ruang masjid yang hierarkis dan terbuka mengakomodasi kebutuhan spiritual sekaligus sosial, mempertegas fungsi masjid sebagai pusat ibadah dan interaksi
USMUSM This study demonstrates that the tension between the communal character of customary land and the formal structure of mortgage rights cannot be viewedThis study demonstrates that the tension between the communal character of customary land and the formal structure of mortgage rights cannot be viewed
UNIVMEDUNIVMED Studi tinjauan ini bertujuan memberi perspektif berkelanjutan dengan memeriksa faktor-faktor yang memengaruhi kepuasan hidup di usia tua melalui dimensiStudi tinjauan ini bertujuan memberi perspektif berkelanjutan dengan memeriksa faktor-faktor yang memengaruhi kepuasan hidup di usia tua melalui dimensi
UNIVMEDUNIVMED Penelitian ini menunjukkan bahwa pijat kaki secara mandiri dapat mengurangi kecemasan pada mahasiswa keperawatan dengan tingkat kecemasan tinggi. PijatPenelitian ini menunjukkan bahwa pijat kaki secara mandiri dapat mengurangi kecemasan pada mahasiswa keperawatan dengan tingkat kecemasan tinggi. Pijat
UNIVMEDUNIVMED Selain itu, ada bukti yang semakin kuat bahwa kohort diabetes juvenil menunjukkan fenotip agresif yang berkontribusi pada onset dini masalah yang berdampakSelain itu, ada bukti yang semakin kuat bahwa kohort diabetes juvenil menunjukkan fenotip agresif yang berkontribusi pada onset dini masalah yang berdampak
MATANAUNIVERSITYMATANAUNIVERSITY Temuan dari Morans Scatterplot mengindikasikan bahwa densifikasi bangunan di Kota Pontianak lebih banyak mengelompok dalam kategori High-High. Namun, hasilTemuan dari Morans Scatterplot mengindikasikan bahwa densifikasi bangunan di Kota Pontianak lebih banyak mengelompok dalam kategori High-High. Namun, hasil
MATANAUNIVERSITYMATANAUNIVERSITY Hasil studi kasus menunjukkan terdapat beberapa tipologi ruang berwudu yang mempengaruhi kenyamanan pengguna dari segi ergonomis, serta adanya kemubaziranHasil studi kasus menunjukkan terdapat beberapa tipologi ruang berwudu yang mempengaruhi kenyamanan pengguna dari segi ergonomis, serta adanya kemubaziran
STMIKSZNWSTMIKSZNW Optimalisasi penyemprotan cairan disinfektan dapat dilakukan dengan memanfaatkan teknologi yang mampu bekerja secara otomatis. Penelitan ini membuat sebuahOptimalisasi penyemprotan cairan disinfektan dapat dilakukan dengan memanfaatkan teknologi yang mampu bekerja secara otomatis. Penelitan ini membuat sebuah
Useful /
APPIHIAPPIHI Perkuliahan Qiraah Mutaqaddimah sering menghadapi hambatan akibat struktur teks yang kompleks tanpa harakat serta tingginya kecemasan bahasa mahasiswa.Perkuliahan Qiraah Mutaqaddimah sering menghadapi hambatan akibat struktur teks yang kompleks tanpa harakat serta tingginya kecemasan bahasa mahasiswa.
PBNSURABAYAPBNSURABAYA Faktor-faktor yang mempengaruhi Kompetensi Paedagogik guru meliputi faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi pengalaman mengajar, mengikutiFaktor-faktor yang mempengaruhi Kompetensi Paedagogik guru meliputi faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi pengalaman mengajar, mengikuti
USMUSM Sehingga dalam sistem hukum Indonesia, penentuan apakah suatu upaya hukum merupakan SLAPP atau tidak berada dalam satu rangkaian perkara sedangkan di FilipinaSehingga dalam sistem hukum Indonesia, penentuan apakah suatu upaya hukum merupakan SLAPP atau tidak berada dalam satu rangkaian perkara sedangkan di Filipina
PPLPPL Persoalan mendasar yang muncul adalah transportasi massal belum sepenuhnya terintegrasi dengan pariwisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanaPersoalan mendasar yang muncul adalah transportasi massal belum sepenuhnya terintegrasi dengan pariwisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana