POLTEKBANGSBYPOLTEKBANGSBY

Jurnal PenelitianJurnal Penelitian

Bandar Udara Internasional Adi Soemarmo Surakarta memiliki pengawasan pada sisi udara (airside) yang dilakukan oleh unit AMC. Dalampengawasannya masih ditemukan beberapa pelanggaran yang terjadi di apron Bandar Udara Internasional Adi Soemarmo Surakarta seperti penempatan kendaraan atau peralatan penunjang pelayanan darat pesawat udara (Ground Support Equipment/GSE) belum sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP) yang telah ditetapkan. Hal ini terjadi disebabkan belum optimalnya pengawasan dan masih kurangnya koordinasi terhadap kegiatan operasional di apron. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pengawasan ersonel AMC berjalan secara optimal, dan untuk mengetahui kinerja operator ground service yang sesuai dengan prosedur agar dapat meminimalisir pelanggaran di wilayah airside. Landasan Teori dalam penelitian ini berdasarkan Manual Of Standard CASR – 139 Volume I Aerodrome serta PDJPU Nomor: KP 326 TAHUN 2019 Tentang Standar Teknis Peraturan dan Tata Tertib Bandar Udara. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, studi dokumenter, dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meminimalisir tingkat pelanggaran ketertiban yang terjadi di wilayah airside khususnya di apron dapat dilakukan dengan perlu diadakan pemeriksaan secara simultan atau berkala yang dilakukan oleh unit AMC, seringnya diadakan ramp safety campaign secara rutin dan terjadwal, penambahan CCTV di dalam kantor dan di setiap parking stand di apron agar dapat membantu mengoptimalkan pengawasan personel AMC, selain itu penambahan jumlah personel yang memadai dan meningkatkan pengawasan unit AMC untuk mengawasi pergerakan dan ketertiban di apron khususnya terhadap peralatan dan kendaraan penunjang pelayanan darat pesawat udara (Ground Support Equipment/GSE) yang dilakukan oleh operator ground service di apron agar keamanan dan keselamatan pergerakan pesawat di apron terwujud.

Pengawasan AMC terhadap kinerja operator ground service di wilayah airside khususnya di area apron Bandar Udara Internasional Adi Soemarmo kurang optimal mengakibatkan terjadinya penempatan peralatan atau kendaraan pelayanan pesawat udara belum sesuai prosedur, karena beberapa peraturan masih belum diterapkan secara langsung di lapangan.Belum terlaksana SOP AMC terkait pengawasan dan penertiban yang dilakukan secara simultan di Bandar Udara Internasional Adi Soemarmo, karena kurangnya personel AMC Bandar Udara Internasional Adi Soemarmo Surakarta.Operator Ground Service di Bandar Udara Internasional Adi Soemarmo Surakarta belum memiliki tingkat kesadaran yang tinggi sehingga masih ditemukannya beberapa pelanggaran di Bandar Udara Internasional Adi Soemarmo Surakarta.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji secara kuantitatif efektivitas pemeriksaan simultan yang dilakukan oleh unit AMC dalam menurunkan tingkat pelanggaran pada apron, dengan membandingkan data sebelum dan sesudah implementasi inspeksi berkala; selanjutnya, sebuah studi eksperimental dapat dilakukan untuk menilai dampak penambahan sistem CCTV pada peningkatan kepatuhan operator ground service terhadap SOP, khususnya dalam hal penempatan peralatan GSE, dengan analisis video rekaman dan survei kepuasan; terakhir, penelitian kualitatif dapat disusun guna mengevaluasi program pelatihan keamanan dan SOP yang dirancang untuk meningkatkan kesadaran serta disiplin APD di kalangan operator ground service, dengan fokus pada perubahan perilaku dan persepsi keselamatan setelah pelatihan, sehingga memberikan rekomendasi kebijakan yang berbasis bukti untuk meningkatkan standar operasional di bandara.

Read online
File size465.87 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test