POLTEKBANGSBYPOLTEKBANGSBY

Jurnal PenelitianJurnal Penelitian

Tingkat pemahaman ilmu material teknik bagi mahasiswa teknik masih kurang dan perlu ditingkatkan. Peningkatan kemampuan belajar mahasiswa dinilai sangat penting untuk menunjang mutu lulusan teknik secara umum. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui determinan prioritas yang perlu dikembangkan guna meningkatkan kinerja pembelajaran ilmu material teknik di perguruan tinggi swasta. Metodologi penelitian menggunakan metode analisis campuran. Data primer penelitian ini diperoleh melalui teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan wawancara. Pengujian hipotesis menggunakan analisis statistik dengan bantuan program Microsoft Excel. Penelitian ini menemukan bahwa tingkat pemahaman belajar selama sekolah menengah sangat menentukan keberhasilan pembelajaran ilmu material teknik di perguruan tinggi (67%), sedangkan sisanya (33%) merupakan tantangan lanjutan selama kuliah. Simpulan penelitian ini adalah tingkat kemampuan belajar mahasiswa sangat mempengaruhi mutu lulusan teknik di perguruan tinggi.

Pengembangan kemampuan belajar mahasiswa merupakan sasaran prioritas dalam rekayasa pengajaran dan pembelajaran ilmu teknik.Berdasarkan riset yang dilakukan, bahwa 67% kelemahan mahasiswa teknik saat ini disebabkan lemahnya pendidikan ketika masih di sekolah menengah.Topik teknis yang seharusnya telah dikuasai di sekolah menengah antara lain penulisan.titik, atau koma pada angka pecahan digital, penulisan persamaan fraksi, pengenalan simbol huruf Yunani, dan pengenalan konversi satuan.

Saran penelitian lanjutan pertama: melakukan eksperimen intervensi berupa lokakarya terstruktur yang fokus pada penulisan titik/koma pada angka digital, penulisan persamaan fraksi, simbol huruf Yunani, dan konversi satuan, untuk menguji apakah peningkatan kompetensi teknis tersebut dapat meningkatkan kemampuan belajar mahasiswa teknik secara signifikan dibandingkan kelompok kontrol; penelitian ini dapat dilakukan pada beberapa perguruan tinggi swasta dan negeri dengan desain randomisasi. Saran kedua: melakukan studi longitudinal yang melacak siswa mulai dari jenjang sekolah menengah hingga perguruan tinggi, guna mengidentifikasi faktor-faktor kurikulum dan pengajaran di tingkat menengah yang berkontribusi pada kelemahan 67% yang terdeteksi, sehingga dapat merumuskan rekomendasi kebijakan pendidikan menengah yang lebih terintegrasi dengan kebutuhan teknik. Saran ketiga: menguji efektivitas penggunaan media simulasi digital interaktif dalam pembelajaran material teknik, dengan membandingkan hasil belajar antara kelompok yang menggunakan simulasi virtual lab dan kelompok yang memakai metode konvensional, serta menilai dampaknya terhadap motivasi dan pemahaman konsep mahasiswa; penelitian ini dapat memperluas temuan dengan melibatkan berbagai disiplin teknik.

Read online
File size452.46 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test