STITBIMASTITBIMA
FASHLUNAFASHLUNAPenelitian ini membahas pemanfaatan media sosial dalam membumikan tilawah Al-Quran secara mujawwad: sebuah studi pendidikan Islam di era digital. Perkembangan media sosial telah menyediakan ruang baru bagi masyarakat untuk belajar, berdakwah, dan menyebarkan nilai-nilai Islam. Tilawah Al-Quran yang sebelumnya lebih banyak dipelajari di masjid, pondok pesantren, dan majelis taklim kini juga berkembang melalui platform digital seperti YouTube, TikTok, Facebook, dan Instagram. Studi ini bertujuan untuk menganalisis peran media sosial dalam membumikan tilawah mujawwad dan mengkaji implikasinya terhadap pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan mengumpulkan data dari buku, jurnal, artikel ilmiah, dan referensi relevan lainnya. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui editing, organizing, dan finding, sementara analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial memainkan peran strategis sebagai sarana dakwah digital, media pembelajaran Al-Quran, dan penguatan literasi Qurani masyarakat. Tilawah mujawwad yang tersebar melalui media sosial mampu meningkatkan minat masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mendengarkan, mempelajari, dan mencintai Al-Quran. Dari perspektif pendidikan Islam, penggunaan media sosial mencerminkan dimensi talim, tarbiyah, dan tadib. Namun, media sosial tidak dapat menggantikan peran guru dalam pembelajaran tilawah mujawwad yang membutuhkan bimbingan langsung. Oleh karena itu, media sosial dapat menjadi instrumen pendidikan Islam dan dakwah Al-Quran yang efektif jika digunakan secara bijak, edukatif, dan tetap menjaga kemuliaan Al-Quran.
Penggunaan media sosial dalam mempopulerkan tilawah Al-Quran secara mujawwad merupakan keharusan di era digital, memperluas akses pembelajaran melampaui ruang tradisional serta berfungsi sebagai media talim, tarbiyah, dan tadib.Meskipun media sosial efektif menyampaikan pengetahuan tajwid dan menanamkan etika Qurani, peran utamanya tidak dapat menggantikan bimbingan langsung dari guru yang berkualitas dalam pembelajaran tilawah mujawwad.Oleh karena itu, pemanfaatan media sosial untuk tilawah mujawwad harus dilakukan secara terarah, edukatif, dan bertanggung jawab, dengan tetap menjaga akurasi bacaan, nilai-nilai etis, dan tujuan pendidikan Al-Quran untuk memperkuat literasi Qurani masyarakat digital.
Berdasarkan temuan penelitian ini yang menyoroti peran strategis media sosial dalam menyebarkan tilawah mujawwad serta pentingnya bimbingan langsung dari guru, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang krusial untuk dieksplorasi. Pertama, akan sangat berharga untuk melakukan studi empiris yang menyeluruh mengenai efektivitas model pembelajaran campuran (blended learning) yang mengintegrasikan bimbingan tatap muka dengan pemanfaatan media sosial dalam meningkatkan kemampuan tilawah mujawwad. Penelitian ini dapat membandingkan luaran pembelajaran, retensi pengetahuan, serta tingkat kepuasan peserta didik dari berbagai kelompok usia dalam format blended learning versus metode konvensional atau sepenuhnya digital. Pertanyaan pentingnya adalah bagaimana desain blended learning yang optimal dapat memfasilitasi penguasaan tajwid dan etika tilawah secara efektif. Kedua, mengingat perlunya penggunaan media sosial yang bijak dan edukatif, penelitian selanjutnya dapat fokus pada pengembangan kerangka kerja etis atau panduan komprehensif untuk kreasi dan penyebaran konten tilawah mujawwad di platform digital. Hal ini mencakup eksplorasi bagaimana menyeimbangkan antara daya tarik visual dan melodi dengan keaslian serta kesucian Al-Quran, sekaligus memitigasi potensi riya atau eksploitasi komersial. Ketiga, mengingat peran guru yang tak tergantikan, studi mendalam tentang tantangan dan kebutuhan pelatihan bagi para pengajar Al-Quran dalam mengadaptasi metode pengajaran mereka untuk lingkungan digital akan sangat relevan. Bagaimana guru dapat mempertahankan kualitas bimbingan makhraj dan tajwid secara personal melalui media sosial, serta strategi apa yang dapat mereka gunakan untuk menanamkan adab dan tarbiyah di tengah interaksi virtual yang serba cepat, merupakan area yang perlu diinvestigasi lebih lanjut guna memastikan pendidikan Islam tetap kokoh di era digital.
| File size | 167.58 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
STAIDHTULUNGAGUNGSTAIDHTULUNGAGUNG Meskipun aspek kehalalan kurang menjadi perhatian utama, loyalitas konsumen tetap tinggi karena dipengaruhi oleh kualitas layanan, harga terjangkau, danMeskipun aspek kehalalan kurang menjadi perhatian utama, loyalitas konsumen tetap tinggi karena dipengaruhi oleh kualitas layanan, harga terjangkau, dan
UIN Ar-RaniryUIN Ar-Raniry Temuan utama studi ini adalah masalah hukum pidana dalam MBG bukan terletak pada total absennya norma-norma hukum, tetapi pada absennya peta akuntabilitasTemuan utama studi ini adalah masalah hukum pidana dalam MBG bukan terletak pada total absennya norma-norma hukum, tetapi pada absennya peta akuntabilitas
EDUJAVAREEDUJAVARE Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran sains berbasis proyek menggunakan kegiatan penanaman hidroponik efektif dalamBerdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran sains berbasis proyek menggunakan kegiatan penanaman hidroponik efektif dalam
YASIN ALSYSYASIN ALSYS Krisis demokrasi bersifat kompleks, namun kebijakan luar negeri yang gagal telah memperparahnya secara signifikan.mengakui hubungan ini dan membangun pemerintahKrisis demokrasi bersifat kompleks, namun kebijakan luar negeri yang gagal telah memperparahnya secara signifikan.mengakui hubungan ini dan membangun pemerintah
YASIN ALSYSYASIN ALSYS Integrasi Pendidikan Agama Islam (PAI) dengan konservasi lingkungan untuk membangun piety ekologi di kalangan siswa penting guna melestarikan alam di masaIntegrasi Pendidikan Agama Islam (PAI) dengan konservasi lingkungan untuk membangun piety ekologi di kalangan siswa penting guna melestarikan alam di masa
MAGELANG KOTAMAGELANG KOTA Penurunan fungsi kognitif yang terjadi pada lansia ditandai dengan munculnya tanda-tanda dan gejala berupa gangguan memori, perubahan persepsi, masalahPenurunan fungsi kognitif yang terjadi pada lansia ditandai dengan munculnya tanda-tanda dan gejala berupa gangguan memori, perubahan persepsi, masalah
EJOURNALUNIGOROEJOURNALUNIGORO Kendala eksternal seperti kondisi cuaca yang tidak menentu serta kendala internal seperti kurangnya disiplin pekerja dan keterbatasan dana juga berpengaruhKendala eksternal seperti kondisi cuaca yang tidak menentu serta kendala internal seperti kurangnya disiplin pekerja dan keterbatasan dana juga berpengaruh
STIEPEMUDASTIEPEMUDA Budaya organisasi dan iklim organisasi berpengaruh positif serta signifikan terhadap disiplin waktu mahasiswa di STIE YAPAN SURABAYA. Kedua variabel independenBudaya organisasi dan iklim organisasi berpengaruh positif serta signifikan terhadap disiplin waktu mahasiswa di STIE YAPAN SURABAYA. Kedua variabel independen
Useful /
POLIWANGIPOLIWANGI Analisis dilakukan menggunakan tahapan Box-Jenkins yang meliputi uji stasioneritas, identifikasi model, estimasi parameter, uji diagnostik, pemilihan modelAnalisis dilakukan menggunakan tahapan Box-Jenkins yang meliputi uji stasioneritas, identifikasi model, estimasi parameter, uji diagnostik, pemilihan model
POLIWANGIPOLIWANGI Rancangan acak lengkap digunakan dengan 6 perlakuan dan 3 kali pengulangan. Hasil penelitian menunjukkan viskositas tertinggi (1,53 cP) pada gula stevia,Rancangan acak lengkap digunakan dengan 6 perlakuan dan 3 kali pengulangan. Hasil penelitian menunjukkan viskositas tertinggi (1,53 cP) pada gula stevia,
POLIWANGIPOLIWANGI Penelitian ini menyimpulkan bahwa faktor manajemen pemeliharaan yang berpengaruh signifikan terhadap kejadian repeat breeding di Kecamatan Ngablak adalahPenelitian ini menyimpulkan bahwa faktor manajemen pemeliharaan yang berpengaruh signifikan terhadap kejadian repeat breeding di Kecamatan Ngablak adalah
POLTEKBANGSBYPOLTEKBANGSBY Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, studi dokumenter, dan studi kepustakaan.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, studi dokumenter, dan studi kepustakaan.