UINSAIZUUINSAIZU
Al-Manahij: Jurnal Kajian Hukum IslamAl-Manahij: Jurnal Kajian Hukum IslamIsu membunuh orang murtad dalam Islam masih menjadi perdebatan, mengingat hal tersebut (terkesan) didukung oleh ajaran Islam. Hadis yang menyatakan man baddala di>nahu faqtulu>h (barang siapa yang mengganti agamanya, maka bunuhlah dia!) seringkali digunakan untuk meligitimasi hukuman mati bagi orang murtad. Sayangnya, model konvensional pembacaan teks‑teks hadis yang disediakan oleh ulama hadis klasik justru mendukung hukuman kejam tersebut. Artikel ini bertujuan untuk menyelidiki isu terkait hukuman bagi orang murtad dengan mengajukan metode baru pembacaan hadis yang disebut Takhrij Hermeneutis. Penggunaan metode baru ini bertujuan untuk menyuguhkan kepada pembaca makna hadis yang lebih luas, kontekstual, dan sesuai dengan konteks kekinian. Dengan metode ini, pembacaan para ulama terhadap hadis Nabi tersebut seringkali tereduksi hanya pada masalah hukuman mati saja bagi orang murtad, sehingga menyebabkan kesalahpahaman di antara mereka. Dengan demikian, perlu upaya pembaruan pembacaan hadis Nabi melalui metode baru.
Pembacaan ulang masalah murtad dengan metode hermeneutik takhriJ menunjukkan bahwa interpretasi tradisional terhadap hadis “man baddala dinahu faqtuluhu cenderung menyederhanakan masalah menjadi hukuman mati, yang menimbulkan kesalahpahaman.Hal ini menegaskan perlunya metode yang lebih komprehensif untuk menafsirkan teks tersebut.Karena hukum pembunuhan murtad merupakan produk fiqh yang terbatas, diperlukan upaya pembaruan melalui pembacaan kembali dan pengembangan metodologi baru.
Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana penerapan metode hermeneutik takhriJ dapat diadaptasi untuk menafsirkan hadis lain yang berkaitan dengan hukuman pidana dalam konteks sosial‑kultural Indonesia saat ini, sehingga menghasilkan pemahaman yang lebih relevan dan kontekstual. Selanjutnya, analisis perbandingan antara takhriJ konvensional dan hermeneutik takhriJ dapat dikembangkan menjadi kerangka kerja standar untuk menilai keautentikan dan relevansi teks hadis dalam isu‑isu kontemporer, yang dapat memfasilitasi dialog antar‑ulama dan peneliti. Terakhir, penelitian dapat mengkaji sejauh mana persepsi masyarakat Indonesia terhadap hukuman apostasi dipengaruhi oleh interpretasi hadis, serta menguji apakah model edukasi berbasis hermeneutik takhriJ dapat mengubah persepsi tersebut menjadi lebih toleran dan berlandaskan pada prinsip kebebasan beragama.
| File size | 139.78 KB |
| Pages | 13 |
| DMCA | Report |
Related /
STAINUPASTAINUPA Sebagai lembaga pendidikan bersejarah dan fundamental di Indonesia, Pondok Pesantren (Ponpes) berfungsi krusial dalam membentuk nilai-nilai dan spiritualSebagai lembaga pendidikan bersejarah dan fundamental di Indonesia, Pondok Pesantren (Ponpes) berfungsi krusial dalam membentuk nilai-nilai dan spiritual
STAIQSTAIQ Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan manajemen toko dan pelanggan, serta observasiPenelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan manajemen toko dan pelanggan, serta observasi
UIN MALANGUIN MALANG Seperti kajian literasi dan diskusi ilmiah, baik sumber kitab agama maupun ilmiah. Termasuk penerapannya di lingkungan sekitar dalam berbagai kegiatanSeperti kajian literasi dan diskusi ilmiah, baik sumber kitab agama maupun ilmiah. Termasuk penerapannya di lingkungan sekitar dalam berbagai kegiatan
IAIYASNIBUNGOIAIYASNIBUNGO Pendekatan pengajaran menekankan pemahaman mendalam tentang ajaran Islam secara praktis, menjaga keberagaman yang ada, dan melibatkan diskusi kelompok,Pendekatan pengajaran menekankan pemahaman mendalam tentang ajaran Islam secara praktis, menjaga keberagaman yang ada, dan melibatkan diskusi kelompok,
IKHACIKHAC Namun demikian, aliran rasional religius menegaskan bahwa ilmu dan pengetahuan apapun yang tidak meningkatkan kualitas hidup untuk akhirat dan tidak memberikanNamun demikian, aliran rasional religius menegaskan bahwa ilmu dan pengetahuan apapun yang tidak meningkatkan kualitas hidup untuk akhirat dan tidak memberikan
UINMADURAUINMADURA Penelitian ini menyimpulkan bahwa pesantren dapat berperan sebagai agen perubahan dalam lingkungan dengan menggabungkan pendidikan agama dan kesadaranPenelitian ini menyimpulkan bahwa pesantren dapat berperan sebagai agen perubahan dalam lingkungan dengan menggabungkan pendidikan agama dan kesadaran
STAI TBHSTAI TBH Pendidikan berbasis nilai-nilai Islam, termasuk hadits, merupakan kunci untuk menciptakan generasi yang tidak hanya kompeten secara intelektual, tetapiPendidikan berbasis nilai-nilai Islam, termasuk hadits, merupakan kunci untuk menciptakan generasi yang tidak hanya kompeten secara intelektual, tetapi
UMUM Artikel ini bertujuan untuk melihat bagaimana pemanfaatan teknologi digital melalui metode pembelajaran berbasis game secara efektif di era pandemi COVID-19Artikel ini bertujuan untuk melihat bagaimana pemanfaatan teknologi digital melalui metode pembelajaran berbasis game secara efektif di era pandemi COVID-19
Useful /
STKIP PERSADASTKIP PERSADA Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya peningkatan citra destinasi melalui promosi keunikan lokal dan kualitas layanan serta prioritas pada pengalamanImplikasi dari penelitian ini adalah pentingnya peningkatan citra destinasi melalui promosi keunikan lokal dan kualitas layanan serta prioritas pada pengalaman
STAI TBHSTAI TBH Untuk menjadi lebih relevan dan efektif dalam membentuk karakter Islami siswa, kurikulum Pendidikan Agama Islam yang saat ini digunakan di banyak sekolahUntuk menjadi lebih relevan dan efektif dalam membentuk karakter Islami siswa, kurikulum Pendidikan Agama Islam yang saat ini digunakan di banyak sekolah
UMUM Sebanyak 64,44 % tugas wakil kepala bidang kurikulum dan 60 % tugas guru sudah terfasilitasi dalam LMS Edulogy. Secara keseluruhan, tingkat kepuasanSebanyak 64,44 % tugas wakil kepala bidang kurikulum dan 60 % tugas guru sudah terfasilitasi dalam LMS Edulogy. Secara keseluruhan, tingkat kepuasan
UMUM Hasil tersebut menunjukkan game layak dilanjutkan ke tahapan uji coba kepada siswa dan diperoleh persentase kelayakan produk sebesar 84,65% yang berartiHasil tersebut menunjukkan game layak dilanjutkan ke tahapan uji coba kepada siswa dan diperoleh persentase kelayakan produk sebesar 84,65% yang berarti