PNUPPNUP

Dynamic Header with Logo from URLDynamic Header with Logo from URL

Rumah Sakit Primaya merupakan infrastruktur kesehatan di kota Makassar, yang memiliki permasalahan penyediaan lahan parkir karena lahan parkir yang tersedia sudah tidak mampu menampung perparkiran yang dibutuhkan. Untuk itu dibutuhkan sebuah gedung parkir bertingkat. Berdasarkan data pembebanan dan lapisan tanahnya, maka diperlukan penggunaan fondasi tiang pancang. Perencanaan fondasi tiang pancang membutuhkan analisis yang rumit oleh sebab itu digunakan Software Palxis 2D. Penelitian ini bertujuan untuk mendesain fondasi tiang pancang dengan menggunakan Software Plaxis 2D, dimana hasilnya akan diverfikasi dengan analisisi manual. Analisis Software Plaxis 2D meliputi empat tahapan program yaitu plaxis input, plaxis calculation, plaxis output dan plaxis curves. Analisis manual menggunakan metode Meyerhof 1976 untuk daya dukung, metode Vesic 1977 dan Vesic 1970 untuk penurunan, metode Brooms 1964 untuk analisis lateral dan pergerakan lateral. Perhitungan dilakukan pada tiga titik yaitu AS O-25, L-22, dan L-26 dengan hasil data lapangan pengujian SPT. Hasil penelitian diperoleh fondasi spun pile dengan diameter tiang 0,5 m dan diperoleh 4 tiang untuk AS O-25, 2 tiang untuk AS L-22, dan 2 tiang untuk AS L-26. Hasil analisis Software Plaxis 2D diperoleh lebih besar dari analisis manual tetapi perbedaanya tidak terlalu signifikan. Sehingga perancangan fondasi menggunakan metode permodelan Software Plaxis 2D relatif aman dan efisien.

Fondasi yang dipilih adalah Spun Pile dengan diameter 0,5 m, membutuhkan 4 tiang pada titik AS O‑25 dan masing‑masing 2 tiang pada titik AS L‑22 serta AS L‑26.Analisis dengan Plaxis 2D menghasilkan daya dukung, penurunan, dan tahanan lateral yang sedikit lebih tinggi dibandingkan analisis manual, namun perbedaannya tidak signifikan.Oleh karena itu, penggunaan model numerik Plaxis 2D untuk perancangan fondasi tiang pancang pada proyek gedung parkir rumah sakit Primaya terbukti aman, efisien, dan dapat diandalkan.

Penelitian lanjutan dapat diarahkan pada tiga hal utama. Pertama, bagaimana perbandingan kinerja fondasi tiang pancang tipe spun pile dengan tipe lain seperti bored pile atau CFA pile ketika dianalisis menggunakan Plaxis 2D pada kondisi beban yang sama, sehingga dapat diketahui kelebihan dan kelemahan masing‑masing tipe dalam menahan beban vertikal dan lateral. Kedua, pengaruh variasi profil tanah yang lebih kompleks, termasuk lapisan lunak‑keras yang berulang serta beban seismik, terhadap kapasitas dukung, penurunan, dan tahanan lateral fondasi perlu dievaluasi melalui analisis dinamis pada Plaxis 2D, untuk memperkirakan respons struktur pada kondisi gempa bumi. Ketiga, apakah pemodelan hibrida yang menggabungkan data hasil simulasi numerik dengan algoritma pembelajaran mesin dapat mempercepat prediksi settlement dan faktor keamanan fondasi tiang pancang, serta meningkatkan akurasi dibandingkan metode tradisional; penelitian ini dapat mencakup pelatihan model pada dataset hasil Plaxis dan verifikasi dengan data lapangan. Dengan menjawab ketiga pertanyaan tersebut, diharapkan dapat memperluas pemahaman tentang desain fondasi tiang pancang yang lebih adaptif, aman, dan efisien pada proyek‑proyek infrastruktur serupa.

Read online
File size789.33 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test