IAIN SUIAIN SU

IQRA`: Jurnal Perpustakaan dan InformasiIQRA`: Jurnal Perpustakaan dan Informasi

Studi ini melibatkan analisis komparatif antara sistem manajemen perpustakaan yang dikembangkan oleh Melvil Dewey pada tahun 1876 dan Abd Al-Basit bin Musa Al-Almawi (1502-1573 M), yang lebih dikenal sebagai Al-Almawi, yang hidup pada masa kejayaan Dinasti Ottoman pada abad ke-16. Sistem manajemen perpustakaan yang dikembangkan oleh Dewey dapat dianggap dominan saat ini karena digunakan secara luas di seluruh dunia. Namun, sistem ini dikatakan menimbulkan beberapa kesulitan dalam hal pemeliharaan karena kategori bidangnya telah dibatasi dan terjadi tumpang tindih bidang, di mana beberapa bidang digabungkan dalam satu kelas. Nomor klasifikasi menjadi lebih panjang ketika ada kategori baru, sehingga menyebabkan proses akses dan penyimpanan menjadi sangat kompleks. Untuk mengatasi masalah ini, studi ini bertujuan untuk memeriksa sistem yang dikembangkan oleh Al-Almawi untuk melihat apakah sistem tersebut mampu mengatasi masalah baik dari segi teknis maupun pengembangan intelektualitas. Tujuan studi ini adalah untuk mengetahui karakteristik sistem yang ditekankan oleh Al-Almawi, mengidentifikasi dampak sistem dari sudut pandang aksiology, dan kesesuaian sistem dalam industri manajemen sistem informasi.

Peradaban Islam telah mencapai kesuksesan sejak lama karena monoteisme telah mengikat semua elemen yang membentuk peradaban sehingga menjadi kesatuan yang tidak terpisahkan.Melalui monoteisme, individu dan masyarakat mengalami transformasi sehingga umat Islam terbebas dari kebodohan, stagnasi, penurunan sosial, dan kehilangan kekuasaan politik dan ekonomi.Dengan kata lain, monoteisme memberdayakan rakyat dan membentuk karakter dan jiwa yang kuat.Pemahaman monoteisme membuat setiap pemikiran dan tindakan tidak dapat dipisahkan.Pemikiran digunakan untuk menghasilkan kreativitas dan inovasi dalam setiap tindakan sehingga masyarakat memperoleh manfaat dalam hal memenuhi kebutuhan dan kesejahteraan hidup.Hal ini dapat dilihat dalam sistem yang dikembangkan oleh Al-Almawi meskipun hanya merupakan fragmen dari kerangka ilmiah yang sangat luas dan dalam.Sistem klasifikasi dan katalogisasi bahan perpustakaan yang dibangun oleh Al-Almawi jelas tidak mengabaikan aspek ontologi, epistemologi, dan aksiology pengetahuan ketika menyusun dan mengorganisir bahan perpustakaan dalam urutan yang selaras dengan tradisi intelektual Islam.Tujuannya adalah agar pengetahuan dapat dimuliakan secara penuh dan berkat pengetahuan mengalir kepada pembaca dan kemudian dapat digunakan oleh semua manusia.

Berdasarkan temuan dalam penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih mendalam tentang sistem yang dikembangkan oleh Al-Almawi untuk memahami secara lebih komprehensif karakteristik dan keunggulan sistem tersebut dalam mengatasi masalah klasifikasi dan katalogisasi bahan perpustakaan. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk membandingkan sistem Al-Almawi dengan sistem klasifikasi lainnya yang ada saat ini, seperti Sistem Klasifikasi Perpustakaan Kongres (Library of Congress Classification) atau Sistem Klasifikasi Perpustakaan Universitas (University Library Classification), untuk melihat keunggulan dan kelemahan masing-masing sistem. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi penerapan sistem Al-Almawi dalam konteks perpustakaan digital dan sistem informasi manajemen yang lebih modern, serta mengidentifikasi tantangan dan peluang yang mungkin muncul dalam implementasinya.

Read online
File size711.92 KB
Pages28
DMCAReport

Related /

ads-block-test