UYPUYP

Soeropati: Journal of Community ServiceSoeropati: Journal of Community Service

Menuju Sukorejo The City of Matoa, Kecamatan Sukorejo senantiasa mendistribusikan bibit pohon Matoa setiap tahunnya yang tersebar di 19 desa, salah satunya Desa Gunting sebagai area ring satu penyebaran bibit Matoa. Namun, masyarakat Desa Gunting masih belum mengetahui secara mendalam mengenai jenis maupun manfaat dari pohon dan buah Matoa. Program kewirausahaan ini dilaksanakan di Desa Gunting, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan dengan menggunakan metode Participatory Rural Appraisal (PRA). Tujuan dari program ini adalah meningkatkan pemahaman masyarakat Desa Gunting terhadap pemanfaatan pohon dan buah Matoa sehingga memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Hasil dari program ini menunjukkan bahwa masyarakat, mulai dari dewasa hingga anak-anak, menjadi lebih mengenal buah dan pohon Matoa serta mengenal berbagai variasi produk olahan dari buah Matoa. Selain itu, pendampingan ini juga menghasilkan kemasan produk yang menarik serta pemahaman mengenai prosedur memperoleh produk yang memenuhi standar SNI.

Kegiatan pemberdayaan masyarakat Desa Gunting telah berhasil mentransfer pengetahuan dan keterampilan dalam pengolahan buah Matoa dan pepaya menjadi produk bernilai ekonomi tinggi seperti selai, dodol, manisan, dan kripik.Masyarakat juga memperoleh pelatihan dalam kemasan produk, standar SNI, dan pemasaran secara daring yang mendukung pengembangan usaha mereka.Selain itu, terjalinnya jejaring pemasaran melalui media sosial membantu memperluas jangkauan penjualan produk olahan lokal.

Pertama, perlu dikaji lebih lanjut mengenai efektivitas model pemasaran digital terhadap peningkatan omzet usaha mikro olahan Matoa di Desa Gunting, dengan membandingkan kelompok pelaku usaha yang menggunakan media sosial secara intensif dan yang tidak. Kedua, sebaiknya dilakukan penelitian tentang potensi diversifikasi produk olahan buah Matoa menjadi produk fungsional seperti suplemen atau makanan kesehatan berbasis ekstrak Matoa, mengingat belum ada eksplorasi mendalam terhadap kandungan gizi dan manfaat kesehatannya. Ketiga, perlu dikembangkan studi mengenai model kemitraan antara petani Matoa, pelaku UMKM, dan lembaga pendidikan vokasi untuk menciptakan ekosistem wirausaha berkelanjutan yang melibatkan pelatihan teknologi pengolahan, sertifikasi produk, dan distribusi pasar secara terintegrasi, sehingga program Matoanisasi tidak hanya memberdayakan secara individual tetapi juga sistemik.

Read online
File size445.9 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test