IAIN SUIAIN SU

IQRA`: Jurnal Perpustakaan dan InformasiIQRA`: Jurnal Perpustakaan dan Informasi

Naskah kuno merupakan benda cagar budaya yang perlu untuk dilestarikan. Upaya pelestarian telah dilakukan untuk menjaga warisan dari para leluhur. Penyebab kerusakan pada naskah kuno saat ini dikarenakan oleh usia naskah yang telah berlatahan selama ratusan tahuan. Itulah salah satu penyebab naskah kuno menjadi rentan rusak dibandingkan dengan benda caar budaya lain. Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyeba kerusakan pada naskah kuno yang ada di Situs Gandoang Wanasigra. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan penelitian deskriptif. Hasil dari penelitian ini mengemukakan bahwa terdapat beberapa faktor perusak pada nskah kuno, antara lain; (1) tempat penyimpanan dan faktor iklim, (2) faktor cahaya, (3) faktor kimia, (4) faktor biota, (5) dan faktor bencana. Kesimpulannya naskah kuno memerlukan perawatan yang baik dan sesuai standar pelestarian agar dapat bertahan lebih lama.

Adanya naskah kuno yang terdapat di Situs Gandoang Wanasigra masih memerlukan tindakan pelestarian yang sangat intensif untuk menyelamatkan bentuk fisik dari naskah tersebut.Kurangnya pengetahuan masyarakat dalam pemeliharaan naskah kuno menjadi salah satu penyebab kerusakannya disamping masyarakat yang masih menganggap naskah kuno sebagai benda keramat dan tidak boleh diubah oleh siapapun kecuali para pemegang naskah.Penyebab kerusakan naskah kuno ini diantaranya disebabkan oleh faktor iklim, tempat penyimpanannya, faktor biota, faktor cahaya, dan faktor bencana.Kegiatan untuk bersama-sama membangun pengetahuan masyarakat menjadi salah satu kunci untuk tetap menjaga kelestarian naskah kuno.Transferr pengetahuan ini biasanya dilakukan pada kegiatan yang melibatkan banyak masyarakat.Berkaitan dengan peran dari setiap elemen masyarakat dan pemerintah dalam upaya pelestarian naskah kuno ini masih belum optimal dan maksimal, hal ini dilihat dari banyaknya kerusakan yang ada pada naskah kuno dan kurangnya pengetahuan yang diketahui oleh masyarakat.

Untuk menjaga kelestarian naskah kuno, penting untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang cara merawat dan melestarikan naskah kuno. Upaya ini dapat dilakukan melalui kegiatan-kegiatan yang melibatkan masyarakat, seperti upacara adat Merlawu, untuk mentransfer pengetahuan dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian naskah kuno. Selain itu, pemerintah juga perlu berperan aktif dalam upaya pelestarian ini, dengan menyediakan fasilitas dan sumber daya yang memadai untuk menjaga naskah kuno. Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan metode-metode pelestarian yang lebih efektif, seperti penggunaan teknologi modern untuk memantau kondisi naskah dan mencegah kerusakan lebih lanjut. Dengan demikian, naskah kuno dapat dilestarikan dengan baik dan informasi yang terkandung di dalamnya dapat diakses oleh generasi mendatang.

  1. Kegiatan preservasi naskah kuno Syekh Abdul Manan di Museum Bandar Cimanuk Indramayu | Siti Khadijah... doi.org/10.24198/jkip.v9i1.30648Kegiatan preservasi naskah kuno Syekh Abdul Manan di Museum Bandar Cimanuk Indramayu Siti Khadijah doi 10 24198 jkip v9i1 30648
Read online
File size569.53 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test