UIN Ar-RaniryUIN Ar-Raniry
Legitimasi: Jurnal Hukum Pidana dan Politik HukumLegitimasi: Jurnal Hukum Pidana dan Politik HukumProgram makan bergizi gratis merupakan kebijakan pelayanan publik nasional yang ditujukan untuk memperkuat pemenuhan gizi bagi kelompok rentan, namun sistem distribusi pangan dalam skala besar juga menimbulkan risiko serius terhadap keamanan pangan, termasuk kemungkinan terjadinya keracunan massal. Penelitian ini mengkaji persoalan normatif berupa belum jelasnya pertanggungjawaban pidana dalam tata kelola makan bergizi gratis, khususnya karena belum adanya peta akuntabilitas pidana yang foreseeable untuk membedakan pelanggaran administratif dari tindak pidana serta menentukan subjek hukum yang bertanggung jawab. Penelitian ini menjawab pertanyaan tentang bagaimana konstruksi pertanggungjawaban pidana dalam insiden keamanan pangan pada program makan bergizi gratis, dan bagaimana rantai pertanggungjawaban pidana antara pemerintah, Badan Gizi Nasional, sekolah, dan vendor seharusnya disusun dalam kerangka kebijakan publik.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sebagai kebijakan pelayanan publik nasional, menimbulkan konsekuensi hukum yang signifikan ketika kegagalan keamanan pangan berujung pada insiden keracunan massal.Studi ini menemukan bahwa hukum positif Indonesia telah menyediakan dasar pertanggungjawaban pidana melalui delik kelalaian dalam KUHP serta ketentuan pidana dalam hukum pangan dan perlindungan konsumen.Namun, instrumen hukum ini dikembangkan untuk hubungan hukum yang lebih linier, baik antara pelaku dan korban atau antara produsen dan konsumen, sehingga tidak sepenuhnya kompatibel dengan karakter MBG yang secara struktural berlapis, terkoordinasi secara administratif, dan melibatkan aktor-aktor beragam.Temuan utama studi ini adalah masalah hukum pidana dalam MBG bukan terletak pada total absennya norma-norma hukum, tetapi pada absennya peta akuntabilitas pidana yang foreseeable.Regulasi MBG saat ini tetap didominasi oleh aspek administratif dan institusional, gagal menetapkan batas-batas yang jelas antara pelanggaran administratif dan perilaku kriminal, antara kelalaian biasa dan kelalaian berat, serta antara kesalahan teknis langsung dan kegagalan pengawasan.Akibatnya, rantai tanggung jawab pidana menjadi kabur dan rentan terhadap dua hasil yang sama-sama bermasalah.kriminalisasi selektif terhadap aktor tertentu, terutama pelaksana lapangan, atau impunitas struktural karena tanggung jawab tersebar di berbagai institusi dan sulit untuk ditelusuri dengan akurat.Studi ini menyimpulkan bahwa pertanggungjawaban pidana dalam insiden keamanan pangan MBG harus dibangun dalam kerangka tata kelola kebijakan publik berlapis, bukan hanya mengandalkan doktrin tanggung jawab individu konvensional.Dalam struktur MBG, tanggung jawab pidana harus dipetakan secara terbatas, terukur, dan rasional di sepanjang rantai pemerintah, BGN, sekolah, dan vendor berdasarkan kontrol efektif, kewajiban perawatan, tingkat kesalahan, dan kontribusi kausal terhadap hasil yang merugikan.Dalam kerangka ini, tanggung jawab pidana korporat menjadi esensial untuk penyedia layanan makanan yang beroperasi sebagai entitas hukum, sementara tanggung jawab pidana pejabat publik harus dibatasi pada situasi yang melibatkan kelalaian berat, abai terhadap kewajiban keamanan pangan, atau penyalahgunaan wewenang yang secara kausal terkait dengan insiden keracunan massal.Kontribusi akademik artikel ini terletak pada upayanya untuk melampaui studi sebelumnya yang umumnya membahas MBG dalam hal keamanan pangan, hak anak, pelayanan publik, atau akuntabilitas negara secara luas.Artikel ini secara khusus menawarkan konstruksi sistematis tanggung jawab pidana dengan memetakan subjek hukum, bentuk kesalahan, dan rantai atribusi dalam struktur tata kelola MBG.Dengan demikian, studi ini memperkuat diskursus hukum pidana dalam kebijakan publik dengan menunjukkan bahwa program makanan massal membutuhkan bukan hanya tata kelola administratif, tetapi juga arsitektur akuntabilitas pidana yang secara hukum pasti.
Berdasarkan analisis terhadap latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang baru:. . 1. Mengembangkan studi perbandingan yang lebih luas tentang regulasi statuta dalam program makanan publik, dengan fokus pada hubungan antara akuntabilitas pidana dan tata kelola pengadaan publik.. . 2. Melakukan penelitian empiris tentang efektivitas supervisi, mekanisme pelacakan, dan audit dalam implementasi MBG, untuk menguji realitas institusional dan penegakan hukum.. . 3. Menganalisis hubungan antara akuntabilitas pidana dan tata kelola pengadaan publik dalam konteks MBG, untuk memahami bagaimana praktik pengadaan dapat mempengaruhi akuntabilitas pidana dan sebaliknya.. . Saran-saran ini bertujuan untuk memperluas pemahaman tentang bagaimana akuntabilitas pidana dapat diintegrasikan dengan efektif dalam program makanan publik, seperti MBG, untuk memastikan perlindungan yang adil dan efektif bagi para penerima manfaat, serta memberikan kepastian hukum bagi para pelaksana program.
- Ensuring the Health and Safety of Indonesian School Children: Legal Protections in Snack Consumption... journal.qubahan.com/index.php/qaj/article/view/161Ensuring the Health and Safety of Indonesian School Children Legal Protections in Snack Consumption journal qubahan index php qaj article view 161
- Food law in Indonesia has a criminal perspective that is oriented towards food security - IOPscience.... doi.org/10.1088/1755-1315/1253/1/012069Food law in Indonesia has a criminal perspective that is oriented towards food security IOPscience doi 10 1088 1755 1315 1253 1 012069
| File size | 360.31 KB |
| Pages | 25 |
| DMCA | Report |
Related /
UIN Ar-RaniryUIN Ar-Raniry Selain itu, penelitian ini juga mengusulkan kriteria normatif yang unik, seperti orientasi restoratif, kepatuhan terhadap konstitusi dan hak asasi manusia,Selain itu, penelitian ini juga mengusulkan kriteria normatif yang unik, seperti orientasi restoratif, kepatuhan terhadap konstitusi dan hak asasi manusia,
UNIMALUNIMAL Metodologi penelitian: Dengan menggunakan pendekatan Design Thinking, data kualitatif dikumpulkan melalui wawancara dan survei terhadap 27 responden dariMetodologi penelitian: Dengan menggunakan pendekatan Design Thinking, data kualitatif dikumpulkan melalui wawancara dan survei terhadap 27 responden dari
STITNUALHIKMAHSTITNUALHIKMAH Penguatan tersebut sebagai berikut penanaman Islamic Worldview, tadabbur tafsir dan hadits pendidikan islam, dasar-dasar psikologi anak, teori belajarPenguatan tersebut sebagai berikut penanaman Islamic Worldview, tadabbur tafsir dan hadits pendidikan islam, dasar-dasar psikologi anak, teori belajar
STITNUALHIKMAHSTITNUALHIKMAH Hasil analisis regresi linier sederhana menunjukkan bahwa MBS mampu menjelaskan 62,5% variasi mutu pendidikan, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktorHasil analisis regresi linier sederhana menunjukkan bahwa MBS mampu menjelaskan 62,5% variasi mutu pendidikan, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor
UNTAG SMDUNTAG SMD Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju infiltrasi dan nilai permeabilitas tanah pada tegakan sengon, semak, dan lahan terbuka. Pengukuran lajuPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju infiltrasi dan nilai permeabilitas tanah pada tegakan sengon, semak, dan lahan terbuka. Pengukuran laju
AKESRUSTIDAAKESRUSTIDA Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan antara kelompok jinten hitam atau kelompok pemberian jinten hitamBerdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan antara kelompok jinten hitam atau kelompok pemberian jinten hitam
UNTARUNTAR Setelah analisis data, rekomendasi disajikan untuk meningkatkan operasi kafetaria lansia di Kabupaten Chiayi. Rekomendasi mencakup strategi untuk memperbaikiSetelah analisis data, rekomendasi disajikan untuk meningkatkan operasi kafetaria lansia di Kabupaten Chiayi. Rekomendasi mencakup strategi untuk memperbaiki
DIM UNPASDIM UNPAS Kontribusi utama penelitian ini adalah perluasan Model Keberhasilan Sistem Informasi DeLone & McLean dengan mengintegrasikan konstruk dukungan kepemimpinanKontribusi utama penelitian ini adalah perluasan Model Keberhasilan Sistem Informasi DeLone & McLean dengan mengintegrasikan konstruk dukungan kepemimpinan
Useful /
STTMCILEUNGSISTTMCILEUNGSI Di sisi lain, peningkatan diameter nozzle menyebabkan atomisasi yang kurang efektif dan pencampuran yang tidak merata yang menyebabkan kecepatan pemanasanDi sisi lain, peningkatan diameter nozzle menyebabkan atomisasi yang kurang efektif dan pencampuran yang tidak merata yang menyebabkan kecepatan pemanasan
UNTARUNTAR A total of 486 valid questionnaires were received from an initial 521 distributed. The results indicated a positive effect between happiness and re-participationA total of 486 valid questionnaires were received from an initial 521 distributed. The results indicated a positive effect between happiness and re-participation
UNTARUNTAR Namun, profitabilitas tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Sementara itu, pengujian moderasi menunjukkan bahwa ukuran perusahaan tidak mampu memoderasiNamun, profitabilitas tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Sementara itu, pengujian moderasi menunjukkan bahwa ukuran perusahaan tidak mampu memoderasi
UNTARUNTAR Sampel yang digunakan untuk penelitian ini adalah 57 sampel, di mana data yang dibutuhkan untuk melakukan penelitian ini diambil dari data perusahaan yangSampel yang digunakan untuk penelitian ini adalah 57 sampel, di mana data yang dibutuhkan untuk melakukan penelitian ini diambil dari data perusahaan yang