UnmulUnmul

Jurnal Kesehatan Pasak Bumi KalimantanJurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan

Terjadi penurunan kualitas tidur sekitar 20%-50% pada orang dewasa di Indonesia. Wanita mengalami insiden ini lebih sering pada kelompok usia di atas 40 tahun. Sebanyak 54% wanita premenopause mengeluh tentang kualitas tidur yang buruk. Salah satu upaya yang dapat dilakukan dalam mengatasi gangguan tidur adalah dengan terapi komplementer yaitu terapi akupresur. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi akupresur spirit gate terhadap kualitas tidur pada wanita premenopause di Banjar Gambang Desa Munggu. Desain penelitian ini adalah Quasi Experimental Design menggunakan pendekatan Non-Equivalent Control Group Design. Jumlah sampel sebanyak 30 responden terdiri atas 15 responden kelompok kontrol dan 15 responden kelompok perlakuan wanita premenopause di Banjar Gambang Desa Munggu dengan Teknik purpossive sampling, serta data dianalisis menggunakan analiasis Mann Whitney. Berdasarkan hasil analisis data, diketahui nilai rata-rata posttest kelompok perlakuan 4,27 < 9,07 kelompok kontrol, dengan selisih mean 4,8 yang berarti rata-rata skor kualitas tidur kelompok perlakuan berada dalam kategori baik, sedangkan kelompok kontrol dalam kategori buruk. Nilai p = 0,001 < 0,05 dapat dikatakan H0 ditolak dan Ha diterima. Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh terapi akupresur Spirit Gate terhadap kualitas tidur pada wanita premenopause di Banjar Gambang Desa Munggu.

Berdasarkan Hasil uji Mann Whitney didapatkan p value = 0,001 < 0,05, yang artinya H0 ditolak dan Ha diterima sehingga ada pengaruh secara signifikan terapi akupresur Spirit Gate terhadap kualitas tidur pada wanita premenopause di Banjar Gambang Desa Munggu.

Penelitian selanjutnya dapat meneliti apakah efek terapi akupresur Spirit Gate tetap terlihat pada populasi wanita premenopause yang lebih luas, misalnya dengan melibatkan beberapa desa atau kota di provinsi lain, sehingga dapat menguji generalisasi temuan. Selain itu, studi longitudinal dengan periode pemantauan lebih lama, misalnya selama enam hingga dua belas bulan, dapat mengevaluasi keberlanjutan perbaikan kualitas tidur serta potensi efek samping atau adaptasi tubuh terhadap terapi. Selanjutnya, perbandingan langsung antara akupresur Spirit Gate dengan intervensi non‑farmakologis lain, seperti terapi musik, pijat tradisional, atau suplementasi melatonin, dapat mengidentifikasi strategi paling efektif atau sinergi yang optimal untuk mengatasi insomnia pada wanita premenopause. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memperkaya bukti ilmiah dan membantu penyedia layanan kesehatan merancang program intervensi yang lebih tepat sasaran. Selain itu, penggunaan alat pengukuran fisiologis seperti polisomnografi dapat memberikan data objektif mengenai perubahan pola tidur setelah akupresur. Penelitian juga dapat mengeksplorasi perbedaan respons antara wanita dengan tingkat stres tinggi dan rendah untuk menilai faktor moderasi psikologis.

Read online
File size236.93 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test