STTMCILEUNGSISTTMCILEUNGSI

TEKNOSAINS : Jurnal Sains, Teknologi dan InformatikaTEKNOSAINS : Jurnal Sains, Teknologi dan Informatika

Konsumsi bahan bakar yang tidak efisien dalam pengujian mesin sepeda motor masih menjadi masalah kritis dalam operasi manufaktur. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar dengan menerapkan pendekatan Design Thinking yang berpusat pada manusia yang mengintegrasikan faktor ergonomi dan perilaku, yang sering diabaikan dalam metode optimisasi konvensional. Desain eksperimen sebelum-sesudah yang terkendali dilakukan selama empat minggu yang melibatkan 22.400 unit. Intervensi terdiri dari penerapan nozzle bahan bakar ergonomis dan prosedur pengujian yang distandarisasi. Hasilnya menunjukkan penurunan yang signifikan dalam konsumsi bahan bakar dari 318,5 ± 12 ml/unit menjadi 200 ± 8 ml/unit, mewakili penurunan sebesar 37,2%, dengan ukuran efek yang besar (Cohens d ≈ 2,8). Selain itu, penggunaan bahan bakar harian berkurang secara substansial, yang mengarah pada penghematan biaya tahunan yang signifikan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa mengintegrasikan Design Thinking ke dalam proses manufaktur dapat meningkatkan efisiensi operasional dan keberlanjutan secara efektif, sambil menawarkan kerangka kerja yang dapat disesuaikan dan dapat diulang untuk optimasi bahan bakar.

Penelitian ini mengevaluasi efektivitas intervensi berbasis Design Thinking dalam meningkatkan efisiensi bahan bakar dalam operasi pengujian mesin sepeda motor.Menggunakan desain eksperimen sebelum-sesudah yang terkendali, hasilnya menunjukkan bahwa dengan mengintegrasikan ulang desain ergonomis dan standar prosedur dalam kerangka kerja yang berpusat pada manusia, konsumsi bahan bakar dapat berkurang secara signifikan sebesar 37,2% sambil mempertahankan keandalan proses.Temuan ini mengonfirmasi bahwa faktor yang berkaitan dengan manusia memainkan peran penting dalam inefisiensi operasional dan bahwa dengan mengatasi dimensi teknis dan perilaku, peningkatan kinerja yang signifikan dapat dicapai.Keunikan penelitian ini terletak pada penerapan Design Thinking sebagai pendekatan terintegrasi untuk efisiensi manufaktur, yang menggabungkan wawasan berpusat pada pengguna dengan optimisasi teknik.Dari perspektif praktis, pendekatan yang diusulkan menawarkan model yang dapat disesuaikan dan efektif biaya untuk optimasi energi industri.Dari sudut pandang teoritis, penelitian ini memberikan bukti empiris bahwa memperluas inovasi berpusat pada manusia ke dalam proses manufaktur dapat menghasilkan peningkatan efisiensi yang dapat diukur dan berkelanjutan.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan validasi pendekatan yang diusulkan di berbagai konteks manufaktur dan mengintegrasikan variabel tambahan untuk memahami secara komprehensif optimasi efisiensi bahan bakar. Selain itu, studi multi-situs dan longitudinal diperlukan untuk menguji keandalan dan generalisasi pendekatan yang diusulkan, serta untuk menilai keberlanjutan peningkatan yang diamati dan efek adaptasi perilaku yang mungkin terjadi seiring waktu. Penelitian masa depan juga dapat mengeksplorasi integrasi Design Thinking dengan metode optimisasi data-driven, seperti pembelajaran mesin atau analitik prediktif, untuk meningkatkan pengambilan keputusan dalam sistem manufaktur. Hal ini dapat memberikan kerangka kerja yang lebih komprehensif yang menggabungkan inovasi berpusat pada manusia dengan optimisasi proses cerdas.

  1. Implementasi Design Thinking dalam Pengembangan Aplikasi DIGITS di Telkom Schools: Studi Kasus Transformasi... doi.org/10.60079/amfr.v3i3.627Implementasi Design Thinking dalam Pengembangan Aplikasi DIGITS di Telkom Schools Studi Kasus Transformasi doi 10 60079 amfr v3i3 627
Read online
File size204.13 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test