UIN WALISONGOUIN WALISONGO

Psikohumaniora: Jurnal Penelitian PsikologiPsikohumaniora: Jurnal Penelitian Psikologi

Dukungan teman sebaya telah disorot sebagai faktor penting dalam kesehatan mental pekerja migran Indonesia di luar negeri. Meskipun banyak penelitian telah menyelidiki kesejahteraan spiritual dan strategi koping, hanya sedikit yang meneliti peran keduanya sebagai variabel mediasi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh langsung dan tidak langsung dukungan teman sebaya terhadap kesehatan mental melalui kesejahteraan spiritual dan strategi koping pekerja migran Indonesia yang tinggal di luar negeri. Partisipan penelitian adalah 183 pekerja migran Indonesia yang berbasis di luar negeri. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah convenience sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner skala, meliputi skala dukungan teman sebaya, skala strategi koping, skala kesejahteraan spiritual, dan skala kesehatan mental. Teknik analisis data adalah structural equation modeling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan teman sebaya (β = .247, p < .01), kesejahteraan spiritual (β = .176, p < .01), dan strategi koping (β = .514, p < .01) memiliki pengaruh langsung terhadap kesehatan mental. Pada saat yang sama, terdapat pengaruh tidak langsung dukungan teman sebaya (β = .159, p < .01), yang dimediasi oleh kesejahteraan spiritual dan strategi koping. Penelitian ini memiliki implikasi teoretis mengenai pentingnya dorongan dari teman bagi kesehatan mental pekerja migran Indonesia, terutama jika diperkuat dengan kesejahteraan spiritual dan strategi koping.

Pekerja migran Indonesia rentan mengalami masalah kesehatan mental dan psikologis akibat lingkungan sosial baru, seperti perbedaan budaya dan agama.Penelitian ini menemukan bahwa dukungan teman sebaya memiliki pengaruh langsung dan tidak langsung terhadap kesehatan mental, dengan kesejahteraan spiritual dan strategi koping sebagai mediator.Hasil ini menegaskan pentingnya dukungan sosial, spiritualitas, dan strategi adaptasi bagi kesehatan mental pekerja migran Indonesia serta memberikan implikasi teoretis signifikan dalam bidang psikologi.

Meskipun penelitian ini telah memberikan pemahaman yang berharga, studi lanjutan dapat menggali lebih dalam dengan mempertimbangkan beberapa arah baru. Pertama, mengingat variasi demografi pekerja migran, akan sangat bermanfaat untuk meneliti bagaimana faktor-faktor seperti usia, jenis kelamin, durasi kerja, dan status legal (resmi atau tidak resmi) secara spesifik memengaruhi efektivitas dukungan teman sebaya, kesejahteraan spiritual, dan strategi koping terhadap kesehatan mental mereka. Misalnya, apakah dukungan teman sebaya memiliki dampak yang berbeda pada pekerja migran perempuan yang bekerja di sektor domestik dibandingkan dengan laki-laki di sektor manufaktur, dan bagaimana perbedaan ini membentuk kebutuhan dukungan mereka? Pertanyaan ini dapat dijawab melalui penelitian komparatif yang mendalam antar kelompok. Kedua, dengan memperluas pendekatan metodologi dari kuantitatif menjadi kualitatif atau metode campuran, peneliti dapat memperoleh pemahaman yang lebih kaya mengenai pengalaman hidup pekerja migran. Bagaimana pekerja migran Indonesia mengartikan dan menerapkan kesejahteraan spiritual serta strategi koping mereka dalam menghadapi tantangan sehari-hari, dan apa saja bentuk dukungan teman sebaya yang paling relevan dan bermakna dalam konteks budaya mereka? Wawancara mendalam atau studi etnografi dapat mengungkap nuansa yang mungkin terlewat oleh kuesioner berskala. Terakhir, sangat penting untuk mengeksplorasi bagaimana faktor-faktor struktural, seperti kebijakan pemerintah di negara tujuan, akses terhadap layanan kesehatan mental formal, dan praktik pengusaha, berinteraksi dengan sumber daya individu dan dukungan sosial informal. Studi ini dapat mengidentifikasi sinergi antara dukungan formal dan informal, misalnya, bagaimana ketersediaan layanan konseling resmi melengkapi peran dukungan teman sebaya dalam mitigasi stres dan peningkatan kesejahteraan psikologis. Menjawab pertanyaan-pertanyaan ini akan memperkaya landasan teoretis dan praktis untuk intervensi yang lebih holistik.

  1. Psikohumaniora: Jurnal Penelitian Psikologi. peer support mental health indonesian migrant workers mediating... journal.walisongo.ac.id/index.php/Psikohumaniora/article/view/20341Psikohumaniora Jurnal Penelitian Psikologi peer support mental health indonesian migrant workers mediating journal walisongo ac index php Psikohumaniora article view 20341
  2. APA PsycNet. psycnet loading doi.org/10.1037/0090-5550.45.4.365APA PsycNet psycnet loading doi 10 1037 0090 5550 45 4 365
Read online
File size682.32 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test