STITNUALHIKMAHSTITNUALHIKMAH

MODELING: Jurnal Program Studi PGMIMODELING: Jurnal Program Studi PGMI

Pembelajaran Akidah Akhlak berperan penting dalam pembentukan karakter dan penanaman nilai sopan santun peserta didik di Madrasah Ibtidaiyah. Namun demikian, masih terdapat peserta didik yang belum sepenuhnya mampu mengaplikasikan nilai-nilai akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan metode role playing dalam pembelajaran Akidah Akhlak serta pengaruhnya terhadap sikap sopan santun siswa kelas III MI Al Falah Beran. Metode penelitian yang digunakan adalah literature review dengan menelaah berbagai artikel ilmiah yang relevan. Data dikumpulkan melalui studi kepustakaan dan dianalisis menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan deduktif dan induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode role playing dapat meningkatkan motivasi belajar, keberanian berkomunikasi, serta pemahaman dan penerapan nilai sopan santun siswa. Melalui simulasi peran yang berkaitan dengan situasi sehari-hari, siswa lebih mudah memahami dan mengamalkan nilai-nilai akhlak dalam interaksi sosial. Oleh karena itu, metode role playing dinilai efektif untuk diterapkan dalam pembelajaran Akidah Akhlak di Madrasah Ibtidaiyah.

Metode role playing terbukti menjadi strategi pembelajaran yang efektif dalam menanamkan nilai sopan santun pada siswa kelas III MI Al Falah Beran.Melalui kegiatan bermain peran, siswa memperoleh pengalaman belajar yang bermakna, sehingga meningkatkan kemampuan mereka dalam memahami dan mengaplikasikan nilai‑nilai akhlak dalam kehidupan sehari‑hari.Penerapan metode ini juga meningkatkan sikap sopan santun, keberanian, serta partisipasi aktif siswa, menciptakan suasana belajar yang lebih menarik dan optimal.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana integrasi media digital, seperti video interaktif atau aplikasi simulasi, mempengaruhi efektivitas metode role playing dalam pembelajaran Akidah Akhlak serta penguatan nilai sopan santun pada siswa; apakah penggunaan teknologi tersebut meningkatkan motivasi dan retensi pengetahuan dibandingkan dengan role playing konvensional. Selain itu, diperlukan studi komparatif yang membandingkan role playing dengan pendekatan pembelajaran kooperatif dalam meningkatkan sikap sopan santun di berbagai tingkat kelas, misalnya kelas II hingga kelas V, untuk mengetahui apakah satu metode lebih unggul dalam konteks usia tertentu. Selanjutnya, sebuah penelitian longitudinal dengan desain panel dapat meneliti keberlanjutan perubahan perilaku sopan santun dan pemahaman akhlak setelah intervensi role playing selama satu tahun, sehingga dapat mengidentifikasi faktor‑faktor yang mendukung atau menghambat retensi nilai‑nilai tersebut di lingkungan sekolah dan rumah. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memperkaya literatur tentang strategi pembelajaran agama yang inovatif serta memberikan panduan praktis bagi pendidik dalam merancang program yang berkelanjutan. Selain itu, penelitian dapat mengevaluasi peran guru sebagai fasilitator dalam mengoptimalkan proses role playing dan dampaknya terhadap perkembangan sosial‑emosional siswa.

Read online
File size635.57 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test