UBHUBH

Jurnal Manajemen Universitas Bung HattaJurnal Manajemen Universitas Bung Hatta

Usaha kecil dan menengah (UKM) yang dimiliki oleh wanita mungkin mengalami kesulitan dalam membangun jaringan dan kemitraan bisnis. Hal ini terutama disebabkan oleh keterbatasan mereka dalam membangun interaksi sosial, yang pada gilirannya dapat meningkatkan aktivitas kewirausahaan dan kinerja bisnis mereka. Namun, hal ini mungkin berbeda dalam masyarakat matrilineal seperti Minangkabau, di mana wanita memiliki hak istimewa, termasuk dalam aktivitas bisnis. Mereka mewarisi properti leluhur seperti tanah dan rumah yang dapat dianggap sebagai aset berharga dalam memulai dan mengembangkan bisnis. Oleh karena itu, menarik untuk mengetahui apakah UKM yang dimiliki wanita di Minangkabau dapat memanfaatkan modal sosial, lebih spesifik lagi, modal sosial penghubung. Jenis modal sosial ini menandakan interaksi sosial dengan ikatan lemah atau orang-orang baru dari tempat-tempat baru. Makalah ini bertujuan untuk memeriksa hubungan antara modal sosial, inovasi, dan kinerja dalam konteks UKM yang dimiliki wanita di Minangkabau. Kami menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan smartPLS 4.0. Data dianalisis dari 100 UKM yang dimiliki wanita di Padang, ibu kota Sumatera Barat. Ditemukan bahwa modal sosial penghubung secara signifikan dan positif terkait dengan inovasi dan kinerja. Selain itu, inovasi memediasi hubungan antara modal sosial penghubung dan kinerja UKM yang dimiliki wanita. Sesuai dengan itu, mempromosikan modal sosial penghubung dan inovasi untuk UKM yang dimiliki wanita adalah cara efektif untuk meningkatkan kinerja bisnis. Hal ini dapat mengonfirmasi bahwa UKM yang dimiliki wanita perlu memperluas interaksi sosial mereka dengan orang-orang baru dan dari tempat-tempat baru. Dalam hal ini, mereka dapat memanfaatkan teknologi digital yang memfasilitasi hal ini dan meningkatkan derajat inovasi mereka.

Studi ini menemukan beberapa temuan yang dapat memperkaya penelitian kewirausahaan dan gender, terutama terkait dengan modal sosial dan inovasi.Kontribusi teoretis kami menekankan pentingnya modal sosial penghubung dalam meningkatkan inovasi dan kinerja di UKM yang dimiliki wanita di Minangkabau.Sistem matrilineal Minangkabau memang telah memberikan peluang bagi wanita Minangkabau untuk melakukan aktivitas kewirausahaan meskipun mereka mungkin tidak memilih untuk melakukannya.Studi ini mengonfirmasi bahwa jika wanita ingin menjadi wirausahawan yang sukses, mereka perlu membangun jaringan dari kelompok luar (modal sosial penghubung).Di masa lalu, mungkin cukup untuk mendapatkan kepercayaan dari ikatan kuat seperti keluarga dan teman.Studi ini mengonfirmasi bahwa akan lebih baik bagi wirausahawan wanita Minangkabau untuk membangun jaringan melalui modal sosial penghubung.Dalam hal implikasi manajerial, wanita Minangkabau dapat memainkan peran mereka sebagai limpapeh rumah gadang dan pemilik bisnis dengan memanfaatkan sumber daya termasuk inovasi.Selain itu, menggabungkan modal sosial penghubung dan inovasi dapat meningkatkan kinerja UKM yang dimiliki wanita.Hal ini berarti bahwa modal sosial penghubung dan inovasi tidak dapat dipisahkan.

Berdasarkan hasil penelitian ini, kami menyarankan agar penelitian selanjutnya dapat memperluas cakupan penelitiannya untuk mencakup UKM yang dimiliki wanita dari Minangkabau di luar Sumatera Barat. Selain itu, penelitian dapat membandingkan atau mengeksplorasi modal sosial (penghubung dan ikatan) dari kelompok etnis lain atau dari perbedaan gender dan generasi. Penelitian juga dapat menyelidiki hubungan antara modal sosial online, inovasi, dan kinerja UKM. Penelitian selanjutnya dapat fokus pada kelompok tertentu dari wirausahawan wanita, seperti pengusaha pemula, startup, dan kelompok minoritas. Studi ini juga dapat membantu pembuat kebijakan dalam menilai kewirausahaan wanita berdasarkan komitmen mereka terhadap modal sosial penghubung dalam arti yang luas. Mereka yang menunjukkan preferensi untuk berinovasi melalui modal sosial penghubung (orang baru dari tempat baru) dianggap memiliki aspirasi tinggi. Dalam hal ini, pembuat kebijakan dapat memfasilitasi pencocokan bisnis, kemitraan, dan investasi yang melibatkan orang asing.

Read online
File size209.53 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test