UNTAG SMDUNTAG SMD

Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan KehutananAgrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan

. Pupuk organik cair adalah pupuk yang komponen utamanya berasal dari hewan atau tumbuhan yang telah difermentasi. Palm Oil Mill Effluent merupakan salah satu jenis sampah organik yang terdiri dari air, minyak, dan padatan organik. Sementara itu, Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) adalah sumber bahan organik yang mengandung banyak unsur hara N, P, K, dan Mg. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak pemberian Mikro Organisme Lokal nasi dan TKKS pada pembuatan POC dengan menambahkan serat TKKS dan molase serta difermentasikan selama 13 hari. Dalam penelitian ini menggunakan bioaktivator MOL nasi dan TKKS dengan variasi volume MOL sebanyak 40, 60, 80, 100 dan 120 mL. Pengaruh MOL terhadap kandungan nitrogen dan pH sama – sama meningkat seiring dengan penambahan volume MOL, sedangkan pengaruh MOL terhadap kandungan fosfor dan kalium sama – sama memiliki tren yang stagnant. Kandungan N dan P terbaik yaitu pada POC dengan variasi MOL TKKS dengan volume MOL 120 mL berturut – turut sebesar 0,25 dan 0,03% (w/v). Kandungan K terbaik pada POC MOL TKKS dengan volume MOL 80 mL sebesar 0,48% (w/v), sementara itu pH MOL TKKS terbaik pada volume 40 dan 60 mL berturut – turut sebesar 7,28 dan 7,49.

Bioaktivator MOL meningkatkan kandungan nitrogen dan pH seiring bertambahnya volume, sedangkan pengaruhnya terhadap fosfor dan kalium stagnan.Konsentrasi nitrogen dan fosfor optimal tercapai pada POC dengan MOL TKKS 120 mL (0,25 % N, 0,03 % P), dan kalium optimal pada MOL TKKS 80 mL (0,48 % K) yang telah memenuhi standar SNI.pH pada MOL nasi 60–100 mL serta MOL TKKS 40–60 mL berada dalam rentang SNI.Diperlukan penelitian lanjutan untuk mengoptimalkan kadar N, P, dan K agar pupuk organik cair memenuhi kualitas terbaik sesuai SNI.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi apakah kombinasi bioaktivator MOL dari sumber mikroorganisme lain, seperti limbah buah kelapa atau jeruk, dapat meningkatkan produksi nitrogen, fosfor, dan kalium pada POC dibandingkan dengan MOL nasi dan TKKS yang digunakan saat ini. Selanjutnya, diperlukan studi untuk menentukan suhu dan waktu fermentasi optimal yang memaksimalkan aktivitas bakteri pengurai, sehingga nilai pH serta kandungan unsur hara mencapai standar SNI dengan lebih konsisten. Penelitian juga dapat meneliti efek penambahan bahan tambahan seperti bahan organik berserat tinggi (misalnya kulit pisang atau dedak padi) pada proses fermentasi untuk meningkatkan kandungan fosfor yang masih stagnan. Selain itu, penting untuk menguji performa POC yang dihasilkan pada skala lapangan dengan berbagai jenis tanaman, guna menilai dampak terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman serta keberlanjutan lingkungan. Akhirnya, analisis biaya‑manfaat dari penggunaan berbagai variasi MOL dan bahan tambahan harus dilakukan untuk memastikan kelayakan ekonomi produksi pupuk organik cair secara komersial.

  1. PEMANFAATAN LIMBAH CAIR INDUSTRI KELAPA SAWIT SEBAGAI PUPUK ORGANIK CAIR DENGAN PENAMBAHAN SERAT TANDAN... ojs.unimal.ac.id/index.php/jtk/article/view/7251PEMANFAATAN LIMBAH CAIR INDUSTRI KELAPA SAWIT SEBAGAI PUPUK ORGANIK CAIR DENGAN PENAMBAHAN SERAT TANDAN ojs unimal ac index php jtk article view 7251
  2. INVESTIGASI PENGARUH JENIS MIKROORGANISME LOKAL PADA KUALITAS POC YANG DIHASILKAN DARI POME | Setyowati... doi.org/10.31293/agrifor.v24i2.8285INVESTIGASI PENGARUH JENIS MIKROORGANISME LOKAL PADA KUALITAS POC YANG DIHASILKAN DARI POME Setyowati doi 10 31293 agrifor v24i2 8285
  3. Vol 21, No 1 (2022). https agrifor v21i1 table contents articles pemanenan hutan sifat kandungan biologis... ejurnal.untag-smd.ac.id/index.php/AG/issue/view/312Vol 21 No 1 2022 https agrifor v21i1 table contents articles pemanenan hutan sifat kandungan biologis ejurnal untag smd ac index php AG issue view 312
Read online
File size458.31 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test