ITENASITENAS

Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah LingkunganRekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan

Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kawasan Metropolitan Surakarta berkurang dari 35% di tahun 1980-an menjadi kurang dari 10% di tahun 2021 yang berarti luasan RTH tersebut tidak memenuhi standar menurut UU no 26 tahun 2007. Hal tersebut berdampak pada kualitas lingkungan perkotaan salah satunya adalah pencemaran udara yang merupakan pilar lingkungan dari Sustainable Development Goals (SDGs). Tujuan penelitian ini untuk menganalisis luasan RTH ideal dalam membantu mengurangi pencemaran udara di Kawasan Metropolitan Surakarta. Metode yang digunakan adalah analisis spasial menggunakan Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) dan Landscape Pattern Metrics untuk melihat pengaruh dan korelasi antara kerapatan RTH dengan pencemaran udara di tahun 2012 - 2022. Hasil analisis menunjukkan bahwa kerapatan RTH hasil NDVI berbanding terbalik dengan pencemaran udara dimana semakin menurun luasan RTH maka akan semakin tinggi nilai Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Kawasan Metropolitan Surakarta. Berdasarkan analisis trendline, strategi yang perlu dilakukan adalah meningkatkan luas RTH sebesar 50 Ha setiap tahun agar nilai ISPU di tahun 2030 menjadi 41,4 masuk dalam kategori udara sehat.

Analisis menunjukkan bahwa luasan ruang terbuka hijau (RTH) di Kawasan Metropolitan Surakarta terus menurun antara 2012 dan 2022, menyebabkan peningkatan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) kecuali pada tahun 2020 yang dipengaruhi oleh pandemi COVID‑19.Landscape pattern metrics mengungkapkan hubungan terbalik antara kerapatan RTH dan tingkat pencemaran udara, dimana penurunan setiap 45,1 Ha RTH menambah satu tingkat ISPU.Simulasi kebijakan menambahkan 50 Ha RTH per tahun dapat menurunkan ISPU secara signifikan, menjadikan udara lebih sehat menjelang 2030–2050.

Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi efektivitas penambahan ruang terbuka hijau sebesar 50 Ha per tahun dengan mengintegrasikan data kualitas udara real‑time untuk memverifikasi dampak terhadap ISPU secara lebih detail; studi lanjutan dapat menguji pengaruh variasi jenis vegetasi (misalnya pohon berbiomassa tinggi versus vegetasi rendah) terhadap penyerapan polutan atmosferik, sehingga dapat merekomendasikan komposisi vegetasi optimal untuk kawasan urban; serta riset berikutnya dapat mengembangkan model prediktif yang menggabungkan faktor sosio‑ekonomi seperti pertumbuhan penduduk, mobilitas transportasi, dan kebijakan tata ruang, untuk mensimulasikan skenario kebijakan RTH yang paling berkelanjutan dalam konteks perubahan iklim dan urbanisasi di wilayah metropolitan Indonesia.

  1. Analisis Kebutuhan Ruang Terbuka Hijau dalam Mengurangi Pencemaran Udara di Kawasan Metropolitan Surakarta... ejurnal.itenas.ac.id/index.php/rekayasahijau/article/view/11006Analisis Kebutuhan Ruang Terbuka Hijau dalam Mengurangi Pencemaran Udara di Kawasan Metropolitan Surakarta ejurnal itenas ac index php rekayasahijau article view 11006
  2. Rancang Bangun Mesin Pencacah Sampah Organik Rumah Tangga | Nugraha | Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi... doi.org/10.26760/jrh.v3i3.3428Rancang Bangun Mesin Pencacah Sampah Organik Rumah Tangga Nugraha Rekayasa Hijau Jurnal Teknologi doi 10 26760 jrh v3i3 3428
Read online
File size1.57 MB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test