UMKUNINGANUMKUNINGAN

HERBAPHARMA : Journal of Herb FarmacologicalHERBAPHARMA : Journal of Herb Farmacological

Wolfberry (Lycium ruthenicum Murray) merupakan buah yang kaya akan senyawa bioaktif, seperti flavonoid, antosianin, polifenol, dan polisakarida, yang diketahui memiliki aktivitas antioksidan kuat. Optimalisasi proses ekstraksi diperlukan untuk memaksimalkan perolehan komponen aktif tersebut. Penelitian ini bertujuan menentukan komposisi pelarut terbaik untuk ekstraksi senyawa bioaktif buah wolfberry menggunakan metode Simplex Lattice Design (SLD). Ekstraksi dilakukan dengan teknik ultrasonik menggunakan tiga jenis pelarut, yaitu metanol, etanol, dan petroleum eter, dengan variasi komposisi yang dianalisis menggunakan perangkat lunak Design Expert 12. Hasil optimasi menunjukkan bahwa kombinasi pelarut optimum diperoleh pada komposisi 0% metanol, 43% etanol, dan 56-57% petroleum eter (43,50 mL etanol dan 56,50 mL petroleum eter), dengan rendemen ekstrak sebesar 16,58%, kandungan flavonoid total 159,02 mg kuersetin ekuivalen/g ekstrak, serta aktivitas antioksidan sebesar 135,44 ppm, dengan nilai desirability 0,66432. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pemilihan dan komposisi pelarut yang tepat, khususnya kombinasi etanol-petroleum eter tanpa metanol, berperan penting dalam meningkatkan efisiensi ekstraksi senyawa bioaktif wolfberry dan berpotensi diaplikasikan dalam pengembangan produk berbasis antioksidan alami.

Optimasi komposisi pelarut menghasilkan nilai desirability sebesar 0,66432, yang menunjukkan kombinasi pelarut paling efektif untuk ekstraksi buah wolfberry.Komposisi optimal terdiri atas 0% metanol, 43% etanol, dan 56% petroleum eter, dengan rendemen sebesar 16,577%, kadar flavonoid total 159,021 mg kuersetin/g ekstrak, serta aktivitas antioksidan sebesar 135,437 ppm.Hasil ini menegaskan bahwa pemilihan pelarut yang tepat sangat berpengaruh terhadap efisiensi ekstraksi senyawa bioaktif.

Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: (1) Menganalisis lebih lanjut efek kombinasi pelarut terhadap aktivitas antioksidan dan kandungan flavonoid, dengan mempertimbangkan variabel-variabel lain seperti suhu dan waktu ekstraksi. (2) Mengembangkan metode ekstraksi yang lebih efisien dan ekonomis, dengan mempertimbangkan aspek keberlanjutan dan ramah lingkungan. (3) Meneliti potensi aplikasi ekstraksi wolfberry dalam pengembangan produk berbasis antioksidan alami, seperti suplemen kesehatan atau kosmetik, dan mengeksplorasi manfaat kesehatan yang dapat diperoleh dari konsumsi ekstrak wolfberry.

  1. Role of Simplex Lattice Statistical Design in the Formulation and Optimization of Microemulsions for... doi.org/10.1248/bpb.b14-00549Role of Simplex Lattice Statistical Design in the Formulation and Optimization of Microemulsions for doi 10 1248 bpb b14 00549
  2.  . 0 doi.org/10.3390/mi9100489A 0 doi 10 3390 mi9100489
  3. Molecules | Free Full-Text | In Situ Stability of Anthocyanins in Lycium ruthenicum Murray. molecules... doi.org/10.3390/molecules26237073Molecules Free Full Text In Situ Stability of Anthocyanins in Lycium ruthenicum Murray molecules doi 10 3390 molecules26237073
  4. Antioxidant Activity and Total Phenolic and Flavonoid Content of Various Solvent Extracts from In Vivo... hindawi.com/journals/bmri/2015/643285Antioxidant Activity and Total Phenolic and Flavonoid Content of Various Solvent Extracts from In Vivo hindawi journals bmri 2015 643285
Read online
File size540.15 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test