CHEMOPREVCHEMOPREV

Indonesian Journal of Cancer ChemopreventionIndonesian Journal of Cancer Chemoprevention

Kanker payudara merupakan kanker paling umum pada wanita dan penyebab utama kematian terkait kanker di seluruh dunia. Hal ini menunjukkan pentingnya strategi pencegahan untuk mengurangi risiko. Pemanfaatan produk alami seperti teh dapat menjadi alternatif strategi pencegahan. Dalam penelitian ini, potensi kemopreventif teh bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L.) yang diperkaya dengan minyak kayu manis (Cinnamomum burmannii) dan sereh (Cymbopogon citratus) dievaluasi. Teh diformulasikan menggunakan tangki perebus pengaduk dan diuji toksisitasnya terhadap sel T47D menggunakan metode MTT. Uji sitotoksisitas menunjukkan bahwa dengan penambahan minyak kayu manis dan sereh, teh rosella memiliki aktivitas sitotoksik yang lebih signifikan terhadap sel kanker payudara T47D dibandingkan teh rosella murni. Penambahan 5 g bubuk kayu manis dan uap minyak sereh selama 15 detik ke dalam teh menunjukkan sitotoksisitas tertinggi, dengan nilai IC50 sebesar 730 μg/mL. Nilai ini hampir tiga kali lebih rendah dibandingkan tanpa penambahan minyak kayu manis dan sereh. Simpulannya, penambahan minyak kayu manis dan sereh ke dalam formulasi teh rosella dapat meningkatkan aktivitas sitotoksik terhadap sel kanker payudara T47D, menunjukkan potensinya sebagai agen antikanker alami.

Teh rosella yang diperkaya dengan kayu manis dan minyak sereh menunjukkan aktivitas sitotoksik yang lebih tinggi dibandingkan teh rosella murni.Formulasi F6, yang mengandung 5 g kayu manis dan paparan uap minyak sereh selama 15 detik, memberikan aktivitas sitotoksik tertinggi dengan nilai IC50 sebesar 730 μg/mL, yang tergolong sitotoksisitas sedang.Temuan ini menunjukkan potensi teh rosella termodifikasi sebagai agen kemopreventif terhadap kanker payudara.

Pertama, perlu dilakukan penelitian untuk mengevaluasi efek kombinasi antara teh rosella, kayu manis, dan minyak sereh terhadap jalur molekuler spesifik seperti ekspresi gen pro-apoptotik dan antiapoptotik dalam sel T47D, agar mekanisme aksi sitotoksik dapat dipahami secara lebih mendalam. Kedua, sebaiknya dikaji efektivitas formulasi F6 terhadap jenis sel kanker payudara lainnya, termasuk sel yang resisten terhadap terapi hormon, untuk mengetahui spektrum aktivitas antikankernya secara luas. Ketiga, penting untuk mengembangkan studi tentang pengaruh modifikasi proses pengeringan terhadap kandungan bioaktif dan stabilitas produk, serta uji toksisitas subkronis pada model hewan, guna menilai keamanan jangka panjang dan viabilitas formulasi sebagai produk herbal potensial.

  1. #sel kanker payudara#sel kanker payudara
  2. #kanker paru#kanker paru
Read online
File size800.09 KB
Pages12
Short Linkhttps://juris.id/p-3ba
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test