PELNIPELNI

Jurnal Keperawatan Degeneratif PelniJurnal Keperawatan Degeneratif Pelni

Kecemasan dapat berasal dari berbagai sumber, termasuk takut kehilangan bayi setelah lahir, takut akan rasa sakit saat melahirkan serta kekhawatiran akan kemungkinan terjadinya kesulitan saat melahirkan. Salah satu penatalaksanaan non-farmakologis pada pasien yang mengalami kecemasan bisa dilakukan yaitu dengan cara terapi murottal. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis tingkat kecemasan pada pasien pre operasi Sectio Caesarea. Metode penelitian ini menggunakan desain studi kasus dan berjumlah 2 responden. Pengumpulan data dilakukan di ruang Kenari Rumah Sakit Pelni Jakarta, dimulai dari tanggal 15 hingga 16 Juli 2024, kedua responden diberikan terapi murottal dalam 1 kali selama 13 menit pada responden 5 jam sebelum dilakukannya operasi Sectio Caesarea. Hasil penelitian terdapat penurunan yang signifikan, pada saat pre-test dilakukan dengan menggunakan kuesioner Hamilton Rating Scale of Anxiety (HRS-A) kedua responden mengalami kecemasan berat. Hasil post-test yang dilakukan setelah 2 jam pemberian terapi murottal didapatkan tingkat kecemasan menurun menjadi kecemasan sedang, skor HRS-A pada responden I yaitu dari 30 menjadi 24, responden II yaitu dari 34 menjadi 22. Kesimpulan pada penelitian ini yaitu terapi murottal dinilai efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan. Diharapkan intervensi terapi murottal dapat menjadi salah satu upaya untuk mengatasi kecemasan secara mandiri.

Terapi murottal dinilai efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan.Intervensi terapi murottal diharapkan dapat menjadi salah satu upaya untuk mengatasi kecemasan secara mandiri.Hasil penelitian ini menunjukkan potensi terapi murottal sebagai pendekatan non-farmakologis yang menjanjikan dalam manajemen kecemasan pada pasien pre operasi Sectio Caesarea.

Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat dilakukan dengan melibatkan jumlah responden yang lebih besar dan beragam latar belakang sosio-ekonomi untuk meningkatkan generalisasi hasil. Kedua, perlu dilakukan penelitian komparatif untuk membandingkan efektivitas terapi murottal dengan metode relaksasi lainnya, seperti teknik pernapasan dalam atau meditasi, guna mengidentifikasi pendekatan yang paling optimal dalam menurunkan tingkat kecemasan. Ketiga, penelitian longitudinal dapat dilakukan untuk mengeksplorasi dampak jangka panjang terapi murottal terhadap kesehatan mental ibu pasca operasi Sectio Caesarea, termasuk potensi pengaruhnya terhadap ikatan ibu-bayi dan kualitas tidur.

Read online
File size389.05 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test