UNIMMANUNIMMAN

Jurnal Kesehatan AmanahJurnal Kesehatan Amanah

Rumah sakit memiliki tanggung jawab utama dalam menyediakan pelayanan kesehatan yang berkualitas, efektif, dan efisien. Kinerja perawat pelaksana menjadi indikator penting untuk menjamin mutu layanan dan keselamatan pasien. Supervisi kepala ruangan sebagai bagian dari fungsi manajerial meliputi perencanaan, pengorganisasian, pembimbingan, pengarahan, pengawasan, evaluasi, serta pencatatan dan pelaporan, yang semuanya ditujukan agar asuhan keperawatan terlaksana sesuai standar. Penelitian ini difokuskan pada analisis pengaruh supervisi kepala ruangan terhadap kinerja perawat pelaksana di ruang rawat inap RSU Wira Husada Kisaran tahun 2025. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Seluruh perawat pelaksana yang berjumlah 86 orang dijadikan sampel melalui metode total sampling. Data dikumpulkan dengan kuesioner mengenai supervisi dan kinerja, kemudian dianalisis menggunakan uji univariat, bivariat dengan Chi-Square, serta multivariat melalui regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi perencanaan, pengawasan, evaluasi, serta pencatatan dan pelaporan berpengaruh signifikan terhadap kinerja perawat (p<0,05). Sebaliknya, fungsi pengorganisasian dan pengarahan tidak berpengaruh signifikan, sementara pembimbingan justru menunjukkan arah negatif. Variabel paling dominan adalah pencatatan dan pelaporan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa supervisi kepala ruangan memiliki peran strategis dalam peningkatan kinerja perawat, sehingga diperlukan pelaksanaan supervisi yang konsisten, terstruktur, dan berkesinambungan.

Penelitian ini menunjukkan bahwa supervisi kepala ruangan memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja perawat pelaksana di ruang rawat inap Rumah Sakit Umum Wira Husada Kisaran.Variabel yang terbukti berpengaruh adalah perencanaan, membimbing, pengawasan, evaluasi, serta pencatatan dan pelaporan, dengan pencatatan dan pelaporan menjadi faktor paling dominan.Sementara itu, variabel pengorganisasian dan pengarahan tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja.Hasil ini menegaskan bahwa keberhasilan supervisi sangat ditentukan oleh kualitas perencanaan, monitoring, evaluasi, serta dokumentasi yang dilakukan secara konsisten dan sesuai standar.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk mengoptimalkan pelaksanaan supervisi kepala ruangan melalui program terstruktur, pelatihan khusus supervisi, dan monitoring yang berkesinambungan. Kepala ruangan perlu menekankan aspek pencatatan dan pelaporan, serta meningkatkan kualitas bimbingan, evaluasi, dan pengawasan agar perawat pelaksana dapat bekerja sesuai standar prosedur dan meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit. Selain itu, penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan model supervisi yang efektif dan terukur, serta mengeksplorasi faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi kinerja perawat.

  1. Gambaran Pelaksanaan Supervisi Kepala Ruang Terhadap Perawat Pelaksana Dalam Keselamatan Pasien | Jurnal... doi.org/10.32584/jkmk.v2i1.165Gambaran Pelaksanaan Supervisi Kepala Ruang Terhadap Perawat Pelaksana Dalam Keselamatan Pasien Jurnal doi 10 32584 jkmk v2i1 165
  2. HUBUNGAN GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL KEPALA RUANGAN DENGAN KINERJA PERAWAT PELAKSANA DI RSUD OTANAHA... doi.org/10.55606/detector.v1i2.1367HUBUNGAN GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL KEPALA RUANGAN DENGAN KINERJA PERAWAT PELAKSANA DI RSUD OTANAHA doi 10 55606 detector v1i2 1367
  3. Pengaruh Supervisi Kepala Ruangan terhadap Kinerja Perawat Pelaksana di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit... ejournal.unimman.ac.id/index.php/jka/article/view/950Pengaruh Supervisi Kepala Ruangan terhadap Kinerja Perawat Pelaksana di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit ejournal unimman ac index php jka article view 950
Read online
File size291.51 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test